Skip to content
News

Solving Problems: PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Sawit Rakyat hingga Mei 2026

Betty Thomas - kabarteras.com 3 mins read

PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Rakyat hingga Mei 2026 Solving Problems menjadi fokus utama dalam strategi PTPN IV PalmCo untuk mendukung pertanian

Solving Problems: PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Sawit Rakyat hingga Mei 2026

PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Rakyat hingga Mei 2026

Solving Problems menjadi fokus utama dalam strategi PTPN IV PalmCo untuk mendukung pertanian rakyat di sektor kelapa sawit. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, volume penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan rakyat telah mencapai 1,34 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 40.000 ton dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 1,30 juta ton. Peningkatan tersebut bukan hanya menggambarkan kinerja perusahaan, tetapi juga menjadi bukti komitmen dalam Solving Problems terkait akses pasar dan pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Penyerapan TBS dari perkebunan rakyat mencapai 1,34 juta ton hingga Mei 2026,” ujar Jatmiko dalam siaran pers di Jakarta, Kamis. Dia menegaskan bahwa angka ini menjadi indikator penting bagi keterlibatan perusahaan dalam Solving Problems di sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan daya saing para petani.

Realisasi penyerapan TBS ini menjadi bagian dari upaya PTPN IV PalmCo untuk menjaga stabilitas pasar dan menjamin penghasilan tetap terjaga bagi petani. Dengan menyerap produksi secara teratur, perusahaan memastikan permintaan tetap terpenuhi, mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga, serta mendukung siklus produksi yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga disampaikan sebagai bentuk apresiasi dalam memperingati Hari Krida Pertanian, yang dirayakan setiap 21 Juni, untuk menekankan peran perusahaan dalam mengembangkan sektor pertanian rakyat.

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani

Dalam menunjang Solving Problems di lingkungan perkebunan rakyat, PTPN IV PalmCo menekankan keandalan sistem penyerapan sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi. Jatmiko menyatakan bahwa kepastian harga beli TBS yang kompetitif dan transparan memperkuat kemitraan dengan para petani. Dengan pendekatan ini, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap hasil panen mampu memberikan nilai ekonomi yang stabil, bahkan di tengah tekanan pasar yang dinamis.

Kesejahteraan petani, menurut Jatmiko, tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasar, tetapi juga pada perbaikan kondisi lahan dan keterampilan produksi. Oleh karena itu, perusahaan terus berupaya memberikan bantuan teknis dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas kebun. “Kami berusaha menjaga konsistensi penyerapan meski harga TBS terus berfluktuasi,” tutur Jatmiko, yang menambahkan bahwa keberlanjutan ekosistem kemitraan menjadi kunci dalam Solving Problems yang dihadapi oleh masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari komitmen Solving Problems, PTPN IV PalmCo juga memastikan bahwa para petani mendapatkan pengarahan terkait standar produksi dan kebijakan lingkungan. Bimbingan ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif pengelolaan lahan, sekaligus meningkatkan kualitas TBS yang dihasilkan. Dengan demikian, perusahaan berperan aktif dalam menjawab tantangan sektor pertanian rakyat, termasuk isu keberlanjutan dan kesejahteraan.

Tantangan dan Solusi dalam Produksi Sawit Rakyat

Meski penyerapan TBS berjalan baik, tantangan produktivitas kebun rakyat tetap ada. Usia tanaman yang memasuki fase tua seringkali mengurangi hasil panen, sehingga perusahaan fokus pada pendekatan edukasi dan peremajaan sawit. “Kita harus memikirkan produktivitas kebun mereka untuk 10 hingga 20 tahun ke depan,” kata Arya Sandhiyudha, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo. Pendampingan berkelanjutan, seperti penyelesaian syarat legalitas dan peningkatan kualitas produksi, menjadi solusi yang diharapkan dapat mengatasi hambatan sektor pertanian rakyat.

Dalam lima tahun terakhir, PTPN IV PalmCo telah menangani lahan seluas 23.188 hektare. Angka ini terus ditingkatkan hingga Mei 2026, di mana proses pendampingan mencapai 6.380 hektare. Dengan metode ini, perusahaan bertujuan memastikan bahwa kebun rakyat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara ekonomi dan lingkungan. Solving Problems juga mencakup penguatan keterampilan petani, seperti pengelolaan air, pemupukan, dan pengendalian hama, untuk mengoptimalkan hasil panen dan mengurangi biaya produksi.

Pendekatan Solving Problems yang diambil oleh PTPN IV PalmCo menunjukkan langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan pertanian rakyat. Selain penyerapan TBS, perusahaan juga menggencarkan program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan teknis dan pemberian akses ke modal. Dengan meningkatkan kapasitas para petani, perusahaan berharap dapat mengurangi ketergantungan pada harga pasar yang tidak stabil, sekaligus memperkuat ekonomi lokal sekitar kawasan perkebunan. Ini merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Join the discussion