Skip to content
News

Iran Masih Simpan 75 Persen dari Total Stok Rudal, Siap Perang dengan AS Hingga Trump Lengser

Emily Jackson - kabarteras.com 3 mins read

Iran Masih Simpan 75 Persen dari total stok rudal dan drone miliknya, sebuah fakta yang menegaskan kesiapan negara tersebut menghadapi potensi konflik dengan

Iran Masih Simpan 75 Persen dari Total Stok Rudal, Siap Perang dengan AS Hingga Trump Lengser

Iran Masih Simpan 75 Persen Stok Rudal, Siap Hadapi AS

Kabarteras.com – Iran Masih Simpan 75 Persen dari total stok rudal dan drone miliknya, sebuah fakta yang menegaskan kesiapan negara tersebut menghadapi potensi konflik dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh, Wakil Komandan Angkatan Darat Iran, melalui agensi berita IRNA pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sheikh menekankan bahwa arsenal militer Iran masih berfungsi dengan optimal meskipun telah mengalami berbagai serangan gabungan dari Washington dan Israel.

Klaim yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump mengenai hancurnya kekuatan militer Iran ditolak tegas oleh pihak Iran. Menurut Sheikh, serangan-serangan yang dilancarkan belum mampu mengurangi kapasitas tempur Iran secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Iran memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi tekanan militer dari negara-negara Barat.

“Lebih dari 75 persen kapabilitas rudal dan drone Iran masih utuh dan siap,” ujar Sheikh dengan tegas.

Pernyataan Sheikh berseberangan langsung dengan angka yang disebutkan oleh Trump. Sang presiden AS mengklaim bahwa Iran kini hanya menyimpan sekitar 21 hingga 22 persen dari total stok rudal dan drone miliknya. Perbedaan angka ini menjadi sorotan penting dalam diskusi mengenai kekuatan militer kedua negara.

Peran Kritis Sistem Drone Iran

Sheikh menggambarkan bahwa jaringan drone Iran telah berkembang menjadi ancaman serius bagi pihak-pihak yang berhadapan. Pesan ini bertujuan menunjukkan bahwa serangan terhadap Iran tidak mengurangi kemampuan operasional sistem drone mereka. Iran terus memperkuat posisi strategisnya melalui pengembangan teknologi drone yang semakin canggih dan efektif.

Selain itu, publikasi Defense Express yang dikutip UNN pada hari yang sama mengungkap rencana ambisius Iran. Negara tersebut berencana memproduksi rudal balistik dengan jangkauan mencapai 15.000 kilometer, angka yang memungkinkan senjata tersebut menjangkau wilayah Amerika Serikat. Rencana ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya fokus pada pertahanan, tetapi juga memiliki kemampuan ofensif yang kuat.

Abd al-Nabi Musavi Fard, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran, mengonfirmasi rencana ini melalui khotbah Jumat pekan lalu. Konfirmasi ini memberikan legitimasi politik terhadap rencana pengembangan rudal jarak jauh tersebut.

Transisi Menuju Rudal Antarbenua

Defense Express mencatat bahwa peralihan dari rudal jarak menengah ke sistem antarbenua merupakan lompatan teknologi yang tidak mudah. Untuk dapat menghantam langsung kota-kota besar seperti Washington dan New York dari Iran, diperlukan rudal dengan jangkauan minimal 10.000 kilometer. Ini menjadi tantangan teknis yang harus diatasi oleh para insinyur Iran.

Rudal Khorramshahr, yang saat ini menjadi senjata dengan jarak jelajah terjauh milik Iran, dikembangkan berdasarkan teknologi Hwasong-10 dari Korea Utara. Rudal tersebut sendiri memiliki akar dari sistem rudal balistik R-27 buatan Uni Soviet. Kombinasi teknologi ini memberikan Iran keunggulan dalam pengembangan senjata strategisnya.

Korea Utara mengklaim memiliki beberapa rudal antarbenua dengan daya jelajah 15.000 kilometer atau lebih, angka yang sejalan dengan rencana produksi Iran. Kerja sama antara kedua negara ini memperkuat posisi mereka dalam kancah geopolitik global.

Frequently Asked Questions

Berapa persen stok rudal Iran yang masih tersimpan? Iran Masih Simpan 75 Persen dari total stok rudal dan drone miliknya, menurut pernyataan Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh.

Kapan pernyataan ini disampaikan? Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026 melalui agensi berita IRNA.

Berapa jangkauan rudal balistik yang direncanakan Iran? Iran berencana memproduksi rudal balistik dengan jangkauan mencapai 15.000 kilometer.

Apa perbedaan klaim antara Iran dan Trump? Iran mengklaim 75 persen stok rudal masih utuh, sementara Trump mengklaim hanya 21 hingga 22 persen.

Rudal Khorramshahr dikembangkan dari teknologi negara mana? Rudal Khorramshahr dikembangkan berdasarkan teknologi Hwasong-10 dari Korea Utara dan memiliki akar dari sistem R-27 Uni Soviet.

Join the discussion