Kakanwil Imigrasi Sulut: Tantangan Keimigrasian Butuh Sinergi Pentahelix
Manado – Kakanwil Imigrasi Sulut , Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM bidang Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, menyampaikan pandangannya secara
Kakanwil Imigrasi Sulut Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix untuk Transformasi Layanan
Kabarteras.com – Manado – Kakanwil Imigrasi Sulut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM bidang Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, menyampaikan pandangannya secara komprehensif dalam kegiatan Evaluasi dan Analisis Kinerja Semester Pertama Anggaran 2026. Acara yang berlangsung di Manado pada hari Rabu ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran untuk menginternalisasi nilai-nilai kolaborasi dalam menjalankan tugas-tugas keimigrasian yang semakin kompleks.
Menurut Ramdhani, pendekatan pentahelix menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi multipihak. Strategi ini dinilai sangat relevan untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaan tugas-tugas keimigrasian saat ini. Pendekatan ini melibatkan lima pilar utama yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat sipil.
Pendekatan Pentahelix sebagai Fondasi Kolaborasi
“Saya ingin seluruh jajaran membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif melalui pendekatan pentahelix,” ujar Ramdhani.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha memiliki peran strategis dalam mendorong investasi serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara itu, perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi melalui penyediaan kebijakan yang berbasis riset dan inovasi terkini. Keterlibatan masyarakat sipil juga menjadi kunci dalam pengawasan keimigrasian yang lebih efektif.
Kesadaran hukum masyarakat juga menjadi salah satu fokus utama. Dengan adanya partisipasi aktif masyarakat, pengawasan terhadap keimigrasian menjadi lebih efektif. Selain itu, media massa diposisikan sebagai mitra penting dalam menyampaikan informasi publik secara terbuka, edukatif, dan dapat dipercaya.
“Kolaborasi berikutnya adalah dengan media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, edukatif, dan terpercaya,” tambahnya.
Implementasi Asta Cita dan 15 Program Aksi 2026
Ramdhani juga menekankan bahwa seluruh program kerja harus sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 menjadi target yang harus dicapai secara optimal oleh seluruh jajaran di Sulut.
Posisi Imigrasi tidak hanya terbatas sebagai penjaga gerbang kedaulatan negara. Lebih dari itu, lembaga ini juga berfungsi sebagai fasilitator pembangunan yang mendukung berbagai sektor ekonomi nasional. Peran ini semakin penting di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.
“Akan tetapi imigrasi juga menjadi facilitator of development yang mendukung investasi, pariwisata, perdagangan internasional, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Di sisi lain, pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah Sulut terus ditingkatkan melalui pendekatan intelijen dan analisis risiko yang komprehensif. Transformasi digital layanan keimigrasian juga menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik.
Ramdhani menegaskan bahwa tata kelola organisasi harus mengedepankan prinsip profesionalisme, adaptabilitas, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap perubahan dan inovasi dapat berjalan dengan baik.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kakanwil Imigrasi Sulut
1. Apa itu pendekatan pentahelix dalam keimigrasian? Pendekatan pentahelix adalah strategi kolaborasi yang melibatkan lima pihak utama: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan efektivitas layanan keimigrasian.
2. Berapa banyak program aksi yang diimplementasikan tahun 2026? Terdapat 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menjadi target implementasi tahun 2026.
3. Apa peran media dalam keimigrasian menurut Kakanwil Imigrasi Sulut? Media diposisikan sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, edukatif, dan terpercaya.
4. Bagaimana transformasi digital layanan keimigrasian di Sulut? Transformasi digital menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan teknologi modern.
Sebagai penutup, Ramdhani berharap forum evaluasi ini dapat menjadi wadah dialog yang konstruktif bagi seluruh peserta. Ia mengajak para hadirin untuk menyampaikan realita lapangan secara jujur, mengidentifikasi hambatan, serta berbagi praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan.
“Sampaikan kondisi yang sebenarnya, identifikasi setiap kendala secara jujur, bagikan praktik-praktik terbaik yang telah berhasil dilaksanakan, serta rumuskan langkah-langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat segera diimplementasikan,” harapnya.
