ASDP Perkuat Koordinasi Urai Antrean di Pelabuhan Ketapang
Kabarteras.com – Dirut ASDP Perkuat Koordinasi Urai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi langkah prioritas setelah volume lalu lintas penyeberangan Jawa–Bali melonjak drastis pada akhir pekan. Antrean yang membentang di area pelabuhan menekan seluruh layanan penyeberangan, mulai dari penumpang umum hingga armada logistik yang bergantung pada kepastian jadwal pengiriman. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merespons situasi ini dengan mengaktifkan protokol penanganan kepadatan secara simultan: optimalisasi kapasitas armada kapal dan penguatan koordinasi lintas instansi.
Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, menjelaskan bahwa perusahaan menjalankan dua jalur penanganan secara paralel. Jalur pertama berfokus pada pemaksimalan kapasitas operasional kapal yang tersedia. Jalur kedua menekankan komunikasi intensif dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan agar penguraian antrean berlangsung cepat tanpa mengorbankan standar keselamatan maupun kenyamanan pengguna jasa.
“Kami terus memperkuat langkah penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi melalui optimalisasi operasional kapal dan koordinasi intensif bersama regulator serta pemangku kepentingan terkait.”
Pernyataan tersebut disampaikan Heru di Jakarta pada Minggu (6/9). Ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak keterlambatan. ASDP, menurutnya, memahami bahwa gangguan jadwal menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat umum maupun pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu pengiriman barang.
Akar Tekanan: Lonjakan Logistik dan Penutupan Dermaga Sementara
Kepadatan di Ketapang bukan fenomena tanpa sebab. Data internal mencatat peningkatan volume kendaraan logistik sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya. Lonjakan ini bertepatan dengan penutupan sementara satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk yang sedang menjalani peningkatan kapasitas angkat menjadi 50 ton. Selama pekerjaan berlangsung, dermaga tersebut tidak dapat menerima kapal.
Proyek peningkatan kapasitas dermaga merupakan bagian dari penguatan infrastruktur pelabuhan yang disiapkan untuk menghadapi puncak angkutan Natal–Tahun Baru serta Idul Fitri 2027. Setelah upgrade selesai, dermaga akan mampu menampung kapal kargo berukuran lebih besar, sehingga mengurangi jumlah pelayaran yang dibutuhkan untuk mengangkut muatan setara.
Faktor tambahan yang memperparah tekanan adalah dinamika operasional di Pelabuhan Tanjung Wangi. Sebagian kendaraan logistik yang semula dijadwalkan melalui Tanjung Wangi beralih ke Ketapang akibat penyesuaian jadwal dan kapasitas di pelabuhan tersebut. Pergeseran ini menambah beban lintasan Ketapang–Gilimanuk di saat kapasitas dermaga sedang berkurang.
Penempatan Armada: 23 Kapal di Lintasan Utama, Dua Kapal Tambahan Diperbentikan
Pada Sabtu (5/9), ASDP mengoptimalkan 23 kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Seluruh armada diarahkan untuk mempercepat pelayanan penyeberangan yang volumenya melonjak signifikan. Mengingat tekanan belum sepenuhnya terurai, pada Minggu (6/9) perusahaan mengerahkan dua kapal tambahan: KMP Jatra I dan KMP Portlink 0.
“Sebagai bagian dari langkah penanganan yang optimal, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9).”
Setelah tiba, kedua kapal ditempatkan pada lintasan berbeda. KMP Jatra I memperkuat kapasitas pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, sementara KMP Portlink 0 mengoperasikan lintasan Tanjung Wangi–Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas sebagai titik sandar di sisi Bali. Dengan mengaktifkan kembali kapasitas di lintasan Tanjung Wangi–Lembar, ASDP berharap sebagian tekanan kendaraan logistik dapat dialihkan dari Ketapang–Gilimanuk ke rute alternatif, sehingga distribusi beban menjadi lebih merata tanpa menunggu penyelesaian penuh pekerjaan peningkatan dermaga.
FAQ: Penyeberangan Jawa–Bali dan Penanganan Kepadatan
Berapa jumlah kapal yang dikerahkan ASDP untuk mengurai antrean di Ketapang? ASDP mengoptimalkan 23 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk sejak Sabtu (5/9) dan menambahkan dua kapal lagi—KMP Jatra I dan KMP Portlink 0—yang dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9).
Kapan dermaga yang ditutup sementara akan kembali beroperasi? Dermaga di Ketapang dan Gilimanuk ditutup sementara selama proses peningkatan kapasitas angkat menjadi 50 ton berlangsung. Penutupan ini merupakan bagian dari persiapan infrastruktur untuk puncak angkutan Natal–Tahun Baru dan Idul Fitri 2027.
Apakah penumpang umum terdampak langsung oleh kepadatan ini? Ya. Keterlambatan jadwal penyeberangan berdampak pada seluruh pengguna jasa, termasuk penumpang umum dan pelaku logistik. ASDP telah menyampaikan permohonan maaf dan terus mengupayakan percepatan penguraian antrean melalui koordinasi dengan regulator serta pemangku kepentingan terkait.

