Skip to content
News

Dari Kebaya Hingga UMKM, Festival Merah Putih Perkuat Gerakan Perempuan

Sarah Jones - kabarteras.com 4 mins read

Hotel Borobudur di Jakarta menjadi tuan rumah Festival Merah Putih pada Ahad, 23 Agustus 2026. Acara ini mempertemukan tiga organisasi perempuan besar—Kongres

Dari Kebaya Hingga UMKM, Festival Merah Putih Perkuat Gerakan Perempuan

Festival Merah Putih: Kolaborasi Perempuan Indonesia dari Kebaya hingga Penguatan UMKM

Kabarteras.com – Hotel Borobudur di Jakarta menjadi tuan rumah Festival Merah Putih pada Ahad, 23 Agustus 2026. Acara ini mempertemukan tiga organisasi perempuan besar—Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Perkumpulan Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI)—dalam satu panggung yang mengusung tiga pilar utama: pelestarian warisan budaya, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi berbasis UMKM.

Perwakilan Organisasi dan Dunia Kreatisi Hadir

Hadir dalam gelaran tersebut sejumlah pimpinan organisasi perempuan, antara lain Nannie Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029, Lana T Koentjoro sebagai Ketua Umum PIM, serta Bundo Suherni Syam yang memimpin PPMI. Turut hadir Tantri Relatami (Pembina DPP PIM), Francisca Sestri (Rektor UNIPI dan Dewan Pembina DPP PIM), Soraya Togas (Dewan Pengawas DPP PIM), dan Aisyah Melissa Hamid (Ketua Umum BPP HIPMI Womenpreneur).

Dukungan dari dunia kreatif juga terasa kuat. Para desainer dan pelaku industri busana yang terlibat dalam fashion show antara lain Bhyandha by Halida Noor, MIWA Pattern by Mira Hoeng, Enny Collection by Enny, Edith House by Edita, Imogen by Sasa, Rizz Ashar by Fariz Ashar, Meemaa Style, Rakuna by Ratna Kurnia, Opie Ovie, dan Lenny Agustin. Mereka hadir bersama perwakilan panitia, mitra pendukung, serta juri yang turut menghidupkan rangkaian acara.

Rangkaian Acara yang Melibatkan Semua Generasi

Festival ini menyajikan Parade Kebaya Merah Putih, talk show, pertunjukan seni, special show, hingga fashion show. Yang membedakan acara ini dari event serupa adalah keterlibatan lintas usia—mulai dari anak-anak hingga generasi muda—sehingga pesan budaya dan persatuan tersampaikan secara inklusif.

Lana T Koentjoro: Perbedaan sebagai Kekuatan

Ketua Umum PIM Lana T Koentjoro menegaskan bahwa Festival Merah Putih merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi dan kerja sama antarelemen perempuan Indonesia. Baginya, keragaman latar belakang organisasi justru menjadi kekuatan ketika disatukan dalam kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ketika perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan kegiatan yang positif, tentu akan memberikan energi yang besar bagi kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia.”

Ia mengungkapkan bahwa gagasan festival ini berawal dari komunikasi langsung dengan Bundo Suherni Syam, Ketua Umum PPMI. Dari percakapan tersebut, kolaborasi kemudian berkembang menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan.

Menurut Lana, kehadiran anak-anak dan generasi muda dalam acara semacam ini bukan sekadar pelengkap. Mereka memegang peran strategis sebagai pewaris nilai-nilai budaya Indonesia untuk generasi mendatang.

“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini.”

Nannie Hadi Tjahjanto: Kebaya sebagai Motor Ekonomi

Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto menekankan bahwa pelestarian kebaya melampaui sekadar menjaga warisan budaya. Busana tradisional ini, menurutnya, menyimpan potensi ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan pengrajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.

Pengembangan kebaya, lanjut Nannie, menyentuh spektrum sektor yang luas—mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, industri kreatif, hingga penguatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

“Saya yakin kegiatan seperti ini memberikan dampak kuat, terutama karena tidak hanya berbicara tentang kebaya dan budaya, juga terkait pemberdayaan perempuan, UMKM, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.”

Ia memberikan apresiasi kepada para desainer dan pelaku industri kreatif yang konsisten mengembangkan kebaya serta busana Indonesia. Parade, pameran, dan kegiatan budaya semacam ini, kata Nannie, berfungsi sebagai ruang pengenalan karya sekaligus pembuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.

Oleh karena itu, Nannie mendorong agar gerakan berkebaya tidak berhenti pada satu acara saja, melainkan dikembangkan secara berkelanjutan dan diperluas jangkauannya ke berbagai daerah.

“Kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi. Kegiatan-kegiatan seperti ini jangan berhenti hanya pada satu acara, tetapi harus terus dilanjutkan, dikembangkan, dan dibawa ke berbagai daerah agar manfaatnya semakin luas.”

Edukasi, Inovasi, dan Kesadaran Kolektif

Nannie menilai bahwa pemberdayaan UMKM perempuan harus dibarengi edukasi dan inovasi. Pelaku usaha perempuan perlu dibekali kemampuan diversifikasi produk, pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi, hingga penerapan kecerdasan buatan dalam operasional bisnis.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pengenalan kebaya tidak perlu dilakukan melalui mekanisme kewajiban. Yang lebih esensial adalah membangun kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Kita tidak harus selalu mewajibkan perempuan memakai kebaya, yang jauh lebih penting membangun kesadaran dan kebanggaan.”

Nannie optimis bahwa ketika perempuan Indonesia menyadari bahwa kebaya memiliki daya tarik—cantik, anggun, nyaman, dan serbaguna dalam berbagai kesempatan—merekapun akan tertarik mengenakannya secara sukarela, tanpa perlu paksaan.

Frequently Asked Questions

What is Dari Kebaya Hingga UMKM Festival Merah?

Dari Kebaya Hingga UMKM Festival Merah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dari Kebaya Hingga UMKM Festival Merah matter?

Dari Kebaya Hingga UMKM Festival Merah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion