Skip to content
Khazanah

6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini

Emily Anderson - kabarteras.com 6 mins read

6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT merupakan tema penting dalam ajaran Islam yang sering kali terlupakan oleh umat manusia modern. Berbagai dalil dari

6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini

6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT: Akhlak yang Masih Banyak Dijumpai di Zaman Ini

Kabarteras.com – 6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT merupakan tema penting dalam ajaran Islam yang sering kali terlupakan oleh umat manusia modern. Berbagai dalil dari Alquran dan hadis telah menguraikan secara rinci mengenai perilaku, sifat, serta karakter manusia yang tidak disukai oleh Allah Ta’ala. Tidak semua sifat yang ditolak Allah memiliki tingkat keparahan yang sama. Beberapa di antaranya merupakan bentuk kekufuran yang dapat mengeluarkan seseorang dari agama Islam, sementara yang lain masuk kategori dosa besar atau kemaksiatan. Ada pula yang hanya bersifat makruh.

Sebagai buah dari kecintaan seorang hamba kepada Sang Pencipta dan kesempurnaan imannya, ia akan mencintai apa yang dicintai Allah, membenci apa yang dibenci-Nya, ridha terhadap apa yang diridhai-Nya, serta marah terhadap apa yang membuat-Nya murka. Pemahaman mendalam tentang sifat-sifat tercela ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadian muslim yang sejati.

1. Kesombongan dan Kebanggaan Diri

Salah satu akhlak yang paling dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kesombongan, membanggakan diri, dan keangkuhan. Sifat kibr atau kesombongan muncul ketika seseorang merasa kagum terhadap dirinya sendiri sehingga memandang dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al-A’raf ayat 143 yang menjelaskan bagaimana kesombongan menjadi penghalang antara hamba dan Sang Pencipta.

Sementara itu, fakhr atau membanggakan diri berkaitan dengan memamerkan hal-hal yang berada di luar diri seseorang. Hal ini mencakup harta kekayaan, kedudukan, jabatan, maupun status sosial yang dimilikinya. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.

Khususnya, khuyalā’ atau keangkuhan merupakan sikap sombong yang muncul karena seseorang membayangkan adanya kelebihan pada dirinya sendiri. Sikap ini membuat seseorang merasa lebih tinggi dan lebih baik dari orang lain tanpa alasan yang jelas. Keangkuhan sering kali berakar dari rasa bangga berlebihan terhadap keturunan, kecantikan, atau kecerdasan pribadi.

Di antara akhlak yang paling dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kesombongan, membanggakan diri, dan keangkuhan. Sifat-sifat ini menjadi penghalang utama dalam menerima kebenaran dan petunjuk Ilahi.

Kesombongan (kibr) adalah rasa kagum seseorang terhadap dirinya sendiri hingga ia memandang dirinya lebih baik daripada orang lain. Hal ini tercermin dalam cara seseorang berbicara, berjalan, dan berinteraksi dengan sesama manusia.

Adapun fakhr atau membanggakan diri adalah membanggakan sesuatu yang berada di luar diri seseorang, seperti harta, kedudukan, jabatan, dan status sosial. Orang yang suka fakhr cenderung memamerkan kepemilikannya di depan umum.

Sementara khuyalā’ atau keangkuhan adalah sikap sombong karena seseorang membayangkan adanya kelebihan pada dirinya. Keangkuhan ini sering kali tidak disadari oleh pemiliknya dan muncul secara alami dalam perilaku sehari-hari.

2. Dengki dan Hasad

Sifat dengki atau hasad merupakan salah satu 6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang sangat berbahaya bagi kehidupan sosial. Dengki adalah keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang atau ditimpa bencana. Sifat ini berbeda dengan iri hati yang hanya menginginkan apa yang dimiliki orang lain tanpa mengharapkan hilangnya nikmat tersebut.

Dengki dapat merusak hubungan antar manusia dan menyebabkan permusuhan yang berkepanjangan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Falaq ayat 4 yang memerintahkan hamba-Nya untuk berlindung dari kejahatan orang-orang yang dengki. Dalam hadis riwayat Abu Daud, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa dengki akan memakan nikmat sebagaimana api memakan kayu bakar.

Orang yang memiliki sifat dengki sering kali merasa tidak tenang dan bahagia ketika melihat orang lain mendapatkan kesuksesan. Mereka cenderung mencari-cari kesalahan orang lain dan merasa senang ketika orang yang mereka dengki mengalami kegagalan. Sifat ini sangat merugikan bagi perkembangan spiritual dan emosional seseorang.

3. Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Sombong dan meremehkan orang lain merupakan manifestasi dari kesombongan yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, sifat ini memiliki dimensi sosial yang lebih kuat karena langsung mempengaruhi interaksi dengan sesama manusia. Orang yang sombong cenderung tidak menghargai pendapat orang lain dan merasa dirinya paling benar.

Meremehkan orang lain dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari merendahkan penampilan fisik, kecerdasan, hingga status sosial seseorang. Sifat ini sangat dibenci Allah karena menunjukkan ketidakrendahan hati dan ketidakmampuan untuk menghargai ciptaan-Nya. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 11, Allah SWT melarang merendahkan orang lain dan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak terpuji.

