Ajarkan Gaya Hidup Sehat, Dua Kampus di Surabaya Dampingi Kelompok Lansia di di Bojonegoro
Ajarkan Gaya Hidup Sehat Dua Kampus - Di tengah suasana pagi yang tenang, balai pertemuan Dusun Tikung, Desa Gondang, Kabupaten Bojonegoro, tampak penuh
Ajarkan Gaya Hidup Sehat Dua Kampus di Bojonegoro
Kabarteras.com – Ajarkan Gaya Hidup Sehat Dua Kampus – Di tengah suasana pagi yang tenang, balai pertemuan Dusun Tikung, Desa Gondang, Kabupaten Bojonegoro, tampak penuh kehangatan. Senyum mengembang di wajah para lansia yang hadir, sementara irama musik senam mengalun lembut. Puluhan peserta mengikuti setiap gerakan dengan penuh antusiasme. Beberapa memang masih sesekali menyentuh lutut atau pinggang yang terasa nyeri, namun semangat mereka untuk terus bergerak tidak pernah luntur. Bagi mereka, momen pagi ini bukan sekadar olahraga biasa, melainkan upaya untuk menjaga kesehatan, kemandirian, dan menikmati masa tua dengan lebih baik.
Program Pengabdian yang Berkelanjutan
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya bersama Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Pendampingan terhadap Kelompok Prolanis Margo Waras ini berlangsung sejak bulan Mei hingga Agustus 2026. Program tersebut lahir sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia, khususnya di wilayah semiperdesaan.
Desa Gondang dikenal sebagai kawasan agraris dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan pekerja sektor informal. Keterbatasan akses layanan kesehatan lanjutan menjadikan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sebagai wadah strategis bagi para lansia untuk menjaga kesehatan dan saling mendukung. Melalui pendekatan holistik, kedua institusi pendidikan tinggi ini berhasil menciptakan model pendampingan yang dapat diadaptasi oleh komunitas lokal.
Ketua tim pengabdian, Anastasia Putu Martha Anggarani, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan fisik lansia, tetapi juga membangun sistem pendampingan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan kader-kader lokal, program ini memastikan bahwa manfaatnya akan terus dirasakan bahkan setelah periode pendampingan formal berakhir.
Kami ingin menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan, bukan kegiatan yang berhenti setelah satu kali pelaksanaan. Harapannya, lansia tetap aktif bergerak, sementara kader memiliki kemampuan untuk terus mendampingi mereka secara mandiri.
Model Pendampingan Berbasis Kemitraan
Program ini mendapat dukungan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun pendanaan 2026. Dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, program ini mengusung Model Pendampingan Berkelanjutan Berbasis Kemitraan bagi Gerak dan Fungsi Lansia.
Melalui pendekatan ini, tim pengabdian berupaya meningkatkan fungsi gerak para lansia, memperkuat kapasitas kader Prolanis, serta menyusun mekanisme pemantauan kondisi fisik yang sederhana dan mudah diterapkan secara berkelanjutan. Setiap sesi pendampingan dirancang untuk memberikan manfaat maksimal bagi peserta, baik secara fisik maupun psikologis.
Kegiatan dimulai dengan latihan gerak yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Dosen dan mahasiswa mendampingi peserta melakukan berbagai latihan sederhana untuk meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot. Selain itu, para lansia juga menerima edukasi mengenai penggunaan alat bantu aktivitas, seperti deker lutut, korset lumbal, dan alas kaki penurun kadar gula darah.
Para peserta tidak hanya belajar di lokasi kegiatan, tetapi juga diajarkan gerakan-gerakan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Latihan ini bertujuan membantu mengurangi keluhan nyeri sendi, mengatasi kekakuan pada lutut, pinggang, maupun bahu, serta mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan konsistensi latihan, banyak peserta melaporkan peningkatan kualitas hidup yang signifikan.
Manfaat Nyata bagi Peserta dan Kader
Bagi para peserta, pendampingan ini memberikan manfaat yang sangat terasa. Salah seorang anggota Prolanis mengungkapkan perubahannya setelah mengikuti program ini.
Dulu saya sering takut bergerak karena lutut terasa sakit. Setelah diajari latihan yang benar, badan terasa lebih ringan dan saya jadi lebih semangat beraktivitas setiap hari.
Pendampingan tidak hanya menyasar para lansia. Tim pengabdian juga memberikan pelatihan kepada kader Prolanis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat komunitas. Para kader dibekali keterampilan memandu latihan gerak secara aman, memantau perkembangan kondisi lansia, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung administrasi organisasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat.
Data hasil asesmen awal menunjukkan bahwa tantangan kesehatan yang dihadapi anggota Prolanis Margo Waras cukup kompleks. Sekitar 90 persen peserta merupakan penyandang hipertensi, sementara 80 persen hidup dengan diabetes melitus. Selain itu, sekitar 70 persen mengeluhkan nyeri sendi, terutama pada lutut dan pergelangan kaki, disertai kekakuan otot, gangguan keseimbangan, serta keterbatasan aktivitas fungsional yang meningkatkan risiko jatuh dan ketergantungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program
Apa itu Program Prolanis? Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah program kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit kronis melalui edukasi, pendampingan, dan pemantauan rutin.
Bagaimana cara bergabung dengan program ini? Masyarakat yang tertarik dapat menghubungi kader Prolanis Margo Waras di Desa Gondang atau melalui kantor Puskesmas setempat untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan persyaratan keanggotaan.
Apakah program ini terbuka untuk semua usia? Meskipun fokus utama adalah pada lansia, program ini juga menerima peserta dari berbagai usia yang memiliki kondisi kesehatan serupa dan membutuhkan pendampingan serupa.
Bagaimana cara menghubungi tim pengabdian? Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya atau Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya melalui website resmi masing-masing institusi.
