Skip to content
Ekonomi

Realisasi KUR 2026 Tembus Rp 169 Triliun, Jangkau 2,65 Juta Debitur UMKM

Emily Jackson - kabarteras.com 2 mins read

Jakarta, 22 Juli 2026 — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan pencapaian signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Realisasi KUR 2026 Tembus Rp 169 Triliun, Jangkau 2,65 Juta Debitur UMKM

Program KUR 2026 Mencapai Rp 169 Triliun, Menjangkau 2,65 Juta UMKM

Kabarteras.com – Jakarta, 22 Juli 2026 — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan pencapaian signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun ini. Hingga pertengahan Juli, total penyaluran telah menyentuh angka Rp 169 triliun. Angka ini mencakup 2,65 juta debitur UMKM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Target dan Komposisi Debitur

Pemerintah menetapkan target keseluruhan plafon KUR sebesar Rp 290 triliun untuk tahun berjalan. Dari realisasi yang telah dicapai, tercatat 1,1 juta debitur baru yang mendapatkan akses pembiayaan formal untuk pertama kalinya. Selain itu, sebanyak 511.000 pengusaha UMKM berhasil naik kelas melalui program ini.

Subsidi APBN dan Suku Bunga Terjangkau

Riza Damanik, Deputi Bidang Kewirausahaan sekaligus Juru Bicara Kementerian UMKM, menjelaskan bahwa program KUR dirancang untuk memperkuat ekonomi rakyat. Program ini memanfaatkan subsidi APBN dengan tingkat suku bunga yang sangat kompetitif.

“KUR adalah salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat dengan memberikan dukungan modal kepada usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan. Melalui subsidi APBN, bunga KUR hanya sebesar 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial yang berkisar antara 10 hingga 14 persen atau bahkan lebih,” kata Riza.

Kualitas Pembiayaan dan Alokasi Sektor

Kualitas pembiayaan KUR hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan tercatat berada di kisaran 2 persen. Pemerintah juga memberikan prioritas pada penyaluran kredit ke sektor-sektor riil.

Lebih dari 65 persen penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Sektor ini mencakup pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta industri pengolahan. Penyaluran ke sektor produktif diharapkan dapat memperluas sentra ekonomi unggulan daerah dan menciptakan lapangan kerja baru di seluruh pelosok negeri.

“KUR bukan sekadar program kredit, melainkan tangga bagi masyarakat untuk naik kelas, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Riza.

Imbauan untuk Pelaku UMKM

Pemerintah mengimbau seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan sisa alokasi plafon KUR yang masih terbuka lebar tahun ini. Pemanfaatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha. Masyarakat juga diminta melapor jika menemukan adanya permintaan agunan pinjaman KUR hingga 100 juta rupiah atau ada pungutan yang tidak semestinya.

Frequently Asked Questions

What is Realisasi KUR 2026 Tembus Rp 169 Triliun?

Realisasi KUR 2026 Tembus Rp 169 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Realisasi KUR 2026 Tembus Rp 169 Triliun matter?

Realisasi KUR 2026 Tembus Rp 169 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion