Dosen UBSI Raih Competitive Grant ICARE 2026, Kembangkan Teknologi Pintar untuk Pembenihan Kentang
Dosen UBSI Raih Competitive Grant ICARE 2026 sebagai bagian dari upaya universitas dalam mengembangkan inovasi teknologi pertanian. Pencapaian ini menandai
Dosen UBSI Raih Competitive Grant ICARE 2026
Kabarteras.com – Dosen UBSI Raih Competitive Grant ICARE 2026 sebagai bagian dari upaya universitas dalam mengembangkan inovasi teknologi pertanian. Pencapaian ini menandai tonggak penting bagi Universitas Bina Sarana Informatika dalam berkontribusi pada sektor agrikultur nasional melalui riset berbasis teknologi. Tim dosen berhasil memenangkan Competitive Grant dalam program Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment (ICARE) Jawa Barat tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.
Proyek penelitian yang dipimpin oleh Taufik Baidawi, Ketua Program Studi Software Engineering (RPL) UBSI, berfokus pada pengembangan teknologi pintar untuk pembenihan kentang. Proposal dengan judul “Transformasi Pembenihan Kentang Melalui Integrasi Bioreaktor Teknologi Ex-Vitro dan Sistem Smart Agrologistik Korporasi I-CARE Garut” ini menggabungkan pendekatan bioteknologi modern dengan sistem logistik digital.
Struktur Tim dan Kolaborasi Riset
Tim peneliti UBSI terdiri dari tujuh anggota yang memiliki keahlian beragam. Selain Taufik Baidawi sebagai Ketua Pengusul, tim ini mencakup Jennie Sundari, Mochammad Nandi Susila, Sifa Fauziah, Kresna Ramanda, Sulaeman Hadi Sukmana, Musriatun Napiah, dan Endang Wahyudi. Keberagaman keahlian ini memungkinkan pendekatan holistik dalam pengembangan solusi pembenihan kentang.
Kolaborasi riset melibatkan berbagai institusi terkemuka di Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat menjadi mitra riset utama. Sementara itu, BBRMP Hortikultura, PT Horti Agro Makro (CHAMP), dan Koperasi Sukaresmi Mulus Rahayu berperan sebagai mitra implementasi di lapangan.
Inovasi Teknologi dan Dampak Ekonomi
Program Competitive Grant ICARE Jawa Barat merupakan inisiatif strategis yang mendapat dukungan pendanaan dari World Bank bersama BRMP. Skema pendanaan ini mendorong akademisi dan peneliti untuk menciptakan inovasi yang meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor pertanian nasional. Tim UBSI mengembangkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan bioreaktor teknologi ex-vitro ke dalam sistem smart agrologistik.
Model integrasi ini diharapkan dapat mempercepat distribusi benih, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memperkuat kualitas pembenihan secara keseluruhan. Selain itu, pendekatan ini mendukung pembentukan korporasi petani yang modern dan mandiri. Taufik Baidawi menyampaikan bahwa keberhasilan ini mencerminkan sinergi efektif antara berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pertanian Indonesia.
“Melalui penggabungan bioteknologi pembenihan ex-vitro dengan smart agrologistik, riset ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi, produktivitas, dan transparansi distribusi benih kentang, sekaligus mewujudkan model korporasi petani I-CARE Garut yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dari Kementerian Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), dan World Bank untuk mewujudkan modernisasi ini,” ujar Taufik dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (6/8/2026).
Pertanyaan Umum tentang Competitive Grant ICARE 2026
Apa itu Competitive Grant ICARE 2026? Competitive Grant ICARE 2026 adalah program pendanaan kompetitif yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Jawa Barat dengan dukungan World Bank. Program ini bertujuan mendukung riset dan inovasi pertanian melalui pendanaan bagi akademisi dan peneliti.
Bagaimana UBSI berkontribusi dalam program ini? UBSI berkontribusi melalui pengembangan teknologi pintar untuk pembenihan kentang. Tim dosen UBSI memimpin proyek integrasi bioreaktor ex-vitro dengan smart agrologistik untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok benih kentang di Garut.
Apa manfaat jangka panjang dari riset ini? Riset ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan produktivitas pertanian, pembentukan korporasi petani modern, serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui teknologi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pencapaian ini bukan sekadar kemenangan bagi tim UBSI, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, industri, dan kelompok tani dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat konkret bagi pembangunan pertanian Indonesia. Perolehan Competitive Grant ICARE Jawa Barat 2026 semakin memperkuat komitmen UBSI dalam membangun budaya riset yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak luas.
Bagi generasi muda yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang teknologi, riset, dan inovasi sejak masa kuliah, UBSI menyediakan berbagai program studi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pengembangan penelitian. Informasi lengkap mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dapat diakses melalui https://pmbubsi.id serta https://bsi.ac.id.
