Skip to content
News

Menpora Erick Thohir Kobarkan Semangat Atlet Jelang Asian Games 2026 di Tim Indonesia Day

Patricia Williams - kabarteras.com 3 mins read

Jakarta, Sabtu malam (29/8/2026) — Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, berubah menjadi ruang motivasi ketika Menpora Erick Thohir kobarkan semangat ratusan

Menpora Erick Thohir Kobarkan Semangat Atlet Jelang Asian Games 2026 di Tim Indonesia Day

Menpora Erick Thohir Kobarkan Semangat

Kabarteras.com – Jakarta, Sabtu malam (29/8/2026) — Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, berubah menjadi ruang motivasi ketika Menpora Erick Thohir kobarkan semangat ratusan atlet, pelatih, dan pengurus cabor yang memadati panggung Tim Indonesia Day. Acara tersebut bukan sekadar seremoni perpisahan; ia menjadi penanda emosional bagi kontingen yang dalam hitungan hari akan terbang ke Nagoya, Jepang, untuk berlaga di Asian Games 2026.

Perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu dijadwalkan berlangsung 19 September–4 Oktober 2026, dengan sebagian nomor dipusatkan di Tokyo. Dari malam itu, para atlet hanya menyisakan 21 hari untuk mengunci bentuk terbaik sebelum peluit pembuka berbunyi. Jendela waktu yang begitu sempit membuat setiap pesan dari menteri terasa lebih tajam dari biasanya.

Bangsa Besar Harus Terbukti di Arena

Beliau membuka pidatonya dengan mengutip pernyataan Presiden tentang identitas Indonesia sebagai bangsa besar, lalu menegaskan bahwa klaim tersebut tidak boleh berhenti di ruang diplomasi. Ia harus diwujudkan secara konkret di lintasan, gelanggang, dan kolam renang.

“Kita ini bangsa besar, mengutip pernyataan Bapak Presiden. Kita harus menunjukkan hal itu di antara bangsa lainnya.”

Pernyataan itu disambut tepuk tangan panjang dari ribuan hadirin. Bagi menteri, Asian Games bukan sekadar kompetisi antar-negara Asia, melainkan panggung di mana reputasi nasional diuji. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan sejarah panjang dalam olahraga, Indonesia memiliki kewajiban moral untuk tampil kompetitif di ajang multievent terbesar benua tersebut.

Ingatan akan Pengorbanan yang Tidak Terlihat

Nada pidato kemudian bergeser menjadi lebih personal. Beliau mengingatkan bahwa setiap medali yang dikejar di Nagoya atau Tokyo dibangun di atas pengorbanan yang tidak pernah dilihat publik: tahun-tahun meninggalkan bangku sekolah, berpisah dari orang tua, menjalani pemusatan latihan berbulan-bulan, serta menahan nyeri akibat cedera. Semua itu menjadi fondasi yang tidak boleh dilupakan di saat-saat terakhir sebelum keberangkatan.

“Kemenpora tadi mengingatkan bahwa Asian Games 2026 tinggal 21 hari lagi. Saya mengetuk hati, pikiran, seluruh kemampuan para atlet untuk jerih payah mereka selama ini ketika mereka meninggalkan sekolah, meninggalkan orang tua, cedera, dan juga berbagai kehidupan yang biasanya generasi muda alami mereka tinggalkan untuk mengibarkan bendera Merah Putih.”

Penekanan pada dimensi emosional ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa edisi Asian Games sebelumnya, tekanan psikologis di fase akhir persiapan kerap menurunkan performa atlet. Dengan menyisipkan pengingat akan perjalanan panjang mereka, menteri berupaya menstabilkan mental kontingen di saat kecemasan pra-kompetisi biasanya memuncak.

“Kegagalan adalah Kemenangan yang Tertunda”

Di tengah sorotan publik yang semakin tinggi, beliau memilih meredam ketakutan akan kegagalan. Tidak setiap atlet akan pulang membawa medali, dan itu bukan akhir dari perjalanan mereka. Proses latihan, disiplin, serta pengorbanan yang telah dilalui tetap bernilai, terlepas dari hasil akhir di papan skor.

“Kegagalan adalah kemenangan yang tertunda.”

Kalimat singkat itu menjadi kutipan paling banyak diulang oleh hadirin setelah acara. Dalam konteks Indonesia yang selama beberapa dekade masih berjuang menembus papan atas Asian Games, pesan semacam ini berfungsi sebagai penyangga psikologis: atlet yang belum berhasil di Nagoya tidak otomatis kehilangan legitimasi untuk kembali berlatih dan mencoba di edisi berikutnya.

Momen Penutup: “Bisa Dapat Emas?”

Menjelang akhir acara, nada berubah menjadi interaktif. Dari atas panggung, menteri bertanya kepada seluruh atlet yang hadir, dan jawaban serempak yang menggema di ruang acara menjadi penutup penuh energi.

“Bisa dapat emas?”

“Bisa!”

Teriakan itu menjadi simbol komitmen kolektif. Di samping beliau, Chef de Mission Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari turut hadir, menandai bahwa struktur kepemimpinan kontingen telah lengkap dan siap beroperasi di lapangan.

FAQ

Kapan Asian Games 2026 berlangsung dan di mana lokasinya?

Asian Games 2026 dijadwalkan 19 September–4 Oktober 2026, dengan venue utama di Nagoya, Jepang, dan sebagian nomor dipusatkan di Tokyo.

Apa tujuan acara Tim Indonesia Day?

Tim Indonesia Day merupakan acara motivasi dan perpisahan bagi kontingen Indonesia sebelum keberangkatan ke Asian Games 2026. Acara ini bertujuan menstabilkan mental atlet, mengingatkan mereka akan pengorbanan yang telah dilalui, serta membangun komitmen kolektif menjelang kompetisi.

Siapa saja tokoh yang hadir di acara tersebut?

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Chef de Mission Todotua Pasaribu, dan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari hadir di panggung Tim Indonesia Day yang digelar di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2026

Join the discussion