Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Distribusi Energi dan Program Pemberdayaan Masyarakat
BATAM – Rombongan Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kepulauan Riau pada hari Rabu, 5 Agustus 2025. Kunjungan ini
Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Distribusi Energi
Kabarteras.com – BATAM – Rombongan Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kepulauan Riau pada hari Rabu, 5 Agustus 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional perusahaan, keamanan aset strategis nasional, serta efektivitas program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di berbagai lokasi.
Sabar Yudo Suroso sebagai Komisaris Utama memimpin delegasi yang juga terdiri dari Bambang Suswantono, Wanti Waranei F. Mamahit, serta Siti Zahra Aghnia yang menjabat sebagai Komisaris Independen. Mereka didampingi oleh Kadek Ambara Jaya, Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga. Perjalanan ini mencakup tiga lokasi utama, yaitu Integrated Terminal Tanjung Uban, Satuan Pendidikan (Satdik) 1 TNI Angkatan Laut di Tanjung Uban, dan program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut yang dikelola Aviation Fuel Terminal Hang Nadim di Batam.
Terminal Tua dengan Kapasitas Distribusi Besar
Integrated Terminal Tanjung Uban telah beroperasi selama hampir satu abad untuk mendistribusikan energi ke berbagai wilayah. Saat ini, fasilitas tersebut termasuk dalam terminal dengan tingkat aktivitas tertinggi dalam hal penerimaan dan penyaluran BBM serta LPG. Pada tahun 2025, terminal ini mencatatkan sekitar 2.900 pergerakan kapal, yang setara dengan rata-rata lebih dari 200 kapal per bulan.
Dengan luas lahan mencapai 247 hektare, terminal ini mampu menampung 401.000 kiloliter BBM dan 93.500 metrik ton LPG. Dari lokasi ini, pasokan BBM dialirkan ke berbagai daerah di pesisir timur Sumatera, khususnya Sumatera bagian utara dan sebagian Sumatera selatan, serta ke Kalimantan Barat. Terminal ini juga menjadi salah satu titik penting dalam rantai pasok energi nasional.
Peninjauan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris untuk memastikan operasional dan distribusi energi berjalan dengan baik. Selain melihat kesiapan Integrated Terminal Tanjung Uban, kami juga membahas pengamanan objek vital nasional bersama TNI Angkatan Laut serta meninjau pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Batam.
Sinergi Keamanan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kadek Ambara Jaya menekankan bahwa tingginya volume kapal dan cakupan wilayah distribusi menegaskan peran krusial Integrated Terminal Tanjung Uban. Menurutnya, kunjungan ini memberikan kesempatan bagi manajemen untuk mendengar langsung kendala operasional yang dihadapi pekerja di lapangan. Selain itu, diskusi juga membahas bagaimana terminal dapat meningkatkan efisiensi operasional ke depannya.
Integrated Terminal Tanjung Uban merupakan salah satu terminal yang sangat sibuk dan menjadi tulang punggung distribusi energi di Sumatera, serta turut mendukung penyaluran ke Kalimantan. Dengan aktivitas yang sangat tinggi, maka kesiapan fasilitas, keandalan operasional, serta pengamanan objek vital nasional harus terus dijaga agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
Kegiatan ditutup dengan diskusi di Satdik 1 Tanjung Uban mengenai sinergi pengamanan objek vital nasional dan dukungan distribusi energi. Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan program pemberdayaan masyarakat di Kampung Bahari Si Pelaut untuk melihat langsung implementasi program tersebut di lapangan. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui berbagai inisiatif pendidikan dan ekonomi.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kunjungan Kerja
Apa tujuan utama kunjungan Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga ke Kepulauan Riau? Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional perusahaan, keamanan aset strategis nasional, serta efektivitas program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di berbagai lokasi.
Siapa saja anggota delegasi yang terlibat dalam kunjungan kerja tersebut? Delegasi dipimpin oleh Komisaris Utama Sabar Yudo Suroso, bersama Bambang Suswantono, Wanti Waranei F. Mamahit, dan Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, serta didampingi oleh Kadek Ambara Jaya.
Berapa kapasitas penyimpanan Integrated Terminal Tanjung Uban? Terminal ini mampu menampung 401.000 kiloliter BBM dan 93.500 metrik ton LPG dengan luas lahan mencapai 247 hektare.
Wilayah mana saja yang dilayani oleh Integrated Terminal Tanjung Uban? Terminal ini melayani pesisir timur Sumatera, khususnya Sumatera bagian utara dan sebagian Sumatera selatan, serta Kalimantan Barat.
Apa program pemberdayaan masyarakat yang ditinjau dalam kunjungan ini? Program yang ditinjau adalah Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut yang dikelola Aviation Fuel Terminal Hang Nadim di Batam.
