Skip to content
Khazanah

Jamaah Haji 2026 Habiskan Rp 4,25 Triliun untuk Belanja, Ini Alokasi Paling Besar

Susan Johnson - kabarteras.com 2 mins read

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai pengeluaran para jamaah haji Indonesia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Berdasarkan

Jamaah Haji 2026 Habiskan Rp 4,25 Triliun untuk Belanja, Ini Alokasi Paling Besar

Jamaah Haji 2026 Habiskan Rp 4,25 Triliun untuk Belanja

Kabarteras.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai pengeluaran para jamaah haji Indonesia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Berdasarkan survei yang dilakukan, total belanja pribadi mencapai Rp 4,25 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa jamaah menggunakan dana mereka sendiri tanpa bergantung pada subsidi atau bantuan pihak ketiga. Pengeluaran ini mencakup berbagai kebutuhan selama menunaikan rukun Islam kelima, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga belanja oleh-oleh.

Detail Pengeluaran Berdasarkan Kategori Jamaah

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan bahwa data ini berasal dari Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026. Survei ini dilakukan di Kantor BPS Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Amalia, angka Rp 4,25 triliun merupakan estimasi yang akurat dan mencerminkan realitas pengeluaran jamaah.

Dari total tersebut, jamaah haji reguler menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang Rp 3,4 triliun. Sementara itu, jamaah haji khusus menyumbang Rp 857 miliar. Perbedaan ini wajar mengingat jumlah jamaah reguler yang jauh lebih banyak dibandingkan jamaah khusus.

Pada 2026 total pengeluaran pribadi jamaah haji diperkirakan mencapai Rp 4,25 triliun yang betul-betul berasal dari kantong jamaah sendiri.

Oleh-oleh Jadi Komponen Belanja Terbesar

Salah satu temuan menarik dari survei ini adalah dominasi pembelian oleh-oleh sebagai komponen pengeluaran paling besar. Amalia menjelaskan bahwa oleh-oleh menyumbang 46,1 persen dari total belanja pribadi jamaah. Angka ini menunjukkan bahwa budaya membawa buah tangan masih sangat kuat di kalangan masyarakat Indonesia.

Fenomena ini tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut. Banyak jamaah merasa bahwa ibadah haji belum sempurna jika tidak membawa oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, maupun tetangga di Tanah Air. Bagi sebagian orang, tidak membeli oleh-oleh dianggap kurang afdhal atau kurang berkah.

Karena ini juga terkait dengan budaya masyarakat Indonesia. Kalau tidak membeli oleh-oleh rasanya kurang afdhal.

Dampak Ekonomi bagi Arab Saudi

Pengeluaran besar-besaran ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi Arab Saudi. Sebagian besar transaksi dilakukan di negara tersebut selama masa pelaksanaan ibadah. Dengan demikian, para jamaah Indonesia turut berkontribusi dalam perputaran ekonomi di Kerajaan Arab Saudi.

Artinya kita juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Arab Saudi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Belanja Jamaah Haji 2026

Berapa total pengeluaran pribadi jamaah haji 2026? Total pengeluaran pribadi jamaah haji 2026 mencapai Rp 4,25 triliun berdasarkan data BPS.

Apa komponen belanja terbesar para jamaah? Pembelian oleh-oleh menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 46,1 persen dari total belanja.

Berapa kontribusi jamaah haji reguler? Jamaah haji reguler menyumbang Rp 3,4 triliun dari total pengeluaran.

Di mana sebagian besar transaksi dilakukan? Sebagian besar transaksi dilakukan di Arab Saudi selama masa ibadah haji berlangsung.

Bagaimana dampak pengeluaran ini bagi Arab Saudi? Pengeluaran jamaah Indonesia turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Arab Saudi melalui perputaran uang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ibadah haji, Anda dapat mengunjungi artikel lengkap di Khazanah Republika.

Join the discussion