Skip to content
Ekonomi Syariah

Special Plan: Kopontren Diproyeksikan Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Baru

Susan Johnson - kabarteras.com 3 mins read

Kopontren Diproyeksikan Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Baru Special Plan sebagai strategi pemerintah menjadi fokus utama dalam pengembangan koperasi di sektor

Special Plan: Kopontren Diproyeksikan Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Baru

Kopontren Diproyeksikan Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Baru

Special Plan sebagai strategi pemerintah menjadi fokus utama dalam pengembangan koperasi di sektor pendidikan Islam. Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama lembaga terkait mengupayakan peningkatan kinerja Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren) sebagai motor penggerak ekonomi baru, yang tidak hanya berdampak pada perekonomian lokal tapi juga pada pembangunan nasional. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem koperasi yang melibatkan pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah.

Peluang Pertumbuhan Kopontren dalam Special Plan

Kopontren, yang merupakan koperasi yang beroperasi di lingkungan pesantren, kini dianggap memiliki prospek tumbuh yang sangat menjanjikan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa dalam Special Plan, pemerintah telah menetapkan strategi untuk mendukung pengembangan koperasi ini secara terstruktur. Hingga Desember 2025, jumlah Kopontren telah mencapai 763 unit dengan total volume usaha sebesar Rp3,5 triliun dan 156 ribu anggota. Tidak semua koperasi tersebut beroperasi secara maksimal, tetapi beberapa di antaranya bahkan menumpuk aset di atas Rp1 triliun, menunjukkan potensi yang sangat besar.

“Saya yakin, dalam tahun-tahun mendatang, nilai aset dan volume usaha Kopontren akan terus meningkat. Special Plan akan menjadi pelaku utama dalam penguatan ekonomi Indonesia,” kata Ferry dalam sambutan acara Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Ponpes Daarul Ukhuwah, Malang, pada hari Sabtu (27/6/2026).

Kopontren diharapkan bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, terutama dalam membangun UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di lingkungan pesantren. Selain itu, keberadaan koperasi ini juga berperan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi santri, yang selama ini berfokus pada pendidikan agama dan ilmu pengetahuan. Dengan Special Plan, pemerintah berupaya mengubah paradigma koperasi agar lebih berorientasi pada pemasaran, inovasi, dan kualitas produk.

Sebagai bagian dari Special Plan, Kemenkop juga meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dirancang untuk menjadi mitra strategis dalam memasarkan produk unggulan dari pesantren. Program ini bertujuan memberikan ruang lebih luas bagi Kopontren untuk merambah pasar nasional, bahkan internasional. Direktur Pembiayaan Syariah LPDB, Ari Permana, menjelaskan bahwa KDKMP akan membantu mempercepat proses distribusi produk pesantren, sekaligus menumbuhkan konsumen yang lebih luas.

“Prioritas kami adalah produk dari UMKM lokal, terutama yang berasal dari pesantren. Special Plan bertujuan untuk mengintegrasikan koperasi dengan model bisnis yang lebih modern, sehingga bisa bersaing di tingkat nasional,” tegas Ari dalam sesi diskusi yang sama.

Dalam Special Plan, pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga, termasuk Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) dan organisasi koperasi lainnya. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi inisiatif ini, mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi lokal. “Dengan Special Plan, pesantren bisa menjadi pelaku ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Kopontren bukan hanya memberikan manfaat bagi pesantren dan santri, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian umum. Menteri Koperasi berharap dengan penerapan Special Plan, Kopontren bisa menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi kesenjangan ekonomi di daerah-daerah yang kurang berkembang. “Koperasi ini akan menjadi pilar utama dalam Special Plan, karena mampu menggabungkan pendidikan dan ekonomi secara harmonis,” tambah Ferry.

Special Plan juga menyasar pengembangan kader dakwah yang bisa memanfaatkan koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi. Dengan pelatihan yang terstruktur dan pengelolaan keuangan yang lebih profesional, Kopontren diharapkan mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar pesantren.

Join the discussion