Kemenbud Siapkan Museum Musik Indonesia di Bandung, Dokumentasikan Perjalanan Musik Nasional
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbud) resmi mengumumkan rencana pembangunan Museum Musik Indonesia yang akan berlokasi di Kota Bandung. Inisiatif
Kemenbud Siapkan Museum Musik Indonesia di Bandung
Kabarteras.com – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbud) resmi mengumumkan rencana pembangunan Museum Musik Indonesia yang akan berlokasi di Kota Bandung. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendokumentasikan dan melestarikan perjalanan panjang musik nasional Indonesia. Fadli Zon, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, menjelaskan bahwa museum ini akan menjadi ruang representatif yang mampu menangkap esensi perkembangan musik Indonesia dari masa ke masa.
Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika
Museum Musik Indonesia direncanakan akan menempati bekas Gedung Jiwasraya yang terletak di Jalan Asia Afrika, Bandung. Bangunan bersejarah ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan sempat terbengkalai selama beberapa tahun sebelum akhirnya dipilih untuk proyek museum ini. Pemanfaatan bangunan bersejarah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aset negara sekaligus menyediakan fasilitas edukatif yang modern untuk apresiasi musik.
Kemenbud Siapkan Museum Musik Indonesia di Bandung – “Kita sudah dapat gedungnya, yaitu eks dari Jiwasraya. Itu gedung cagar budaya yang sudah lama mangkrak sebenarnya, nah kita mau gunakan dengan sebaik-baiknya,” jelas Fadli Zon dalam pengumuman resmi.
Koleksi dan Digitalisasi Lagu Indonesia
Kementerian Kebudayaan telah menerima sejumlah benda berharga sebagai fondasi awal pengayaan konten museum. Di antara koleksi tersebut terdapat penghargaan milik almarhumah Titiek Puspa serta instrumen biola milik maestro Idris Sardi. Selain koleksi fisik, pemerintah juga sedang melakukan diskusi intensif dengan para tokoh musik untuk menyusun konsep museum secara komprehensif.
Salah satu prioritas utama dalam pembangunan museum ini adalah digitalisasi lagu-lagu Indonesia dengan tetap menghormati hak kekayaan intelektual para pencipta. Proses digitalisasi ini akan melibatkan berbagai pihak termasuk pemusik, komposer, dan lembaga hak cipta untuk memastikan setiap karya dilindungi dengan baik.
“Tentu kita sudah diskusi dengan para musisi, para komposer, bagaimana ke depan tokoh-tokoh yang menjadi tonggak-tonggak di dalam musik Indonesia bisa tergambar di situ. Juga lagu-lagunya, digitalisasi lagu-lagunya dengan memperhatikan hak kekayaan intelektual,” tambahnya.
Konser Pengumuman dan Harapan ke Depan
Pengumuman rencana pembangunan museum ini diiringi oleh konser bertajuk “Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto”. Acara tersebut dimeriahkan oleh penyanyi dari berbagai generasi, termasuk Yuni Shara, Vien Is Haryanto, Hedi Yunus, dan Ria Resty Fauzy. Mereka menampilkan lagu-lagu ciptaan Is Haryanto dengan iringan grup musik Audiensi.
Museum Musik Indonesia diharapkan dapat menjadi destinasi wisata edukasi bagi masyarakat Indonesia dan mancanegara. Dengan koleksi yang terus dikembangkan dan teknologi digital yang modern, museum ini akan menjadi saksi sejarah perjalanan musik nasional yang kaya dan beragam.
FAQ: Museum Musik Indonesia
Di mana lokasi Museum Musik Indonesia? Museum Musik Indonesia akan berlokasi di bekas Gedung Jiwasraya, Jalan Asia Afrika, Bandung.
Kapan museum ini akan dibuka untuk publik? Pembangunan dan persiapan museum masih dalam tahap pengembangan. Informasi lebih lanjut mengenai tanggal pembukaan akan diumumkan oleh Kemenbud.
Apa saja koleksi yang akan ditampilkan? Koleksi meliputi memorabilia para musisi dan komposer ternama Indonesia, instrumen musik, penghargaan, serta lagu-lagu Indonesia yang akan didigitalisasi.
Apakah museum ini akan memiliki fitur digital? Ya, salah satu prioritas utama adalah digitalisasi lagu-lagu Indonesia dengan tetap menghormati hak kekayaan intelektual para pencipta.
