Skip to content
News

Gubernur Sulut Tuntut Integritas dan Profesionalitas Tiga Pejabat Baru yang Dilantik

Thomas Martinez - kabarteras.com 3 mins read

Proses rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah resmi memasuki tahap pelantikan. Gubernur Yulius Selvanus secara langsung

Gubernur Sulut Tuntut Integritas dan Profesionalitas Tiga Pejabat Baru yang Dilantik

Gubernur Sulut Tuntut Integritas dan Profesionalitas Pejabat Baru

Kabarteras.com – Proses rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah resmi memasuki tahap pelantikan. Gubernur Yulius Selvanus secara langsung meresmikan tiga pejabat eselon II yang mengalami perpindahan tugas dalam rangka penataan organisasi daerah. Agenda ini menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah tersebut.

Detail Pelantikan Tiga Pejabat Baru

Deicy Paat kini dipercaya memimpin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Perpindahan ini menunjukkan kepercayaan penuh gubernur terhadap kemampuan sang pejabat dalam menangani sektor baru dengan efektif.

Femmy Suluh resmi mengambil alih posisi sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara. Sebelumnya, ia telah memimpin Dinas Pendidikan Daerah selama beberapa periode. Sementara itu, posisi yang ditinggalkannya di bidang pendidikan kini diisi oleh Jahja Rondonuwu.

Jahja Rondonuwu sebelumnya dikenal sebagai Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Perpindahan dari sektor legislatif ke eksekutif ini menambah variasi pengalaman dalam kepemimpinan daerah dan memperkuat sinergi antar lembaga.

Amanah dan Tanggung Jawab Pejabat

Gubernur Yulius menjelaskan bahwa setiap agenda pelantikan merupakan bagian dari proses pembinaan dan penataan organisasi yang berkelanjutan. Penempatan pejabat pada posisi yang tepat diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan agenda dan program-program pembangunan, serta melahirkan pelayanan publik yang jauh lebih berkualitas.

Jabatan bukanlah sebuah fasilitas atau penghargaan untuk dibanggakan, melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat, pemerintah, maupun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di hadapan para aparatur sipil negara (ASN), Gubernur Yulius berpesan agar jabatan yang diemban tidak dipandang sebagai fasilitas atau penghargaan semata. Ia menegaskan bahwa posisi strategis tersebut merupakan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan dengan penuh integritas.

Selain integritas, Gubernur juga meminta para pejabat baru untuk segera menyesuaikan diri dan membangun komunikasi yang baik. Ia menekankan pentingnya menjadi teladan dalam hal disiplin dan loyalitas. Gubernur Yulius juga mengapresiasi capaian Pemprov Sulut selama ini, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga peningkatan investasi, namun mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar dan membutuhkan sinergi tanpa ego sektoral.

Langkah strategis ini diambil guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang solid, profesional, serta responsif terhadap harapan masyarakat. Dengan adanya perubahan penempatan pejabat, diharapkan dapat tercipta dinamika baru dalam pelayanan publik di Sulawesi Utara.

Frequently Asked Questions

Apa tujuan utama rotasi pejabat di Sulut? Rotasi pejabat bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mencegah stagnasi, dan memastikan penempatan orang yang tepat di posisi yang tepat sesuai kompetensi.

Berapa jumlah pejabat yang dilantik dalam agenda ini? Tiga pejabat eselon II dilantik secara bersamaan dalam agenda tersebut, yaitu Deicy Paat, Femmy Suluh, dan Jahja Rondonuwu.

Apa pesan utama Gubernur Yulius kepada pejabat baru? Gubernur menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, dan menyadari bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan.

Bagaimana dampak rotasi terhadap pelayanan publik? Rotasi diharapkan menciptakan dinamika baru, mempercepat program pembangunan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Sulawesi Utara.

Join the discussion