Latest Program: Pembiayaan UMKM BSI Tembus Rp25,69 Triliun, Tumbuh 14 Persen
Triliun, Tumbuh 14 Persen Latest Program - Dalam bulan April 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan total pembiayaan pada segmen usaha kecil
Pembiayaan UMKM BSI Tembus Rp25,69 Triliun, Tumbuh 14 Persen
Latest Program – Dalam bulan April 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan total pembiayaan pada segmen usaha kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp25,69 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski ekonomi nasional masih mengalami fluktuasi.
Sektor Pendorong Pembiayaan
Pertumbuhan pembiayaan UMKM didorong oleh beberapa sektor yang berkembang secara aktif, seperti pertanian dan perkebunan, perdagangan besar serta eceran, dan layanan pendidikan. Ketiga bidang ini dinilai menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Komitmen BSI untuk UMKM
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengungkapkan bahwa UMKM merupakan prioritas dalam strategi perseroan karena perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan peluang kerja.
“Perusahaan kami berkomitmen untuk memacu pertumbuhan segmen usaha kecil dan menengah sebagai bagian dari kontribusi Bank Syariah Indonesia terhadap perekonomian Indonesia, terutama di sektor yang mampu meningkatkan ketersediaan lapangan kerja,” kata Erwan dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Erwan menambahkan, UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang jika mendapatkan akses pembiayaan dan bantuan yang tepat. Oleh karena itu, BSI terus memperluas distribusi dana pembiayaan dengan menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Kualitas Pembiayaan Tetap Stabil
Hasil penyaluran pembiayaan BSI menunjukkan kualitas kredit yang masih terjaga. Sampai April 2026, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) pada segmen UMKM mencatatkan angka 1,80 persen, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 1,88 persen.
Transformasi Digital untuk UMKM
BSI juga mendorong kemajuan digital dalam bidang usaha kecil dan menengah. Salah satu inisiatifnya adalah penggunaan sistem manajemen keuangan terintegrasi BEWIZE by BSI, yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan bisnis dan pengelolaan dana.
Dalam upaya menunjang pertumbuhan UMKM, BSI menghadirkan berbagai program pendampingan, termasuk pelatihan usaha, business matching, layanan UMKM Center, serta fasilitas sertifikasi halal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing para pelaku usaha di pasar dalam negeri maupun internasional.
