Key Strategy: OJK Pangkas Pembaruan Data SLIK Jadi 3 Hari, Akses KPR dan Kredit UMKM Dipercepat
OJK Percepat Pembaruan Data SLIK Jadi 3 Hari sebagai Strategi Utama Key Strategy - Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan akses kredit, Badan
OJK Percepat Pembaruan Data SLIK Jadi 3 Hari sebagai Strategi Utama
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan akses kredit, Badan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perubahan strategi utama dengan mempercepat pembaruan data SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) menjadi tiga hari kerja. Ini merupakan Key Strategy yang dijalankan OJK untuk mendukung pengembangan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) serta pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perubahan ini diharapkan mampu mengoptimalkan proses pengambilan keputusan kredit, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dana, dan meningkatkan transparansi data keuangan.
Penyesuaian Proses Pembaruan Data untuk Meningkatkan Akses Kredit
Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan bahwa Key Strategy ini bertujuan untuk mempercepat respons sistem SLIK terhadap kebutuhan debitur. Sebelumnya, proses pembaruan data membutuhkan waktu hingga satu hingga satu setengah bulan, namun kini dikurangi menjadi tiga hari kerja. “Debitur yang telah melunasi kredit wajib melaporkan statusnya ke SLIK dalam tiga hari kerja. Dulu, konsumen sering mengeluh membutuhkan waktu lama untuk mengetahui bahwa pinjaman sudah selesai,” ujarnya dalam acara peluncuran optimalisasi SLIK di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Perubahan ini tidak hanya mempercepat akses ke kredit, tetapi juga mengurangi risiko penundaan informasi keuangan. Dengan data yang lebih akurat dan cepat diperbarui, lembaga keuangan dapat memproses aplikasi kredit secara lebih efisien, sekaligus memastikan pelaku usaha atau masyarakat yang membutuhkan dana bisa memperolehnya lebih cepat. Friderica menegaskan bahwa Key Strategy ini sejalan dengan visi OJK untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan tanggap terhadap dinamika perekonomian.
Pemfilteran Data Debitur untuk Fokus pada Kredit Besar
OJK juga melakukan penyesuaian pada format data yang ditampilkan di SLIK. Ke depan, sistem akan memprioritaskan debitur dengan total kredit awal atau baki debet melebihi Rp1 juta berdasarkan identitas pribadi. Perubahan ini diestimasi memengaruhi sekitar 18 juta debitur yang sebelumnya memiliki jumlah kredit di bawah ambang batas tersebut. Tujuannya adalah memastikan informasi yang tersedia lebih relevan untuk pengambilan keputusan kredit, terutama dalam mempercepat akses bagi UMKM dan keluarga muda yang membutuhkan dana.
Dengan perubahan ini, proses verifikasi kelayakan kredit bisa lebih sederhana, sehingga mempercepat pengurusan. Friderica menambahkan bahwa Key Strategy ini juga mencakup upaya meningkatkan ketepatan informasi, baik untuk debitur maupun pemberi kredit. “Dengan data yang lebih akurat, pelaku usaha dan masyarakat bisa lebih mudah mengakses kredit sekaligus mengurangi risiko kelebihan pembiayaan,” jelasnya.
SLIK Jadi Alat Bantu, Bukan Satu-Satunya Parameter
Friderica menegaskan bahwa SLIK tidak lagi menjadi satu-satunya parameter untuk menentukan persetujuan kredit. Sistem ini hanya sebagai salah satu alat bantu yang dibarengi dengan pertimbangan lain dari lembaga keuangan, seperti analisis manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian. “Keputusan akhir tetap berada di tangan lembaga pembiayaan, yang akan memutuskan berdasarkan kondisi ekonomi dan kebutuhan masing-masing debitur,” tambahnya.
Dengan adanya Key Strategy ini, OJK memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui akses keuangan yang lebih cepat. Terutama untuk UMKM, yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Diperkirakan, kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan jumlah permohonan kredit, sekaligus memastikan transparansi dan keandalan data keuangan. “Selain mempercepat proses, ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan,” kata Friderica.
Dalam konteks perekonomian Indonesia yang terus berkembang, Key Strategy OJK ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan kepada masyarakat yang belum terlayani. Perubahan ini juga mendukung program pemerintah seperti 3 juta rumah yang bertujuan mewujudkan hunian layak untuk rakyat. Dengan data SLIK yang lebih cepat diperbarui, proses persetujuan kredit bisa menjadi lebih sederhana, transparan, dan efektif. Ini tidak hanya bermanfaat bagi debitur, tetapi juga membantu lembaga keuangan dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat.
