Skip to content
Khazanah

Israel Batasi Serangan di Gaza, Netanyahu Tolak Draf Peta Jalan dari AS

Emily Jackson - kabarteras.com 3 mins read

Israel Batasi Serangan di Gaza - Langkah strategis ini diambil setelah Dewan Perdamaian menyampaikan rekomendasi agar Tel Aviv menghentikan praktik pembunuhan

Israel Batasi Serangan di Gaza, Netanyahu Tolak Draf Peta Jalan dari AS

Israel Ketatkan Operasi Militer di Gaza, Netanyahu Menolak Rancangan Peta Jalan Amerika

Instruksi Baru untuk Mengurangi Intensitas Serangan

Kabarteras.com – Langkah strategis ini diambil setelah Dewan Perdamaian menyampaikan rekomendasi agar Tel Aviv menghentikan praktik pembunuhan terarah yang selama ini menjadi sorotan internasional. Eyal Zamir selaku Kepala Staf Angkatan Bersenjata telah memberikan arahan guna membatasi jalannya operasi ofensif di wilayah Jalur Gaza. Keputusan ini sejalan dengan arahan yang datang langsung dari tingkat kepemimpinan politik negara tersebut, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dikenal tegas dalam kebijakan militernya.

Sementara itu, beberapa sumber keamanan Israel juga mengonfirmasi bahwa militer telah menerapkan pembatasan lebih ketat terhadap pelaksanaan operasi pembunuhan terarah serta penyerangan di Gaza. Perubahan kebijakan ini diproyeksikan akan menurunkan jumlah serangan udara dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir. Penurunan ini berkaitan dengan perkembangan politik serta situasi di lapangan yang terkait dengan peta jalan menuju tahap kedua perjanjian gencatan senjata.

Perubahan Kebijakan Operasional yang Signifikan

Aljazeera, pada Kamis (6/8/2026), memberitakan bahwa koresponden militer Radio Angkatan Darat Israel, Doron Kadosh, mengutip sumber-sumber keamanan yang menyatakan bahwa Komando Wilayah Selatan telah memperketat aturan penggunaan kekuatan di Gaza. Kini, setiap operasi pembunuhan terarah harus memperoleh persetujuan langsung dan eksklusif dari Kepala Staf Eyal Zamir. Sebelumnya, hingga awal pekan lalu, operasi semacam itu cukup mendapat persetujuan dari komandan wilayah atau komandan divisi militer.

“Perubahan ini mencerminkan keinginan untuk mengurangi eskalasi sambil tetap mempertahankan kemampuan operasional di lapangan,” ujar seorang analis militer yang dikutip oleh media lokal.

Data Lapangan Menunjukkan Penurunan Aktivitas

Menurut sumber tersebut, keputusan ini mencerminkan perubahan yang cukup signifikan dalam kebijakan operasional militer Israel di Gaza. Serangan udara kini dibatasi lebih ketat dibandingkan sebelumnya, sehingga intensitas serangan diperkirakan akan menurun pada periode mendatang. Data di lapangan juga menunjukkan adanya penurunan aktivitas militer Israel di Jalur Gaza.

Sumber-sumber keamanan menyebutkan bahwa dalam 48 jam terakhir tentara Israel hanya melancarkan satu serangan udara, setelah sebelumnya terjadi eskalasi selama beberapa hari. Penurunan ini juga terlihat dari berkurangnya jumlah pasukan yang dikerahkan ke zona-zona tertentu di Gaza. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi diplomasi internasional untuk lebih aktif dalam upaya mencapai kesepakatan perdamaian yang berkelanjutan.

Dampak Terhadap Penduduk Sipil dan Diplomasi Internasional

Keputusan Israel Batasi Serangan di Gaza ini juga memberikan dampak positif bagi penduduk sipil di wilayah konflik. Dengan pembatasan operasi militer, diharapkan jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, langkah ini membuka peluang bagi bantuan kemanusiaan untuk lebih mudah masuk ke Gaza melalui perbatasan yang ada.

Dari sisi diplomasi internasional, penolakan Netanyahu terhadap draf peta jalan dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa Israel masih ingin mempertahankan otonomi dalam menentukan strategi militernya. Namun, dengan adanya pembatasan serangan, Israel juga menunjukkan fleksibilitas dalam merespons tekanan dari komunitas internasional. Hal ini dapat menjadi fondasi yang kuat untuk negosiasi lebih lanjut dalam rangka mencapai gencatan senjata permanen.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Perkembangan Terbaru

Apa alasan utama Israel membatasi serangan di Gaza?

Israel membatasi serangan sebagai respons terhadap rekomendasi Dewan Perdamaian dan untuk mengurangi eskalasi konflik yang berdampak pada penduduk sipil serta infrastruktur.

Bagaimana perubahan ini mempengaruhi operasi pembunuhan terarah?

Kini setiap operasi pembunuhan terarah harus memperoleh persetujuan langsung dari Kepala Staf Eyal Zamir, berbeda dengan sebelumnya yang cukup mendapat persetujuan dari komandan wilayah.

Apakah penolakan Netanyahu terhadap peta jalan AS berarti Israel menolak perdamaian?

Tidak, penolakan tersebut menunjukkan keinginan Israel untuk mempertahankan otonomi dalam menentukan strategi militernya sambil tetap terbuka terhadap diplomasi internasional.

Berapa lama pembatasan serangan ini diperkirakan berlangsung?

Pembatasan ini diperkirakan akan berlangsung hingga tahap kedua perjanjian gencatan senjata tercapai, dengan kemungkinan perpanjangan tergantung pada perkembangan situasi di lapangan.

Join the discussion