Skip to content
Khazanah

Di Buku ‘Manajemen Industri Halal’, Serian Soroti Potensi hingga Tantangannya

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Indonesia kembali menunjukkan posisinya sebagai negara dengan potensi industri halal terbesar di dunia. Melalui terbitnya buku komprehensif, para ahli

Di Buku ‘Manajemen Industri Halal’, Serian Soroti Potensi hingga Tantangannya

Manajemen Industri Halal: Serian Ungkap Potensi dan Tantangan

Kabarteras.com – Indonesia kembali menunjukkan posisinya sebagai negara dengan potensi industri halal terbesar di dunia. Melalui terbitnya buku komprehensif, para ahli industri berbagi wawasan mendalam mengenai perkembangan sektor ini. Di Buku Manajemen Industri Halal, Serian Wijatno bersama Dr Iskandar Zhang menyajikan analisis komprehensif yang menggabungkan perspektif akademisi dan praktisi lapangan.

Karya tulis setebal 328 halaman ini merupakan hasil kolaborasi dua tokoh penting dalam komunitas Islam Tionghoa Indonesia. Dr Iskandar Zhang yang menjabat sebagai Ketua PITI Wilayah Jawa Tengah, dan Dr Serian Wijatno sebagai Ketua Umum PITI, menjadi penulis utama yang menyusun buku tersebut dengan cermat.

Proses penerbitan buku ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat. Dr Saifuddin Zuhri berperan sebagai editor yang membantu menyempurnakan naskah hingga siap diterbitkan. Hasilnya adalah referensi penting bagi para pelaku industri halal di Indonesia.

Sudut Pandang Praktisi dan Akademisi

Keunggulan utama buku ini terletak pada penyajian materi yang memadukan pengalaman praktis dengan landasan keilmuan. Kedua penulis memiliki keterlibatan langsung dalam pengembangan industri halal nasional, sehingga memberikan perspektif yang autentik dan relevan.

“Seperti halnya Dr Iskandar yang aktif dalam pembinaan Jaminan Produk Halal (JPH), khususnya bagi UMKM di sekitar kampus UIN Salatiga, tempat beliau mengajar,” ujar Serian kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Sebagai tokoh yang juga duduk di Dewan Pertimbangan MUI, Serian Wijatno menekankan bahwa konsep halal kini telah berkembang melampaui batas sektor makanan dan minuman tradisional. Perkembangan terkini menunjukkan cakupan yang lebih luas, mencakup kosmetik, obat-obatan, hingga industri fesyen modern.

Strategi Menuju Kepemimpinan Global

Pembangunan ekosistem halal melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai sangat krusial bagi kemajuan industri. Langkah ini bertujuan mendukung proses sertifikasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen halal terbesar di dunia.

Serian, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum PP Dewan Masjid Indonesia, menyoroti data demografis yang sangat menguntungkan. Indonesia saat ini memiliki sekitar 12,7 persen populasi Muslim dunia. Kombinasi antara pasar domestik yang besar dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal menjadi modal berharga untuk transformasi dari konsumen menjadi produsen utama di pasar global.

Ketua Dewan Pakar FORMASI ini juga menyoroti peluang besar Indonesia dalam sektor fesyen Muslim dan kosmetik halal. Dengan sinergi terintegrasi antara pemerintah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan, percepatan sertifikasi halal dan pengembangan ekosistem diharapkan mampu mendorong Indonesia sebagai pemimpin industri halal dunia.

Tantangan dan Peluang di Depan Mata

Meski optimis, Wakil Ketua Umum PSMTI ini mengakui bahwa buku tersebut tidak mengabaikan berbagai tantangan yang ada. Persaingan ketat dengan negara-negara Muslim lain seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, Pakistan, Qatar, hingga Uni Emirat Arab menjadi salah satu hambatan eksternal yang perlu diatasi.

Tak hanya itu, negara-negara non-Muslim pun kini gencar mengambil peran dalam industri halal global. Serian menjelaskan bahwa masalah produk halal memiliki hubungan yang sangat kuat dan langsung terhadap kesuksesan sebuah bisnis di komunitas Muslim. Di Indonesia, sertifikasi ini bukan lagi sekadar label keagamaan, melainkan strategi pertumbuhan bisnis yang krusial.

Yang menarik, sertifikasi halal sangat terbuka dan berlaku bagi pelaku usaha non-muslim, tanpa ada diskriminasi atau batasan agama. Di bawah regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), aturan sertifikasi halal ini berfokus pada objek produknya, bukan pada agama pemilik bisnisnya.

“Yang juga mungkin perlu dipahami adalah bahwa program sertifikasi halal ini tidak akan membatasi atau melarang pasar kuliner non-halal,” kata dia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Industri Halal

Apa itu sertifikasi halal? Sertifikasi halal adalah pengakuan resmi bahwa suatu produk memenuhi persyaratan kehalalan sesuai syariat Islam, diterbitkan oleh badan berwenang seperti BPJPH.

Apakah pelaku usaha non-muslim wajib bersertifikat halal? Tidak wajib, namun sangat disarankan karena sertifikasi halal membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Negara mana saja pesaing Indonesia di industri halal? Pesaing utama Indonesia meliputi Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, Pakistan, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Berapa persen populasi Muslim dunia yang berada di Indonesia? Indonesia memiliki sekitar 12,7 persen populasi Muslim dunia, menjadikannya negara dengan jumlah Muslim terbesar.

Join the discussion