Sinergi Amil Zakat-Sinergi Foundation dan UPZDK Permata Bank Syariah Perluas Dampak Zakat
Kerja sama strategis antara Sinergi Amil Zakat Sinergi Foundation dan Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah kembali memperluas
Sinergi Amil Zakat Sinergi Foundation Perluas Dampak Zakat Lewat Jembatan
Kabarteras.com – Kerja sama strategis antara Sinergi Amil Zakat Sinergi Foundation dan Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah kembali memperluas manfaat zakat di Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan pada pembangunan enam jembatan baru di kawasan terpencil Jawa Barat sebagai wujud nyata pemanfaatan dana umat untuk infrastruktur sosial.
Infrastruktur yang direncanakan ini diharapkan dapat membuka berbagai akses yang sebelumnya tertutup bagi masyarakat. Mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga mobilitas warga dan aktivitas ekonomi yang selama ini terhambat karena minimnya sarana penghubung antarwilayah.
Penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta
Komitmen tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Acara berlangsung di Kantor Pusat Permata Bank yang berlokasi di Gedung World Trade Center (WTC) II, Jakarta Selatan, pada hari Rabu tanggal 29 Juli 2026.
Tiga tokoh utama hadir dalam prosesi tersebut, yaitu Direktur Sinergi Amil Zakat Waeli Mohdan, CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia, serta Ketua UPZDK Permata Bank Syariah Awaludin Gumbira. Kehadiran mereka menandakan keseriusan kedua lembaga dalam memperluas jangkauan program zakat.
Sebelum tahap konstruksi dimulai, seluruh titik lokasi akan menjalani proses asesmen menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan bahwa jembatan yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat serta memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas lokal.
Kelanjutan Kemitraan yang Sudah Berjalan
Kolaborasi ini merupakan lanjutan dari partnership yang telah terjalin sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, Sinergi Amil Zakat Sinergi Foundation bersama UPZDK Permata Bank Syariah telah menghadirkan beragam program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Program tersebut mencakup layanan kesehatan melalui Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), bantuan sosial, serta pembangunan enam jembatan yang saat ini sudah dimanfaatkan warga di berbagai daerah. Keberhasilan program sebelumnya menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut.
Keenam jembatan tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain Jembatan Kramat di Banten, Jembatan Cibareno dan Bantar Kalapa di perbatasan Banten-Jawa Barat, serta Jembatan Leuwitepungan, Cisarakan, dan Cibaregbeg yang berada di Jawa Barat.
Kehadiran infrastruktur ini telah membuka akses bagi ribuan penduduk untuk mencapai sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi harian mereka. Dampak positif ini menjadi bukti nyata efektivitas pengelolaan zakat.
Evaluasi dan Pengembangan Kolaborasi
Pertemuan kali ini juga berfungsi sebagai momentum evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan. Kedua belah pihak membahas laporan capaian, hasil kajian dampak, serta peluang pengembangan kolaborasi agar pemanfaatan dana zakat semakin efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan memberikan dampak yang jauh melampaui fungsi fisiknya semata.
“Baik dari sisi muamalah antara penerima manfaat, sisi pendidikan, sisi kesehatan, sisi sosial, dan pemberian ekonomi, semuanya bisa terangkat dengan adanya instrumen jembatan ini,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memaksimalkan penyaluran dana umat yang dikelola agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional.
“Mudah-mudahan dengan keberlangsungan dan tambahan kerjasama kolaborasi dengan Sinergi Foundation ini, semakin banyak masyarakat dan umat penerima manfaat dari dana zakat ini yang terangkat derajat ekonominya,” ujar Awaludin.
Sementara itu, Direktur Sinergi Amil Zakat, Waeli Mohdan, menegaskan bahwa setiap amanah yang dipercayakan para mitra akan dikelola secara profesional dengan fokus pada dampak nyata bagi masyarakat.
“Insya Allah amanah ini akan kami jalankan sebaik-baiknya. dana umat yang dititipkan UPZDK Permata Bank Syariah kami ikhtiarkan dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan, Kamis (6/8/2026).
Ini bukan sekadar membangun jembatan, tetapi membangun harapan dan membuka akses kehidupan lebih baik. Semoga, kata dia, kolaborasi ini menjadi ikhtiar bersama memperluas kebermanfaatan dan menghadirkan lebih banyak kebaikan untuk umat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kolaborasi Zakat
Apa tujuan utama pembangunan jembatan dalam kolaborasi ini? Tujuan utamanya adalah membuka akses masyarakat terpencil terhadap pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi yang selama ini terhambat.
Berapa jumlah jembatan yang akan dibangun? Terdapat enam jembatan baru yang direncanakan dibangun di kawasan Jawa Barat dan Banten.
Kapan penandatanganan MoU dilakukan? Penandatanganan Nota Kesepahaman berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026 di Jakarta Selatan.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam kolaborasi ini? Pihak yang terlibat meliputi Sinergi Amil Zakat Sinergi Foundation dan UPZDK Permata Bank Syariah dengan perwakilan masing-masing lembaga.
Bagaimana dampak jembatan bagi masyarakat lokal? Jembatan membuka akses bagi ribuan penduduk untuk mencapai sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, serta memperlancar aktivitas ekonomi harian mereka.
