Latest Program: Bulog Indramayu Serap 156.000 Ton Gabah, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Sejarah Latest Program - Dalam periode pertengahan Juli 2026, Perum Bulog Cabang Indramayu mencatatkan volume penyerapan gabah dan beras yang mencapai titik
Perum Bulog Indramayu Capai Rekor Serapan Gabah Terbesar Sejarah
Latest Program – Dalam periode pertengahan Juli 2026, Perum Bulog Cabang Indramayu mencatatkan volume penyerapan gabah dan beras yang mencapai titik tertinggi sejak berdirinya lembaga tersebut. Realisasi total penyerapan hingga saat ini setara 156.000 ton beras, dengan angka ini mencapai 90 persen dari target tahunan 2026 yang ditetapkan sebesar 174.000 ton. Dengan sisa 10 persen target, Bulog yakin bisa melampaui rencana sebelum akhir tahun.
Pimpinan Bulog Indramayu Apip Wijaya Berbagi Informasi
Apip Wijaya, pimpinan Bulog Indramayu, mengatakan bahwa penyerapan gabah terus meningkat setiap tahunnya. “Capaian ini menunjukkan performa terbaik sepanjang sejarah operasional Bulog di daerah ini,” terangnya. Penyerapan dilakukan sejak awal tahun, dengan rata-rata 2.000 ton setara beras per hari dari para petani. Aktivitas di Kecamatan Krangkeng, yang menjadi penutupan masa panen musim rendeng atau Musim Tanam (MT) 1, tetap berjalan lancar meski pasokan akan terus mengalir.
Sinergi dengan Pemkab dan Kodim untuk Optimalkan MT2
Bulog melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dan Kodim 0616/Indramayu untuk mengidentifikasi wilayah strategis yang akan panen di MT2. Langkah ini bertujuan menjaga konsistensi pengumpulan gabah hingga akhir tahun. “Setelah diskusi dengan Kepala Dinas Pertanian, kami mengetahui beberapa kecamatan seperti Kroya dan Sukagumiwang akan panen, yang akan kita optimalkan,” jelas Apip.
“Serapan kita mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Capaian serapan saat ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Bulog Indramayu,” ujar Apip Wijaya.
Dukungan TNI dalam Program Swasembada Pangan
Kegiatan penyerapan hasil panen juga didampingi oleh jajaran TNI sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, menjelaskan bahwa TNI bertugas menjaga ketahanan pangan mulai dari fase penanaman hingga penyerapan. “Tujuan kami adalah memastikan stabilitas harga dan kesinambungan pasokan pangan nasional,” tambahnya.
“Kami mendapat tugas melaksanakan pendampingan ketahanan pangan, mulai dari awal penanaman, pengairan, pemupukan, hingga penyerapan hasil panen. Tujuannya menjaga stabilitas harga serta mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Tulus Widodo.
Kepala Dinas Pertanian Sugeng Heryanto Sampaikan Target Produksi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, menyebutkan bahwa daerah ini memiliki Lahan Baku Sawah (LBS) sebesar 125.000 hektare dengan indeks pertanaman 1,8. Artinya, sebagian besar lahan bisa dipanen dua kali setahun. “Kita akan memanen sekitar 230 ribu hektare,” ungkapnya. Produksi rata-rata padi mencapai 6,6 ton per hektare, sehingga tahunan total panen bisa melebihi 1,6 juta ton. “Ini estimasi kita,” tambah Sugeng.
“Kita akan memanen kurang lebih sekitar 230 ribu hektare,” terang Sugeng Heryanto.
Petani Antusias dengan Penyerapan Langsung oleh Bulog
Kehadiran Perum Bulog untuk menyerap hasil panen disambut positif oleh para petani. Sebagai contoh, Sodik (62 tahun) mengapresiasi karena penyerapan dilakukan secara langsung ke areal sawah, mengurangi biaya transportasi. “Panen dapat dua ton. Tapi sistemnya paroan, jadi satu ton untuk pemilik sawah, satu ton untuk saya,” kata Sodik.
“Panen dapat dua ton. Tapi sistemnya paroan, jadi satu ton untuk pemilik sawah, satu ton untuk saya,” kata Sodik.
