Gus Yasin: Kuasai AI dan Sains, Jangan Tinggalkan Akhlak
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Yasin, mengajak para pemuda untuk menguasai bidang sains, teknologi
Gus Yasin: Kuasai AI dan Sains, Jangan Tinggalkan Akhlak
Integrasi Teknologi dan Nilai Keislaman
Kabarteras.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Yasin, mengajak para pemuda untuk menguasai bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama. Hal ini dinilai sangat krusial mengingat pesatnya kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini.
Saat memberikan arahan pada acara penyerahan beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren di Semarang, Rabu, Gus Yasin menyampaikan bahwa kemajuan teknologi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Ia menyatakan,
Perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari.
AI sebagai Pendukung, Bukan Jalan Pintas
Gus Yasin menjelaskan bahwa respons terhadap perkembangan teknologi harus melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Generasi muda tidak boleh sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan harus mampu memahami dan memanfaatkan kemajuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, teknologi berbasis AI kini telah merambah ke berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kemampuan ini membantu dalam pencarian informasi, pengolahan data, penerjemahan, penyusunan materi, hingga berbagai aktivitas pembelajaran lainnya.
Namun, kemudahan yang ditawarkan AI tidak boleh membuat peserta didik kehilangan proses berpikir.
AI seharusnya ditempatkan sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan jalan pintas untuk menyelesaikan tugas tanpa memahami materi yang dipelajari.
Membangun Literasi Digital yang Kuat
Oleh karena itu, kemampuan menggunakan AI perlu disertai dengan literasi yang memadai. Pengguna harus mampu memeriksa kembali informasi yang dihasilkan teknologi, memahami keterbatasannya, serta menentukan apakah informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Gus Yasin meminta para penerima beasiswa untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan modern tanpa meninggalkan tradisi serta nilai keilmuan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan keagamaan.
Perpaduan antara STEM dan pendidikan keislaman dinilai dapat menghasilkan sumber daya manusia dengan karakter yang berbeda. Penguasaan teknologi memberikan kemampuan menghadapi perubahan zaman, sedangkan nilai keagamaan menjadi pijakan dalam menentukan tujuan dan cara teknologi tersebut digunakan.
Yang perlu dilakukan bukan menghindari perkembangan teknologi, melainkan mengarahkannya agar memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gus Yasin?
Gus Yasin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gus Yasin matter?
Gus Yasin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
