Skip to content
Esgnow

Resmi Dibangun, PSEL Kota Bekasi Ditargetkan Olah 500 Ribu Ton Sampah

Jennifer Brown - kabarteras.com 3 mins read

Resmi dibangun PSEL Kota Bekasi menjadi sorotan utama setelah proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat

Resmi Dibangun, PSEL Kota Bekasi Ditargetkan Olah 500 Ribu Ton Sampah

Resmi Dibangun PSEL Kota Bekasi: Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Kabarteras.com – Resmi dibangun PSEL Kota Bekasi menjadi sorotan utama setelah proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, secara resmi memasuki tahap konstruksi pada Rabu (26/8/2026). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengambil peran sentral dalam mempercepat realisasi fasilitas ini, dengan ambisi menjawab krisis persampahan yang kian mendesak sekaligus menyediakan pasokan energi bersih bagi ratusan ribu rumah tangga. Langkah ini menandai babak baru dalam pengelolaan sampah nasional yang mengedepankan pendekatan sirkular dan berbasis teknologi.

Mandat Perpres dan Proses Seleksi Konsorsium

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, menegaskan bahwa percepatan pembangunan merupakan kelanjutan langsung dari mandat yang tertuang dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Seluruh tahapan pengembangan, mulai dari kajian teknis, pemetaan risiko lingkungan, hingga seleksi mitra konsorsium, dijalankan secara terstruktur dan profesional guna menjamin kepatuhan terhadap standar regulasi yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional.

“Sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, Danantara telah bergerak cepat melanjutkan mandat pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik secara terstruktur dan profesional, termasuk di Kota Bekasi.”

Tahap seleksi konsorsium berlangsung selama satu bulan penuh, yakni dari 2 Januari hingga 30 Januari 2026. Dari enam konsorsium yang mengajukan proposal, hanya dua yang dinyatakan memenuhi seluruh kriteria setelah melewati proses penilaian berlapis yang mencakup aspek teknis, finansial, dan lingkungan. Ketatnya proses ini dimaksudkan agar mitra yang terpilih benar-benar mampu mengoperasikan fasilitas sesuai standar emisi industri Eropa.

“Dari enam konsorsium tersebut, hanya dua konsorsium yang berhasil lolos evaluasi dan kita menggunakan energi hijau serta memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU-IED atau European Industrial Emission Directive.”

Kapasitas Pengolahan, Dampak Lingkungan, dan Nilai Investasi

Fasilitas PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun. Kapasitas tersebut diproyeksikan sanggup menanggulangi sekitar 70 persen timbulan sampah yang terolah di wilayah Kota Bekasi, sehingga beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang secara signifikan dan risiko pencemaran tanah serta air tanah dapat ditekan secara drastis.

Dampak lingkungan yang diharapkan melampaui sekadar pengurangan volume sampah. Operasional fasilitas ini diproyeksikan mampu menekan emisi gas rumah kaca dari TPA hingga 80 persen dan memangkas emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO₂ setiap tahun. Dari sisi energi, listrik yang dihasilkan diperkirakan cukup untuk menyuplai kebutuhan sekitar 55 ribu rumah tangga di Kota Bekasi, mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55 ribu rumah masyarakat Kota Bekasi.”

Proyek ini diperkirakan menyerap investasi sekitar Rp3 triliun. Selain menghasilkan listrik bersih, pembangunan dan operasionalnya diproyeksikan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja hijau selama masa konstruksi maupun fase operasional. Kebutuhan lahan pembuangan sampah juga dipangkas hingga sekitar 90 persen, membuka ruang bagi pemanfaatan lahan untuk fungsi produktif lainnya. Pandu menutup pidatonya dengan ajakan agar persoalan sampah ditangani secara kolektif lintas pemangku kepentingan, bukan menjadi beban satu daerah atau satu instansi saja.

“Mari berkolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah.”

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui tentang PSEL Kota Bekasi

Kapan PSEL Kota Bekasi mulai beroperasi secara penuh? Proyek resmi memasuki tahap konstruksi pada 26 Agustus 2026. Jadwal operasional penuh belum diumumkan secara spesifik, namun percepatan pembangunan ditargetkan sesuai mandat Perpres Nomor 109 Tahun 2025 dengan pengawasan ketat dari Danantara.

Berapa kapasitas pengolahan sampah yang ditargetkan? Fasilitas ditargetkan mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, yang setara dengan sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi. Sisanya tetap ditangani melalui sistem pengelolaan sampah konvensional dan daur ulang.

Apakah proyek ini ramah lingkungan? Ya. Fasilitas dirancang mengacu pada standar emisi industri Eropa (EU-IED) dan diproyeksikan menekan emisi TPA hingga 80 persen serta memangkas 640 ribu ton setara CO₂ per tahun, menjadikannya salah satu proyek pengolahan sampah paling bersih di kawasan.

Berapa besar investasi dan dampak ekonomi yang dihasilkan? Proyek diperkirakan menyerap sekitar Rp3 triliun dan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Selain itu, pengurangan kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen berpotensi menghemat anggaran pengelolaan sampah daerah dalam jangka panjang.

Join the discussion