Skip to content
Ekonomi

Pengusaha Bengkel Las Bentuk Asosiasi, Perkuat Kompetensi dan Akses Pasar

Matthew Miller - kabarteras.com 3 mins read

Jakarta – Langkah strategis telah diambil oleh para pelaku usaha pengelasan di Indonesia. Pengusaha Bengkel Las Bentuk Asosiasi melalui peluncuran resmi

Pengusaha Bengkel Las Bentuk Asosiasi, Perkuat Kompetensi dan Akses Pasar

Pengusaha Bengkel Las Bentuk Asosiasi untuk Masa Depan Industri yang Lebih Kuat

Kabarteras.com – Jakarta – Langkah strategis telah diambil oleh para pelaku usaha pengelasan di Indonesia. Pengusaha Bengkel Las Bentuk Asosiasi melalui peluncuran resmi Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Inisiatif ini menandai babak baru dalam pengembangan industri pengelasan nasional yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing global. Dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, industri pengelasan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Penguatan pelaku usaha, terutama bengkel las dan usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM), menjadi prioritas utama dalam agenda APPI. Melalui peningkatan keterampilan, adopsi teknologi modern, standardisasi proses, dan perluasan akses pasar, para pengusaha diharapkan dapat bersaing secara lebih efektif. Kolaborasi antar pelaku usaha juga dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

Visi dan Kepengurusan APPI untuk Periode 2026–2031

Dalam Musyawarah Nasional perdana yang berlangsung meriah, Budi Harta Winata, pendiri APPI, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional. Periode kepemimpinan ini akan berlangsung selama lima tahun ke depan, dari 2026 hingga 2031. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman, ratusan pengusaha pengelasan, pelaku industri konstruksi baja, akademisi, serta perwakilan asosiasi profesi dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan mengusung tema “Bersatu Membangun Industri Pengelasan Nasional yang Berdaya Saing Global”, APPI berkomitmen untuk menghimpun, membina, dan memperkuat pelaku usaha pengelasan dari seluruh wilayah Indonesia. Organisasi ini juga akan menjadi wadah bagi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi di antara para anggotanya.

“APPI lahir dari semangat persatuan dan kolaborasi. Sudah saatnya bengkel-bengkel las di Indonesia naik kelas, tidak hanya menjadi pelaku usaha yang bertahan, tetapi menjadi industri yang profesional, produktif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Budi dalam siaran persnya.

Strategi Penguatan Industri dan Perluasan Pasar

Budi menekankan bahwa penguatan industri pengelasan harus dimulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha. Tujuannya agar bengkel las dapat berkembang menjadi usaha yang lebih profesional dan kompetitif. APPI akan mendorong peningkatan kualitas melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta penguasaan teknologi pengelasan terkini.

Selain aspek kompetensi, APPI juga mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri, perluasan akses pasar, penguatan kemitraan, serta akses pembiayaan bagi pelaku usaha pengelasan. Organisasi tersebut berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem industri pengelasan nasional. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan APPI dapat diakses melalui sumber berita resmi.

Penguatan standardisasi mutu dan transformasi digital juga menjadi perhatian APPI untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha pengelasan. APPI menilai penguatan sektor tersebut dapat membuka peluang bagi lebih banyak bengkel las untuk berkembang, meningkatkan kualitas produk, menciptakan lapangan kerja, serta memperbesar kontribusi industri pengelasan terhadap pembangunan infrastruktur dan perekonomian nasional.

Asal Usul dan Tujuan APPI dalam Mengembangkan UMKM

APPI merupakan organisasi nasional yang didirikan dan diinisiasi oleh Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) bersama Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI). Tujuannya adalah memperkuat ekosistem peningkatan UMKM di industri pengelasan nasional. APPI bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan daya saing industri pengelasan melalui kolaborasi, pendidikan, sertifikasi, penguatan jejaring usaha, serta kemitraan dengan pemerintah dan dunia industri.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang APPI dan Industri Pengelasan

Apa itu APPI? APPI adalah Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia, organisasi nasional yang menghimpun para pengusaha bengkel las dan pelaku usaha pengelasan di seluruh Indonesia.

Kapan APPI didirikan? APPI resmi dideklarasikan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, melalui Musyawarah Nasional perdana yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan industri.

Siapa Ketua Umum APPI? Budi Harta Winata, pendiri APPI, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional untuk periode 2026–2031.

Apa tujuan utama APPI? Tujuan utama APPI adalah meningkatkan kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan daya saing industri pengelasan nasional melalui kolaborasi, pendidikan, sertifikasi, dan kemitraan.

Bagaimana APPI membantu UMKM bengkel las? APPI membantu UMKM bengkel las melalui program pelatihan, sertifikasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta penguatan jejaring usaha dengan berbagai pihak.

Siapa saja pendiri APPI? APPI didirikan dan diinisiasi oleh Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) bersama Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI).

Join the discussion