Reuni Insan Cendekia, Nostalgia dan Kolaborasi untuk Membangun Negeri
Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, para lulusan angkatan ke-4 SMU/MAN Insan Cendekia Serpong yang dikenal dengan sebutan "La Quatrieme Generation" berkumpul kembali
Peringatan seperempat abad alumni angkatan ke-4 MAN Insan Cendekia Serpong
Kabarteras.com – Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, para lulusan angkatan ke-4 SMU/MAN Insan Cendekia Serpong yang dikenal dengan sebutan “La Quatrieme Generation” berkumpul kembali dalam sebuah reuni bertajak 25 tahun. Pertemuan tersebut berlangsung di Sky Ballroom Mercure BSD, Tangerang, dan dihadiri sekitar dua pertiga dari keseluruhan anggota angkatan, ditambah hampir seluruh guru yang pernah mendidik mereka lebih dari seperempat abad silam.
Akar sejarah dan posisi institusi
Sekolah ini berawal dari gagasan visioner Presiden ke-3 RI, Prof Dr -Ing Bacharuddin Jusuf Habibie, yang pada 1996 menginisiasi pendiriannya melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Berdiri di kawasan sekitar Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, lembaga pendidikan tersebut dirancang sebagai Magnet School dengan tujuan mencetak sumber daya manusia berkelas tinggi yang menguasai IPTEK sekaligus berlandaskan iman dan takwa (imtak).
Setelah kini berada di bawah Kementerian Agama, MAN Insan Cendekia Serpong tetap menjaga posisinya di jajaran lima besar sekolah terbaik nasional. Prestasi di Olimpiade Sains tingkat nasional maupun internasional diraih secara konsisten, demikian pula peringkat pertama nasional pada Ujian Nasional yang menjadi catatan rutin setiap tahun.
Pesan para narasumber
Danang Rizki Ginanjar, yang memimpin panitia reuni dan memiliki latar belakang sebagai Staf Khusus Menteri di Bappenas serta Kemenristek/BRIN sekaligus direksi anak perusahaan BUMN, menegaskan peran strategis para alumni.
“Lulusan Insan Cendekia yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan SDM unggul untuk membangun bangsa. Ini semua buah dari jasa Ibu dan Bapak Guru yang abadi di setiap langkah sukses kita hari ini.”
dr Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK(K), seorang Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dengan subspesialisasi Bakteriologi di RS UI sekaligus dosen Universitas Indonesia, mewakili angkatan dalam menyatakan bahwa reuni bukan sekadar kenangan masa lalu.
“Harapannya bibit baik yang sudah ditanamkan oleh guru-guru kita tidak terhenti dan semakin bermanfaat.”
Persahini Sidik, yang akrab disapa Ibu Penny dan pernah menjabat kepala MAN Insan Cendekia, menyampaikan pesan yang menyentuh hati para hadirin.
“Reuni ini bukan sekadar temu kangen, tapi pengingat dari mana kita berasal dan hidup kita yang harus memberikan manfaat bagi seluruh umat.”
Kastolan, mantan guru matematika angkatan ke-4 yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Agama, turut memberikan pesan singkat.
“Mari kita terus menjaga silaturahmi dan saling menginspirasi.”
Ipik Ernaka, Wakil Kepala bidang Humas MAN Insan Cendekia Serpong, mengingatkan kembali filosofi inti sekolah: pencapaian tertinggi dan mendalam dalam keilmuan, serta keseimbangan antara penguasaan iptek dengan iman dan takwa.
“Dan terpenting pada keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan takwa. Itulah bekal para alumni dalam mengarungi bahtera kehidupan di masa depan.”
Momen penghormatan dan penutup
Suasana ruangan berubah khidmat ketika sesi Tribute dan Doa Bersama dipimpin Ustaz M Bahrul Ulum. Sesi tersebut dipersembahkan bagi lima guru serta satu alumni angkatan ke-4 yang telah berpulang: Abdul Ghawi, Eko Purnomo, Japar, Youngki Ishardiyanto, Zulhiswan, dan Irwan Hadi.
Acara yang dipandu oleh duet MC Dayu Purnama A dan Ahmad Sujiman menggarisbawahi fungsi reuni sebagai wadah jejaring untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi Indonesia. Penutupan berlangsung khidmat melalui doa kafaratul majelis yang dilantunkan Ustad Abdul Jalil, dilanjutkan sesi foto bersama.
Kesuksesan penyelenggaraan reuni ini tidak terlepas dari dukungan gotong royong para alumni secara pribadi serta partisipasi Tempo Scan, BTN, Biotek Group, Hayed Consulting, Menata Citra Selaras (MCS), Cireng Ceria, INDI Group, INDI Communication, INDI Technology, dan TUTURE production house.
Momen peringatan 25 tahun ini menjadi bukti bahwa tolok ukur keberhasilan lulusan sekolah terbaik tidak diukur semata dari tinggi rendahnya jabatan profesi, melainkan dari penghormatan yang tulus dan abadi terhadap jasa para guru yang telah menanamkan nilai-nilai luhur kehidupan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Reuni Insan Cendekia Nostalgia dan Kolaborasi?
Reuni Insan Cendekia Nostalgia dan Kolaborasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Reuni Insan Cendekia Nostalgia dan Kolaborasi matter?
Reuni Insan Cendekia Nostalgia dan Kolaborasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
