Skip to content
News

Utusan AS Tom Barrack Kecam Israel, Jejak Militer Turki Justru Dipuji

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, rudal Israel menghantam Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah barat laut. Televisi negara Suriah, Ekhbariya

Utusan AS Tom Barrack Kecam Israel, Jejak Militer Turki Justru Dipuji

Utusan AS Tom Barrack Soroti Serangan Israel ke Suriah, Sinyal Militer Turki Malah Dipuji

Kabarteras.com – Pada Selasa, 18 Agustus 2026, rudal Israel menghantam Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah barat laut. Televisi negara Suriah, Ekhbariya, merujuk sumber militer dan menyebut delapan tembakan mengenai landasan pacu serta fasilitas penyimpanan. Tidak satu pun korban jiwa tercatat dalam laporan tersebut.

Pangkalan itu terletak sekitar 70 kilometer di sisi timur garis perbatasan Turki dan sudah tidak difungsikan sebagai lapangan udara militer khusus sejak tahun 2013, sebagaimana dilaporkan Reuters pada hari yang sama.

Justifikasi Tel Aviv dan Respons Washington

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang dikutip Reuters pada 18 Agustus 2026. Menurut pernyataan itu, Damaskus dinilai berada di ambang pelanggaran terhadap “status quo yang disepakati dengan Israel dalam masalah keamanan” karena mengizinkan pasukan Turki bermarkas di Abu al-Duhur.

“Israel berulang kali memperingatkan Suriah bahwa penempatan seperti itu akan menjadi ancaman terhadap keamanan Israel. Suriah memilih mengabaikan peringatan tersebut.”

Benar-benar justifikasi itulah yang kemudian dipersoalkan oleh Tom Barrack, Duta Besar AS untuk Turki yang juga menjabat utusan khusus Presiden Donald Trump untuk Suriah dan Irak.

Teori “Memancing Turki”

Dalam wawancara dengan Mario Nawfal yang tayang melalui platform X pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, Barrack menguraikan sejumlah kemungkinan motif di balik serangan tersebut. Associated Press pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mengutip Barrack menyebut salah satu skenario adalah Israel sedang “baiting the Turks” — memancing Turki.

The Jerusalem Post pada hari yang sama mencatat bahwa Barrack secara khusus menekankan bahwa ia menyampaikan teori, bukan temuan intelijen Amerika Serikat.

“Salah satu teorinya adalah Israel sedang memancing Turki,” kata Barrack.

Ia menyebut pengoperasian jet tempur di dekat perbatasan tanpa koordinasi maupun pemberitahuan sebelumnya sebagai “permainan yang sangat berbahaya”.

Kaitan dengan Pemilu Israel

Barrack juga mengaitkan salah satu kemungkinan motif dengan pemilu nasional Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Tanggal tersebut bukan spekulasi: Reuters pada Ahad, 12 Juli 2026, melaporkan Ofir Katz, kepala koalisi Netanyahu, telah mengonfirmasi jadwal pemungutan suara itu.

Menurut Barrack, tindakan agresif semacam itu mungkin diterima secara politik menjelang kontestasi elektoral. Namun, ia tidak menyajikan bukti bahwa Netanyahu sendiri memerintahkan serangan demi kepentingan pemilu.

Miskomunikasi Operasional

Kemungkinan lain yang diajukan Barrack bersifat lebih teknis: adanya miskomunikasi antara militer Israel, Mossad, dan Kantor Perdana Menteri. Associated Press melaporkan Barrack menyebut mungkin saja intelijen Israel mendeteksi potensi peningkatan kehadiran Turki, lalu seorang komandan mengambil keputusan sepihak untuk mencegahnya.

Yang menjadi persoalan, lanjut Barrack, pihak Israel tidak memberi tahu Amerika Serikat maupun Turki mengenai pelaksanaan serangan tersebut.

Risiko Konfrontasi Langsung

Menurut Barrack, risiko terbesar bukan sekadar serangan ke pangkalan Suriah. Masalah sesungguhnya terletak pada bagaimana militer Turki menafsirkan pesawat tempur Israel yang terbang menuju wilayah dekat perbatasannya tanpa mengetahui tujuan penerbangan.

Reuters pada 18 Agustus 2026 mengutip Barrack menegaskan Turki tidak menerima peringatan apa pun mengenai serangan Israel. Akibatnya, Ankara melihat pesawat bergerak ke utara menuju wilayahnya dan “secara masuk akal dapat mempersiapkan responsnya sendiri”.

“Syukurlah, pihak-pihak yang berkepala dingin mampu mencegah situasi memburuk lebih jauh,” kata Barrack kepada Reuters.

Frequently Asked Questions

What is Utusan AS Tom Barrack Kecam Israel?

Utusan AS Tom Barrack Kecam Israel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Utusan AS Tom Barrack Kecam Israel matter?

Utusan AS Tom Barrack Kecam Israel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion