Skip to content
News

Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet – Damkar: Masih Hidup Saat Dievakuasi

Matthew Miller - kabarteras.com 3 mins read

Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang – Seorang balita berusia empat tahun, yang diberi

Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet – Damkar: Masih Hidup Saat Dievakuasi

Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet

Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang – Seorang balita berusia empat tahun, yang diberi inisial I, dinyatakan meninggal setelah terjatuh ke dalam lubang proyek di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Ahad (28/6/2026). Meskipun korban masih hidup saat dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran, kondisinya memburuk hingga akhirnya tidak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit. Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan memicu perhatian luas terhadap keselamatan di lokasi konstruksi.

Detik-detik Evakuasi dan Kondisi Balita

Dalam proses evakuasi, Kepala Sektor I Kecamatan Tebet, Kusnanto, mengatakan bahwa balita dalam kondisi hidup saat dikeluarkan dari lubang. “Setelah saya tanya ke anggota saya yang melakukan evakuasi, dan di situ juga disaksikan oleh warga masyarakat setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit,” tutur Kusnanto, Senin (29/6/2026). Petugas damkar mengonfirmasi bahwa korban masih bernyawa saat dikeluarkan dari lokasi kejadian, namun tiba-tiba mengalami keterpurukan setelah dipindahkan ke ambulan.

Kejadian ini terjadi saat balita sedang bermain di sekitar area proyek yang sedang dalam tahap konstruksi. Lubang proyek tersebut, yang berukuran sekitar satu meter, tidak terlihat jelas karena belum ditutupi pagar atau penutupan sementara. Kusnanto menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh warga sekitar setelah memanggil petugas darurat. Evakuasi dilakukan dengan cepat, tetapi kondisi balita memburuk sebelum sampai ke rumah sakit.

Penyebab Kecelakaan dan Pemeriksaan Selanjutnya

Penyebab balita bisa terjatuh ke dalam lubang proyek masih dalam pemeriksaan. Kusnanto menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi tentang kondisi lubang tersebut, termasuk apakah sudah ada tanda-tanda bahaya sebelum kejadian. “Kami sedang berkoordinasi dengan tim investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan ini,” tambahnya. Kementerian PUPR dan pihak proyek juga diminta untuk memeriksa laporan kecelakaan tersebut.

Pihak damkar menegaskan bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan yang mengejutkan, karena lubang tersebut tidak terlihat dari permukaan. “Saya kira ini karena kurangnya pengawasan di lokasi proyek. Anak-anak sering bermain di sana, tapi tidak ada penutupan yang memadai,” ujar salah satu anggota pemadam kebakaran. Evakuasi dilakukan segera setelah lubang ditemukan, tetapi keterlambatan dalam menolong korban berdampak pada hasilnya.

Korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di lokasi konstruksi yang sedang dalam tahap pemasangan pipa air. Lubang tersebut berada di sebelah bangunan yang sedang dibangun, dan tidak terduga oleh warga sekitar. “Kami langsung melibatkan tim medis dan ambulans setelah menerima laporan,” kata Kusnanto. Meskipun evakuasi berjalan lancar, kondisi balita memburuk di jalan, sehingga tidak dapat ditolong.

Respons Masyarakat dan Kebutuhan Keselamatan

Kejadian ini memicu kecaman dari warga setempat yang menilai kurangnya kehati-hatian di lokasi proyek. “Harus ada penutupan atau pagar di lubang itu, agar anak-anak tidak terjatuh,” ujar seorang warga, Rina, yang tinggal di dekat lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, tetapi tidak mendapat perhatian serius dari pihak proyek.

Kepala Sektor I Kecamatan Tebet juga meminta pihak proyek untuk memperketat pengawasan di area konstruksi, terutama saat anak-anak bermain di sekitar lokasi. “Saya kira ini bisa dicegah jika ada langkah pencegahan yang tepat,” katanya. Selain itu, pihak kepolisian juga turut melibatkan diri dalam investigasi untuk mengetahui apakah ada pelanggaran keselamatan yang terjadi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak proyek untuk lebih waspada terhadap risiko kecelakaan di lokasi konstruksi. Pemerintah setempat sedang mengevaluasi kebijakan keselamatan di area proyek, termasuk perlengkapan yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa. “Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang ini menjadi bencana yang bisa dihindari,” tutur Kusnanto. Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian khusus dalam perencanaan proyek di masa depan.

Join the discussion