Pemkab Bangka Barat Dampingi Pokdarwis Kembangkan Potensi Wisata Bukit Kukus
Pemkab Bangka Barat Dampingi Pokdarwis Kembangkan potensi wisata Bukit Kukus sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata
Pemkab Bangka Barat Dampingi Pokdarwis Kembangkan Wisata Bukit Kukus
Langkah Strategis Pengembangan Pariwisata Lokal
Kabarteras.com – Pemkab Bangka Barat Dampingi Pokdarwis Kembangkan potensi wisata Bukit Kukus sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata di wilayah Kecamatan Mentok. Fachriansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, menjelaskan bahwa pendampingan intensif terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini menjadi fondasi penting dalam memperluas cakupan pariwisata daerah. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan urgensi menjaga harmoni antara tiga aspek utama, yaitu kebutuhan sektor wisata, pelestarian alam, serta peningkatan taraf hidup warga lokal secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari visi pembangunan pariwisata daerah, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan bahwa kehadiran destinasi baru ini selaras dengan kepentingan masyarakat. Pendampingan yang dilakukan mencakup berbagai aspek mulai dari pengelolaan kawasan, pengembangan infrastruktur dasar, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar. Fachriansyah menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan Pokdarwis akan menciptakan sinergi yang kuat dalam membangun destinasi wisata yang berkualitas.
Kami berharap kehadiran destinasi baru ini selaras dengan visi pembangunan pariwisata daerah. Kami juga mendorong masyarakat serta Pokdarwis untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan wisata, kelestarian lingkungan dan masyarakat,” kata Fachriansyah di Mentok, Senin.
Potensi Wisata Sejarah dan Edukasi Lingkungan
Bukit Kukus menawarkan keindahan alam yang masih alami dan asri, menjadikannya lokasi ideal untuk pengembangan wisata alam. Pemerintah daerah mengidentifikasi peluang besar untuk mengintegrasikan kawasan ini sebagai rangkaian destinasi yang menggabungkan unsur sejarah dengan pendidikan. Letaknya yang berdekatan dengan Jembatan Inggris menambah nilai strategis kawasan tersebut, karena wisatawan dapat menikmati kedua destinasi dalam satu perjalanan.
Lokasi ini cukup dekat dengan Jembatan Inggris, wisatawan nantinya tidak hanya diajak menikmati suasana bukit, tetapi juga memperoleh informasi mengenai sejarah dan perkembangan kawasan di sekitarnya. Strategi ini bertujuan agar pengunjung tidak sekadar berwisata untuk melihat pemandangan atau mengambil foto, melainkan juga memahami narasi sejarah yang melekat pada tempat tersebut. Dengan pendekatan ini, Bukit Kukus diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang memiliki nilai edukatif tinggi.
Aspek edukasi lingkungan akan diimplementasikan melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diakses oleh pengunjung. Beberapa pohon di kawasan Bukit Kukus akan dilengkapi dengan kode barcode yang bisa dipindai oleh wisatawan menggunakan smartphone. Melalui proses pemindaian tersebut, pengunjung dapat mengakses informasi tentang jenis pohon serta manfaatnya bagi lingkungan. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang flora dan pentingnya menjaga kawasan hijau.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
Pemerintah daerah juga mengarahkan pengembangan Bukit Kukus agar aktivitas wisata memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Salah satu strateginya adalah memanfaatkan lahan warga di sekitar kawasan untuk pengembangan tanaman buah. Jika dikelola dengan tepat, kebun tersebut dapat menjadi lokasi wisata petik buah sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi pemilik lahan. Pola ini akan menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung.
Dengan pola ini, wisatawan akan memiliki pilihan aktivitas yang lebih beragam. Setelah menikmati kawasan bukit, mereka dapat mengunjungi kebun masyarakat, membeli produk pertanian, menikmati makanan lokal, atau membawa hasil pertanian sebagai oleh-oleh. Fachriansyah mencontohkan keberhasilan pengembangan destinasi di Belitung yang mampu menjadikan barang sederhana sebagai objek wisata bernilai ekonomi besar. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membangun daya tarik wisata.
Kreativitas masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membangun daya tarik wisata. Hal tersebut menunjukkan pembangunan destinasi tidak selalu membutuhkan fasilitas mahal, namun dengan adanya ide kreatif dan kemampuan membaca potensi lokal dapat menjadi modal penting dalam menarik wisatawan,” katanya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Wisata Bukit Kukus
Apa itu Bukit Kukus?
Bukit Kukus adalah kawasan wisata alam yang terletak di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Kawasan ini menawarkan pemandangan alam yang asri dan berdekatan dengan Jembatan Inggris, menjadikannya destinasi wisata yang menggabungkan keindahan alam dengan nilai sejarah.
Bagaimana cara mengakses Bukit Kukus?
Bukit Kukus dapat diakses melalui jalur darat dari pusat Kecamatan Mentok. Kawasan ini terletak tidak jauh dari Jembatan Inggris, sehingga wisatawan dapat mengunjungi kedua destinasi dalam satu perjalanan.
Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di Bukit Kukus?
Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam, mempelajari sejarah melalui informasi yang tersedia, memindai barcode pada pohon untuk mengetahui jenis flora, serta mengunjungi kebun masyarakat untuk wisata petik buah.
Apakah ada biaya masuk ke Bukit Kukus?
Informasi mengenai biaya masuk dapat ditanyakan langsung kepada Pokdarwis setempat. Pengembangan kawasan ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit Kukus?
Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit Kukus adalah pada pagi hingga siang hari ketika cuaca cerah. Pengunjung juga dapat menggabungkan kunjungan dengan Jembatan Inggris untuk pengalaman wisata yang lebih lengkap.
