KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana
Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin intensif dilakukan untuk mengungkap keterlibatan selebgram Lisa Mariana dalam skema korupsi Bank BJB
KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Bank BJB: Investigasi Meluas ke Selebgram dan Pejabat Daerah
Kabarteras.com – Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin intensif dilakukan untuk mengungkap keterlibatan selebgram Lisa Mariana dalam skema korupsi Bank BJB. KPK Dalami Aliran Dana Korupsi yang melibatkan mekanisme nomine, di mana Lisa Mariana diduga menerima sejumlah uang melalui pihak ketiga yang menggunakan nama orang lain. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengonfirmasi perkembangan terbaru ini saat memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Senin malam (10/8).
“Ya, di antaranya kami juga mendalami terkait itu,” tegas Taufik saat dikonfirmasi mengenai investigasi terhadap Lisa Mariana.
Mekanisme Nomine dan Jejak Dana yang Ditelusuri
Menurut penjelasan resmi dari KPK, para penyidik saat ini sedang memverifikasi apakah mekanisme nomine yang digunakan dalam aliran dana tersebut terhubung dengan pihak-pihak tertentu yang juga menjadi fokus penyelidikan. Lisa Mariana, yang dikenal sebagai selebgram dengan pengikut besar di media sosial, menjadi salah satu titik perhatian dalam pengembangan kasus korupsi Bank BJB yang telah berlangsung sejak awal tahun 2025.
Selain meneliti aliran dana ke Lisa Mariana, KPK juga melakukan investigasi komprehensif terhadap pihak-pihak di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diduga menerima bagian dari dana korupsi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari strategi KPK untuk mengungkap seluruh rantai korupsi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pejabat daerah hingga pelaku bisnis di sektor periklanan.
Lima Tersangka dan Kerugian Negara yang Signifikan
KPK sebelumnya telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini pada 13 Maret 2025. Daftar tersangka meliputi Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi (YR), serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Bank BJB, Widi Hartoto (WH). Ketiganya merupakan pejabat tinggi yang memiliki peran strategis dalam proses pengadaan dan pengelolaan anggaran Bank BJB.
Tiga tersangka lainnya berasal dari agensi periklanan yang terlibat dalam skema korupsi tersebut. Mereka adalah Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD); Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, Suhendrik (SUH); serta Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama dan Cipta Karya Mandiri Bersama, Elang Sophan Jaya Kusuma (SJK).
Para penyidik KPK memperkirakan bahwa perkara dugaan korupsi yang melibatkan enam agensi periklanan tersebut telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp223 miliar. Angka ini mencerminkan dampak finansial yang signifikan dari skema korupsi yang sedang diungkap oleh KPK.
Perkembangan Terbaru: Penggeledahan dan Penahanan Tersangka
Dalam rangkaian penyidikan yang intensif, KPK pada 10 Maret 2025 melakukan penggeledahan di rumah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Barang-barang yang disita antara lain sepeda motor dan mobil yang diduga terkait dengan aliran dana korupsi. Beberapa waktu kemudian, Ridwan Kamil dipanggil sebagai saksi dalam perkara tersebut pada 2 Desember 2025 untuk memberikan keterangan lengkap mengenai keterlibatannya.
Pada 10 Agustus 2026, KPK telah menahan empat tersangka, yaitu Widi, Ikin, Suhendrik, dan Sophan. Sementara itu, tersangka Yuddy Renaldi belum ditahan karena sedang dalam kondisi sakit. Proses penahanan ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk memastikan seluruh tersangka tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya penyelidikan.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa yang sedang diselidiki KPK terkait Lisa Mariana? KPK sedang menyelidiki aliran dana korupsi Bank BJB yang masuk ke akun selebgram Lisa Mariana melalui mekanisme nomine, di mana dana diterima melalui pihak ketiga yang menggunakan nama orang lain.
Berapa jumlah tersangka dalam kasus korupsi Bank BJB? KPK telah menetapkan lima tersangka, termasuk Direktur Utama Bank BJB, dua pejabat Bank BJB, dan tiga pengendali agensi periklanan.
Berapa kerugian negara akibat kasus ini? Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp223 miliar dari skema korupsi yang melibatkan enam agensi periklanan.
Apakah Ridwan Kamil menjadi tersangka dalam kasus ini? Sampai saat ini, Ridwan Kamil dipanggil sebagai saksi dalam perkara tersebut dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Kapan KPK melakukan penggeledahan di rumah Ridwan Kamil? Penggeledahan dilakukan pada 10 Maret 2025, dan barang-barang yang disita antara lain sepeda motor dan mobil.
