UT Kukuhkan Enam Profesor, Angkat Solusi Lingkungan hingga Tata Kelola
Upacara pengukuhan profesor di Universitas Terbuka (UT) berlangsung dengan penuh makna pada Kamis, 6 Agustus 2026. Acara ini tidak hanya bersifat seremonial
Enam Profesor Baru UT Bawa Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kabarteras.com – Upacara pengukuhan profesor di Universitas Terbuka (UT) berlangsung dengan penuh makna pada Kamis, 6 Agustus 2026. Acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi wadah untuk mempresentasikan temuan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Rektor UT, Ali Muktiyanto, menegaskan bahwa momen ini merupakan kesempatan untuk menghadirkan solusi nyata atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa.
Keenam profesor yang dikukuhkan membawa perspektif berbeda-beda dari berbagai bidang keilmuan. Mulai dari pendidikan, tata kelola pemerintahan, lingkungan hidup, literasi, kecerdasan artifisial, hingga perlindungan bagi pekerja migran menjadi topik yang diangkat. Hal ini menunjukkan bahwa kompleksitas tantangan masa depan memerlukan pendekatan multidisiplin.
“Keenam profesor ini menunjukkan bahwa tantangan masa depan tidak dapat dijawab oleh satu disiplin ilmu semata,” ujar Ali di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan.
Konsep RS3: Sungai dan Permukiman yang Saling Mendukung
Salah satu orasi ilmiah yang menarik perhatian adalah konsep River-Settlement Symbiotic System (RS3) yang disampaikan oleh Edi Rusdiyanto. Pendekatan ini menempatkan sungai sebagai elemen integral dari ruang hidup masyarakat. Pengelolaan kawasan sungai tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan pengembangan permukiman sekitarnya.
Melalui RS3, tujuan pengelolaan sungai melampaui sekadar menjaga kualitas lingkungan. Pendekatan ini juga bertujuan memperkuat ketahanan kawasan perkotaan serta meminimalkan potensi bencana. Dengan demikian, sungai dan permukiman dapat berkembang secara harmonis dan saling mendukung.
Ali Muktiyanto menambahkan bahwa seluruh hasil riset yang dipaparkan para profesor baru membuktikan bahwa penelitian akademik tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Temuan tersebut harus mampu menjadi landasan penyusunan solusi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bagi UT, itulah makna seorang profesor. Gelar akademik tertinggi bukan menjadi garis akhir perjalanan keilmuan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Ali.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is UT Kukuhkan Enam Profesor Angkat Solusi?
UT Kukuhkan Enam Profesor Angkat Solusi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does UT Kukuhkan Enam Profesor Angkat Solusi matter?
UT Kukuhkan Enam Profesor Angkat Solusi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
