Skip to content
News

New Policy: BBRMP Maluku Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa SBT

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

BBRMP Maluku Pantau CSR di Enam Desa SBT New Policy menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan produksi pangan di Maluku, terutama melalui Program Cetak

New Policy: BBRMP Maluku Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa SBT

BBRMP Maluku Pantau CSR di Enam Desa SBT

New Policy menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan produksi pangan di Maluku, terutama melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku secara aktif melakukan pemantauan terhadap implementasi CSR di enam desa di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Tujuan dari New Policy ini adalah mempercepat ekspansi lahan pertanian produktif dan mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi padi serta memperkuat ketahanan pangan di daerah paling rawan ketidakstabilan pasokan.

Pelaksanaan CSR: Strategi Bertahap untuk Kesejahteraan Petani

BBRMP Maluku telah membagi tugas pemantauan CSR menjadi beberapa fase, mulai dari identifikasi lahan hingga pengerjaan teknis di lapangan. Fase awal berfokus pada pemetaan potensi lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara fase berikutnya melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk menjamin keberlanjutan program. New Policy ini tidak hanya menjadi instrumen pembangunan pertanian, tetapi juga alat untuk menumbuhkan keterlibatan aktif warga desa dalam pengelolaan sumber daya alam mereka sendiri.

Pemantauan dilakukan di Desa Waisamet, Waimatakabo, Aki Jaya, Banggoi Pancoran, Jakarta Baru, dan Sumber Agung. Kecamatan Bula Barat, sebagai salah satu area prioritas, ditargetkan menambah luas lahan pertanian sebesar 1.702,433 hektare dalam satu tahun. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa program ini sudah menunjukkan progres yang signifikan, dengan sebagian besar masyarakat menunjukkan minat tinggi untuk terlibat langsung dalam pengembangan sawah baru.

Peran Penyuluh Pertanian dalam Membentuk Sukses CSR

Para penyuluh pertanian seperti Iwan Rumarubun dan Tamiran memainkan peran kritis dalam mengawasi setiap tahapan pelaksanaan New Policy. Mereka tidak hanya memberikan bimbingan teknis, tetapi juga mengkoordinasikan antara pihak pemerintah dan petani untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana.

“Kehadiran penyuluh pertanian sangat penting dalam memastikan seluruh tahapan CSR sesuai dengan New Policy yang ditetapkan pemerintah. Mereka menjadi jembatan antara rencana dan pelaksanaan di lapangan,”

kata Gunawan, Kepala BBRMP Maluku.

Dalam proses ini, penyuluh pertanian mengadakan pertemuan rutin dengan petani dan perwakilan kelompok tani untuk menilai kebutuhan, menyusun rencana, serta mengevaluasi hasil setiap tahap. Hal ini membantu menyesuaikan program dengan kondisi lokal dan memastikan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Keterlibatan aktif penyuluh pertanian juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap New Policy, yang menjadi langkah nyata dalam menciptakan pertanian berkelanjutan.

Kemitraan dan Komitmen Masyarakat: Kunci Keberhasilan CSR

Salah satu keberhasilan New Policy adalah keberhasilan dalam membangun kemitraan antara BBRMP, pemerintah daerah, dan masyarakat. Petani seperti Jumari dari Kelompok Tani Budidaya, Solekan dari Kelompok Tani Sumber Makmur, serta Ahmad Rifai dari Kelompok Tani Sri Rezeki menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Mereka mengakui bahwa CSR bukan hanya tentang pengembangan lahan, tetapi juga tentang peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan.

Kelompok tani Aki Jaya Makmur yang diwakili oleh Rinto Anamsur turut mengungkapkan harapan besar terhadap New Policy. “Dengan lahan sawah baru, kami berharap bisa meningkatkan hasil panen dan mengurangi ketergantungan pada bantuan pangan dari luar,” ujar Rinto. Kemitraan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses teknologi pertanian modern dan pendidikan tentang praktik pertanian yang ramah lingkungan.

BBRMP Maluku terus mengevaluasi dampak New Policy secara berkala. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa progres CSR di enam desa tersebut telah memperlihatkan peningkatan produktivitas, khususnya di Desa Waisamet dan Waimatakabo yang tergolong daerah penghasil pangan terbatas. Dengan data yang terkumpul, lembaga ini berencana mengevaluasi keberhasilan program dan merevisi strategi jika diperlukan. New Policy juga menjadi acuan untuk program serupa di wilayah lain di Maluku.

Kebijakan CSR dalam New Policy diharapkan menjadi salah satu inisiatif paling efektif dalam mencapai swasembada pangan nasional. Dengan luas lahan yang ditambahkan, keberlanjutan pertanian, dan keterlibatan masyarakat, program ini berpotensi mengubah dinamika ketahanan pangan di daerah paling terpencil. Selain itu, BBRMP Maluku juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dan petani melalui pelatihan intensif, sehingga memastikan keberhasilan jangka panjang dari New Policy.

Join the discussion