Skip to content
Ameera

Mengubah Singkong Menjadi Komoditas Olahan Bernilai Ekonomi Tinggi

Jennifer Brown - kabarteras.com 3 mins read

Masyarakat Indonesia sering kali memandang singkong hanya sebagai bahan makanan pokok yang sederhana dan terjangkau. Namun, realitas menunjukkan bahwa

Mengubah Singkong Menjadi Komoditas Olahan Bernilai Ekonomi Tinggi

Singkong: Dari Pangan Sederhana Menuju Komoditas Ekonomi Berdaya Saing

Kabarteras.com – Masyarakat Indonesia sering kali memandang singkong hanya sebagai bahan makanan pokok yang sederhana dan terjangkau. Namun, realitas menunjukkan bahwa komoditas ini menyimpan potensi luar biasa jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Mengubah Singkong Menjadi Komoditas Olahan bernilai ekonomi tinggi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Kesadaran akan pentingnya mengolah potensi pangan daerah mendorong kolaborasi antara Universitas AKPRIND Indonesia dan Universitas Gunung Kidul. Keduanya menyelenggarakan Program Hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Padukuhan Clapar I, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Inisiatif ini bertujuan mengubah pola pikir dan kebiasaan warga dalam memanfaatkan hasil bumi mereka secara lebih produktif.

Alih-alih menjual singkong mentah dengan harga yang relatif rendah, sentuhan teknologi tepat guna dihadirkan untuk mengangkat olahan singkong ke level yang lebih tinggi. Hasilnya adalah ragam produk pangan yang lebih menarik, berdaya saing, dan bernilai ekonomi tinggi. Realisasi visi pemberdayaan ini didukung penuh oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Teknologi Tepat Guna

Ketua PMM Universitas AKPRIND Indonesia, Yuli Purwanto, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan potensi lokal masyarakat setempat secara efektif. Ia menekankan bahwa singkong tidak harus hanya dijual sebagai bahan mentah.

Program ini kami arahkan agar potensi singkong yang ada di masyarakat tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Dengan dukungan teknologi yang tepat, singkong dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yuli dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Kamis (13/8/2026).

Inti dari gerakan ini adalah pendekatan gaya hidup mandiri dan berkesinambungan. Menurut Yuli, pemberian bantuan fisik berupa peralatan teknis saja tidak cukup untuk menjamin perubahan jangka panjang. Masyarakat memerlukan pendampingan intensif agar mampu mengoperasikan, merawat, serta memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal dan berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Lokal

Program pemberdayaan ini memberikan dampak multidimensional bagi masyarakat Clapar I. Selain meningkatkan pendapatan dari penjualan produk olahan, warga juga mendapatkan keterampilan baru dalam manajemen usaha dan pemasaran. Produk-produk olahan singkong yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk diekspor ke pasar yang lebih luas.

Keberhasilan program ini juga menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin mengembangkan komoditas unggulan mereka. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat, singkong dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. Masyarakat tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah, melainkan menciptakan nilai tambah melalui inovasi produk.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Pengolahan Singkong

Apa saja produk olahan singkong yang dihasilkan dalam program ini? Program ini menghasilkan berbagai produk olahan singkong seperti keripik, tepung, dan camilan bernilai tambah tinggi yang siap dipasarkan.

Berapa lama program pemberdayaan masyarakat ini berlangsung? Program PMM ini berlangsung selama beberapa bulan dengan pendampingan intensif dari mahasiswa dan dosen universitas mitra.

Apakah program ini terbuka untuk daerah lain? Ya, program ini dirancang sebagai model yang dapat diadopsi oleh daerah lain yang memiliki potensi singkong serupa.

Bagaimana cara masyarakat mendapatkan bantuan peralatan teknis? Masyarakat dapat mengakses bantuan peralatan melalui pendaftaran program PMM yang dibuka secara berkala oleh universitas mitra.

Join the discussion