Skip to content
Ekonomi

Key Strategy: BIM Percantik Terminal, Angkat Identitas Budaya Minangkabau

Susan Johnson - kabarteras.com 3 mins read

BIM Toreh Identitas Budaya Minangkabau Melalui Peningkatan Terminal Key Strategy - Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan mengangkat citra budaya

Key Strategy: BIM Percantik Terminal, Angkat Identitas Budaya Minangkabau

BIM Toreh Identitas Budaya Minangkabau Melalui Peningkatan Terminal

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan mengangkat citra budaya Minangkabau, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) meluncurkan Key Strategy revolusioner dalam melakukan penataan ulang fasilitas terminal penumpang. Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien, tetapi juga untuk mengubah bandara menjadi pusat promosi budaya lokal yang khas. Dengan Key Strategy yang terpadu, BIM berupaya memperkuat identitas kebudayaan Minangkabau, sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah dan representatif bagi wisatawan serta masyarakat sekitar.

Komitmen Membangun Pengalaman Perjalanan yang Lebih Baik

Key Strategy revitalisasi terminal di BIM merupakan bagian dari visi perusahaan untuk memberikan layanan yang tidak hanya fungsional tetapi juga berdampak positif terhadap pengalaman pengguna jasa. General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperbaiki infrastruktur, sekaligus mengintegrasikan elemen budaya dalam setiap aspek fasilitas. “Dengan Key Strategy ini, kita ingin Bandara Minangkabau tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi etalase budaya yang modern, ramah, dan mewakili masyarakat Sumatra Barat,” jelasnya.

Peningkatan terminal ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada penataan area yang sering dikunjungi oleh penumpang. Salah satu aspek penting dari Key Strategy adalah penerapan desain interior yang menggabungkan seni Minangkabau, seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rabuang, ke dalam elemen arsitektur. Hal ini memberikan kesan visual yang menarik dan mengingatkan pengguna jasa tentang warisan budaya daerah. Selain itu, Key Strategy juga mencakup peningkatan aksesibilitas, kenyamanan, serta keselamatan pengguna jasa.

Empat Aspek Utama dalam Proses Transformasi

Key Strategy BIM mengadopsi pendekatan holistik yang terdiri dari empat aspek utama. Pertama, pemanfaatan seni dan budaya Minangkabau dalam desain terminal memberikan kesan unik yang membedakan bandara ini dari yang lain. Elemen-elemen seperti ornamen ukiran, tekstil tradisional, dan simbol-simbol lokal dipadukan dengan teknologi modern untuk menciptakan suasana yang seimbang antara tradisi dan inovasi.

Kedua, peningkatan fasilitas kamar mandi yang sesuai standar internasional serta ramah untuk penyandang disabilitas menjadi bagian integral dari Key Strategy. Selain itu, area penungguan dan suasana terminal juga diperbarui agar lebih nyaman dan memperkaya pengalaman pengguna jasa. Penataan ini melibatkan pencahayaan yang optimal, desain yang ergonomis, serta penambahan fitur seperti koneksi Wi-Fi dan layanan restoran yang berkualitas.

Ketiga, pengaturan alur penumpang (flow management) dilakukan dengan mengoptimalkan tata letak ruang check-in dan ruang dagang. Key Strategy ini bertujuan memastikan pergerakan penumpang lebih lancar, lebar, dan minim hambatan. Dengan sistem yang terstruktur, penumpang dapat dengan mudah menemukan pintu masuk, tempat pendaftaran, dan fasilitas lainnya tanpa merasa kewalahan.

Keempat, penambahan taman hijau di dalam terminal melalui penempatan elemen alam di titik-titik strategis adalah bagian dari Key Strategy untuk menciptakan suasana yang lebih segar, sejuk, dan menenangkan. Taman ini bukan hanya sebagai ruang istirahat, tetapi juga menjadi media untuk menampilkan keindahan alam dan kearifan lokal Minangkabau. Taman hijau ini juga berkontribusi pada pengurangan polusi udara dan peningkatan kualitas lingkungan di sekitar bandara.

Peningkatan Daya Tarik dan Kepuasan Pengguna Jasa

Key Strategy BIM tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat daya tarik dan kenyamanan pengguna jasa. Dengan mengintegrasikan kebudayaan Minangkabau ke dalam desain, bandara ini menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan, baik sebelum maupun setelah melakukan perjalanan. Tampilan eksterior dan interior yang menonjolkan seni lokal diharapkan mampu menciptakan kesan yang mendalam dan membanggakan bagi para penumpang.

Kepuasan pengguna jasa menjadi prioritas utama dalam Key Strategy ini. Perbaikan fasilitas seperti kamar mandi, penungguan, dan alur penumpang diperkirakan akan meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi stres selama proses perjalanan. Selain itu, penambahan fitur seperti area souvenir, restoran tradisional, dan ruang informasi juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkaya pengalaman pengguna jasa. Dony Subardono menambahkan bahwa Key Strategy ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara fungsi operasional dan nilai budaya.

Dengan Key Strategy yang berkelanjutan, BIM tidak hanya mementingkan aspek teknis, tetapi juga berupaya menjaga keberlanjutan budaya lokal. Tidak hanya sebagai tempat pemberangkatan, bandara ini diharapkan menjadi ajang perkenalan dan pembelajaran tentang kebudayaan Minangkabau bagi wisatawan dan masyarakat. Hal ini memberikan dampak positif terhadap pariwisata daerah dan meningkatkan citra bandara sebagai ikon kebudayaan Sumatra Barat.

Join the discussion