Adara Relief Perkuat Peran Pemuda dalam Edukasi Palestina melalui Saladin Leadership Circle
Kabarteras.com – Adara Relief International mendorong keterlibatan generasi muda dalam penguatan pemahaman isu Palestina melalui program Saladin Leadership Circle. Inisiatif ini dirancang tidak semata-mata sebagai ruang belajar mengenai Baitul Maqdis dan Palestina, melainkan juga sebagai proses pembinaan kepemimpinan agar peserta mampu menyampaikan isu kemanusiaan tersebut di lingkungan mereka.
Program ini menjadi bagian dari Saladin Mission, rangkaian edukasi Adara yang secara khusus menyasar pemuda. Kegiatan diselenggarakan secara rutin selama satu tahun dengan format pertemuan tatap muka dan daring. Dengan pola tersebut, peserta memperoleh ruang untuk memperdalam pengetahuan sekaligus membangun jejaring dengan sesama anak muda yang memiliki perhatian terhadap Palestina.
Kolaborasi dengan komunitas kampus
Saladin Leadership Circle yang berlangsung di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, pada Sabtu, 26 September 2026, turut menggandeng sejumlah mitra. Salah satunya ialah Lembaga Dakwah Kampus Karisma UAI. Kerja sama tersebut membuka akses program bagi mahasiswa dan komunitas pemuda di lingkungan perguruan tinggi.
Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, menjelaskan bahwa Leadership Circle merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam Saladin Mission. Program itu disiapkan untuk menjangkau pemuda melalui pendekatan edukasi yang berlangsung berkelanjutan.
“Pada hakikatnya Adara punya satu program, Saladin Mission, di mana kita dengan edukasi tapi segmennya kepada para pemuda. Salah satu program dari Saladin Mission ini Leadership Circle,”
Maryam, yang akrab disapa Maya, menekankan bahwa pembinaan pemuda penting karena mereka dapat menjadi penghubung informasi dan penggerak diskusi di komunitas masing-masing. Kampus, sekolah, organisasi, serta kelompok pertemanan menjadi ruang yang relevan untuk memperluas kepedulian terhadap isu kemanusiaan Palestina.
Palestina dan perhatian terhadap Al-Aqsa
Isu Palestina ditempatkan sebagai fokus utama dalam program tersebut. Bagi Adara, persoalan yang terjadi di wilayah itu tetap memiliki dimensi kemanusiaan, keagamaan, dan internasional yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Kondisi Masjid Al-Aqsa juga menjadi salah satu alasan umat Islam terus menjaga kepedulian terhadap Baitul Maqdis.
“Palestina menjadi pusat persoalan dunia. Selesai Palestina, selesai kayaknya dunia. Ini yang membuat kita harus terus menyuarakan,”
Edukasi yang diberikan kepada pemuda diharapkan tidak berhenti pada pengenalan sejarah atau perkembangan isu. Peserta juga diarahkan untuk memiliki kemampuan menyampaikan gagasan secara bijak, memahami konteks kemanusiaan, dan menumbuhkan kepemimpinan yang dapat memberi dampak positif bagi lingkungannya.
Pendekatan semacam ini memberi ruang bagi anak muda untuk terlibat secara sadar dalam isu global tanpa harus terlepas dari realitas di sekitar mereka. Kepedulian dapat diwujudkan melalui kegiatan belajar, diskusi, penyebaran informasi yang bertanggung jawab, serta penguatan solidaritas kemanusiaan di komunitas masing-masing.
Menjangkau kelompok usia yang lebih luas
Sebelum memperluas program bagi pemuda, Adara telah menjalankan edukasi Palestina untuk berbagai kelompok. Sasaran kegiatannya mencakup majelis taklim dan murid sekolah dasar melalui program Al-Aqsa Berkisah. Saladin Leadership Circle melengkapi jangkauan tersebut dengan melibatkan pelajar SMA, mahasiswa, serta pemuda yang baru menuntaskan pendidikan tinggi.
“Jadi kita bisa merambah ke seluruh segmen,”
Perluasan sasaran ini menunjukkan upaya membangun kesinambungan edukasi pada berbagai tahap usia. Anak-anak dapat memperoleh pengenalan awal melalui materi yang sesuai dengan usia mereka, sedangkan remaja dan mahasiswa memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan pemahaman, kepemimpinan, dan keterampilan berkomunikasi.
Bagi peserta usia SMA hingga pemuda awal karier, Leadership Circle dapat menjadi wadah untuk melihat isu Palestina secara lebih menyeluruh. Mereka tidak hanya diajak mengenali nilai penting Baitul Maqdis, tetapi juga memahami arti solidaritas terhadap warga sipil, anak-anak, dan perempuan yang berada dalam situasi penjajahan.
Kehadiran organisasi kampus dalam pelaksanaan kegiatan juga memperlihatkan pentingnya kerja sama antar komunitas. Ketika edukasi tidak berjalan sendiri-sendiri, pesan kemanusiaan berpeluang menjangkau lebih banyak kalangan dan dapat dibicarakan dalam ruang yang dekat dengan kehidupan pemuda.
Melalui Saladin Leadership Circle, Adara Relief International menempatkan pemuda sebagai bagian penting dalam keberlanjutan edukasi Palestina. Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, kepedulian, serta kapasitas kepemimpinan untuk terus membawa isu Baitul Maqdis dan Palestina ke ruang-ruang sosial mereka.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Adara Relief Perluas Edukasi Palestina kepada?
Adara Relief Perluas Edukasi Palestina kepada is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Adara Relief Perluas Edukasi Palestina kepada matter?
Adara Relief Perluas Edukasi Palestina kepada matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