4. Riya’ dan Pamer

Riya’ atau pamer dalam beribadah merupakan sifat tercela yang sering kali luput dari perhatian banyak orang. Riya’ adalah melakukan amal ibadah bukan karena Allah, tetapi untuk dilihat dan dipuji oleh manusia. Sifat ini termasuk dalam kategori syirik kecil yang dapat merusak keikhlasan dalam beribadah.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa riya’ adalah sekutu tersembunyi yang dapat merusak amal ibadah seseorang. Orang yang riya’ cenderung melakukan ibadah secara berlebihan ketika ada orang lain yang melihatnya, tetapi menjadi malas ketika sendirian. Sifat ini sangat berbahaya karena dapat membuat seseorang merasa telah beribadah dengan baik padahal amalnya tidak diterima oleh Allah.

5. Dengki terhadap Keberhasilan Orang Lain

Dengki terhadap keberhasilan orang lain merupakan bentuk khusus dari hasad yang sering kali muncul dalam kehidupan modern. Sifat ini semakin kuat dengan adanya media sosial yang memungkinkan orang untuk membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain secara terus-menerus.

Orang yang memiliki sifat ini cenderung merasa tidak adil ketika melihat orang lain mendapatkan kesuksesan, meskipun kesuksesan tersebut merupakan hasil dari usaha dan doa yang tulus. Mereka sering kali menyalahkan keadaan atau orang lain atas kegagalan mereka sendiri, alih-alih melakukan introspeksi diri.

6. Sombong terhadap Ilmu dan Pengetahuan

Sombong terhadap ilmu dan pengetahuan merupakan sifat tercela yang sering kali dimiliki oleh orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi atau keahlian khusus. Sifat ini membuat seseorang merasa lebih pintar dan lebih tahu dibandingkan orang lain, sehingga sulit menerima nasihat atau bimbingan dari siapa pun.

Ilmu yang tidak disertai dengan kerendahan hati dapat menjadi sumber kesombongan yang berbahaya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 269 yang menjelaskan bahwa ilmu adalah anugerah yang harus disyukuri, bukan menjadi alasan untuk sombong. Orang yang sombong terhadap ilmu cenderung menutup diri dari pembelajaran baru dan tidak menghargai pendapat orang lain.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang 6 Sifat Tercela yang Dibenci

Apa saja 6 sifat tercela yang dibenci Allah SWT?

6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT meliputi kesombongan, dengki, sombong dan meremehkan orang lain, riya’, dengki terhadap keberhasilan orang lain, serta sombong terhadap ilmu dan pengetahuan. Sifat-sifat ini disebutkan dalam berbagai dalil Alquran dan hadis sebagai perilaku yang tidak disukai oleh Allah.

Bagaimana cara menghilangkan sifat sombong?

Cara menghilangkan sifat sombong antara lain dengan selalu mengingat bahwa segala nikmat berasal dari Allah, merendahkan diri di hadapan Allah dan manusia, serta menghargai kelebihan orang lain. Doa dan dzikir juga membantu membersihkan hati dari sifat sombong.

Apakah dengki termasuk dosa besar?

Dengki termasuk dalam kategori dosa yang dapat menjadi dosa besar jika dilakukan secara terus-menerus dan tidak disertai dengan taubat. Dengki dapat merusak hubungan sosial dan spiritual seseorang, sehingga perlu segera diperbaiki.

Bagaimana membedakan dengki dan iri hati?

Dengki adalah keinginan agar nikmat orang lain hilang, sedangkan iri hati hanya menginginkan apa yang dimiliki orang lain tanpa mengharapkan hilangnya nikmat tersebut. Dengki lebih berbahaya karena mengandung unsur keburukan bagi orang lain.

Apa dampak riya’ terhadap amal ibadah?

Riya’ dapat merusak keikhlasan dalam beribadah dan membuat amal ibadah tidak diterima oleh Allah. Orang yang riya’ cenderung melakukan ibadah untuk dilihat manusia, bukan karena Allah, sehingga amalnya menjadi sia-sia di akhirat nanti.

Bagaimana cara menghindari sifat sombong terhadap ilmu?

Cara menghindari sifat sombong terhadap ilmu antara lain dengan selalu belajar dari orang lain, menghargai pendapat orang lain, dan mengingat bahwa ilmu adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. Kerendahan hati dalam belajar juga membantu mengurangi sifat sombong.

Kesimpulan

Memahami dan menghindari 6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT merupakan langkah penting dalam membentuk kepribadian muslim yang sejati. Setiap sifat tercela memiliki dampak negatif terhadap kehidupan spiritual dan sosial seseorang. Dengan kesadaran dan usaha yang konsisten, kita dapat membersihkan hati dari sifat-sifat tercela ini dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi pembaca dalam memahami dan menghindari sifat-sifat tercela yang sering kali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bersama-sama berusaha menjadi hamba Allah yang lebih baik dengan membersihkan hati dari sifat-sifat yang dibenci-Nya.

Join the discussion