Skip to content
News

SNLIK 2026: 62,51 Persen Masyarakat Sadar Simpanan di Bank Dijamin LPS

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai jaminan simpanan perbankan

SNLIK 2026: 62,51 Persen Masyarakat Sadar Simpanan di Bank Dijamin LPS

SNLIK 2026: Kesadaran Jaminan Simpanan Bank Meningkat, LPS Fokus pada Edukasi Target

Kabarteras.com – Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai jaminan simpanan perbankan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa sebanyak 62,51 persen penduduk berusia 15 hingga 79 tahun telah menyadari bahwa simpanan mereka dilindungi. Namun, dari kelompok yang sadar tersebut, hanya 46,31 persen yang benar-benar mengenal LPS atau setidaknya pernah melihat logo lembaga penjamin tersebut.

Amalia menjelaskan temuan ini dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Senin. Ia menambahkan bahwa survei kali ini menandai pertama kalinya LPS turut serta secara aktif dalam pelaksanaan survei nasional ini. Selain mengukur tingkat pengetahuan tentang jaminan simpanan, hasil survei juga mengungkap bahwa literasi masyarakat terhadap program penjaminan polis asuransi masih tergolong rendah.

Target Edukasi LPS Berdasarkan Analisis Data

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menilai bahwa hasil survei ini sangat penting untuk menentukan sasaran edukasi yang tepat. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa capaian literasi keuangan belum tersebar merata di seluruh lapisan masyarakat. Area dengan potensi penguatan terbesar terletak pada segmen masyarakat berpendidikan SMA atau sederajat, berpenghasilan bulanan di bawah Rp3,5 juta, serta memiliki simpanan perbankan kurang dari Rp100 juta.

“LPS akan lebih fokus pada kelompok atau masyarakat berpendidikan SMA ke bawah. Kalau kita mau sosialisasi, yang kita tuju adalah mereka yang berpendidikan SMA ke bawah. Kita bikin literasi, kita bikin festival. Mereka lah pengguna atau pemilik rekening yang perlu diedukasi,” ujar Anggito.

Untuk menjangkau kelompok sasaran tersebut, LPS berencana menggunakan pendekatan komunikasi yang lebih sederhana. Strategi yang akan diterapkan meliputi penggunaan bahasa sehari-hari, video pendek, dan infografis dalam berbagai kegiatan edukasi. Selain itu, jangkauan edukasi tidak lagi terbatas pada kantor-kantor perbankan, melainkan juga akan diperluas ke pasar, koperasi, serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Empat Kesimpulan Utama dari SNLIK 2026

Anggito menyampaikan bahwa terdapat empat kesimpulan utama yang berhasil dirumuskan LPS berdasarkan hasil SNLIK tahun ini. Pertama, kesadaran masyarakat mengenai penjaminan simpanan mulai terbentuk, meskipun pengetahuan tentang rencana penyelenggaraan program penjaminan polis masih berada pada tahap awal. Kedua, masih ada ruang yang cukup luas untuk memperkuat pengenalan LPS di tengah masyarakat.

Ketiga, literasi keuangan terbukti menjadi salah satu faktor krusial dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Pengetahuan mengenai penjaminan simpanan dan keberadaan LPS cenderung meningkat seiring dengan tingginya tingkat literasi keuangan. Keempat, program literasi harus diarahkan secara lebih spesifik kepada segmen prioritas. Hasil SNLIK 2026 memberikan gambaran jelas bagi LPS untuk mengarahkan edukasi berdasarkan kelompok usia, tingkat pendidikan, dan wilayah yang membutuhkan penguatan pemahaman.

Bagi masyarakat dengan simpanan di bawah Rp100 juta, LPS akan mendorong penyampaian informasi mengenai penjaminan simpanan melalui berbagai titik interaksi nasabah dengan perbankan. Hal ini mencakup saat pembukaan rekening, penggunaan aplikasi perbankan, maupun di layar ATM. Sementara itu, edukasi bagi perempuan dan masyarakat lanjut usia di wilayah perdesaan akan dilakukan melalui pendekatan tatap muka secara langsung.

“Literasi dapat diperkuat melalui pemilihan kanal, lokasi dan pesan yang sesuai dengan karakteristik tiap segmen,” jelas Anggito.

Hanya 12,47 persen penduduk berusia 15 hingga 79 tahun yang memiliki polis asuransi selain BPJS yang mengetahui bahwa polis asuransinya akan dijamin. Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi LPS untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara menyeluruh terhadap berbagai instrumen penjaminan yang tersedia.

Frequently Asked Questions

What is SNLIK 2026?

SNLIK 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does SNLIK 2026 matter?

SNLIK 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion