Jelang Musim Baru, Pelatih PSIM Yogyakarta Soroti Penurunan Daya Saing Pemain
Jelang Musim Baru Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyampaikan evaluasi jujur mengenai kondisi skuadnya setelah menggelar laga persahabatan
Jelang Musim Baru, Pelatih PSIM Soroti Daya Saing
Kabarteras.com – Jelang Musim Baru Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyampaikan evaluasi jujur mengenai kondisi skuadnya setelah menggelar laga persahabatan melawan Garudyaksa FC di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Selasa sore. Kedua tim sama-sama berkompetisi di BRI Super League, sehingga pertandingan tersebut menjadi tolok ukur nyata bagi sang pelatih asal Belanda untuk mengukur kesiapan fisik, mental, dan taktis para pemainnya sebelum kompetisi resmi musim 2026/2027 dimulai.
Kekhawatiran atas Menurunnya Daya Saing Internal Skuad
Van Gastel, yang pernah menangani Besiktas di Turki, menilai bahwa intensitas persaingan sehat di antara para penggawa PSIM belakangan ini mengalami penurunan signifikan. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai persoalan utama yang harus segera diperbaiki oleh seluruh anggota skuad dalam sisa waktu pramusim. Bagi pelatih berkebangsaan Belanda itu, kurangnya dorongan kompetitif antar pemain bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman langsung terhadap kualitas performa tim di kompetisi.
“Banyak sekali yang perlu diperbaiki,” ungkap Van Gastel, dikutip dari laman resmi klub, Selasa.
Ia menegaskan bahwa performa individual dan kolektif para pemain belum menyentuh standar yang ia harapkan untuk menghadapi tekanan BRI Super League. Dalam konteks jelang musim baru, pelatih PSIM ini menekankan bahwa setiap pemain wajib meningkatkan ambisi kompetitifnya agar proses seleksi skuad final menjadi lebih ketat dan berbasis performa, bukan sekadar nama besar atau pengalaman.
“Namun, ada satu hal yang belum saya sebutkan dan tampaknya belum disadari oleh beberapa pemain, saya harus menyusun skuad,” kata Van Gastel.
“Akan tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi urgensi yang dirasakan Van Gastel jelang musim baru. Ia tidak menutup mata terhadap potensi skuad, namun menolak untuk mengabaikan sinyal peringatan yang muncul dari sesi latihan dan pertandingan uji coba. Menurut pengamat sepak bola, ketegasan semacam ini justru menjadi indikator bahwa manajemen dan pelatih serius dalam membangun standar profesional sejak fase pramusim.
Fungsi Laga Persahabatan: Stamina, Skema, dan Seleksi Akhir
Mengenai alasan penyelenggaraan pertandingan melawan klub lain, Van Gastel menjelaskan bahwa setiap laga persahabatan dirancang agar seluruh pemain memperoleh kesempatan tampil selama 90 menit penuh. Waktu bermain maksimal itu dinilai krusial untuk mengasah kebugaran fisik sekaligus menguji penerapan strategi tim yang telah disusun selama periode persiapan.
“Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain dapat tampil selama 90 menit, mengasah stamina fisik, dan mencoba menerapkan skema permainan yang kami inginkan,” ungkap Van Gastel.
Di samping aspek kebugaran, pertandingan persahabatan juga berfungsi sebagai arena evaluasi taktis. Van Gastel dapat mengamati bagaimana pemain merespons instruksi di lapangan, membaca situasi, dan beradaptasi terhadap tekanan lawan. Data yang terkumpul dari laga semacam ini menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan komposisi skuad final jelang musim baru. Dengan kata lain, setiap menit bermain dalam fase pramusim memiliki bobot strategis yang tidak bisa diabaikan.
PSIM Yogyakarta kini memasuki fase krusial di mana setiap sesi latihan dan setiap menit pertandingan uji coba akan menentukan siapa yang layak membela klub di kompetisi resmi. Tekanan untuk membuktikan diri akan meningkat seiring mendekatnya tanggal kick-off BRI Super League 2026/2027, dan Van Gastel telah mengirimkan pesan yang jelas: tidak ada tempat bagi pemain yang tidak mampu bersaing secara sehat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Persiapan PSIM Jelang Musim Baru
Kapan BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan bergulir? Jadwal resmi musim 2026/2027 belum diumumkan secara detail oleh operator liga. Namun, fase pramusim yang sedang berlangsung mencakup serangkaian laga persahabatan dan sesi latihan intensif untuk memastikan kesiapan seluruh kontestan sebelum kompetisi dimulai.
Siapa pelatih kepala PSIM Yogyakarta saat ini? Jean-Paul van Gastel, pelatih berkebangsaan Belanda yang sebelumnya pernah menangani Besiktas di Liga Turki, kini memimpin skuad PSIM Yogyakarta dalam persiapan jelang musim baru.
Apa tujuan utama laga persahabatan dalam fase pramusim? Laga persahabatan bertujuan memberikan waktu bermain penuh 90 menit bagi setiap pemain, mengasah stamina fisik, menguji penerapan skema taktis, serta menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dalam menentukan komposisi skuad final.
Bagaimana PSIM menangani isu kurangnya daya saing internal? Pelatih Van Gastel secara terbuka menyoroti persoalan tersebut dan menuntut seluruh pemain meningkatkan ambisi kompetitif mereka. Proses seleksi skuad akan berbasis performa nyata di lapangan, bukan faktor non-teknis, sehingga setiap pemain dituntut membuktikan kualitasnya secara konsisten.
