Skip to content
Ekonomi

Survei BI: Dunia Usaha Tumbuh pada Kuartal II 2026 – Inflasi Diproyeksi 3,07 Persen

Emily Anderson - kabarteras.com 3 mins read

Survei BI: Kuartal II 2026 Tumbuh, Inflasi Diproyeksi 3,07 Persen Survei BI - Hasil Survei BI terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas dunia usaha di kuartal

Survei BI: Dunia Usaha Tumbuh pada Kuartal II 2026 – Inflasi Diproyeksi 3,07 Persen

Survei BI: Kuartal II 2026 Tumbuh, Inflasi Diproyeksi 3,07 Persen

Survei BI – Hasil Survei BI terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas dunia usaha di kuartal II 2026, dengan indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 12,97 persen, meningkat dari 10,11 persen di kuartal sebelumnya. Survei ini, yang dilakukan Bank Indonesia, memberikan gambaran mengenai dinamika pertumbuhan sektor ekonomi dan proyeksi inflasi ke depan.

Penyebab Kenaikan Aktivitas Usaha

Dalam laporan resmi, Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kinerja di beberapa sektor utama. Pertanian, konstruksi, dan pertambangan menjadi faktor kunci, terutama karena aktivitas perekonomian yang lebih intensif. Selain itu, permintaan di bidang akomodasi dan makan minum juga meningkat, terutama selama momen liburan sekolah dan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) pada kuartal II 2026.

“Kenaikan aktivitas usaha di beberapa sektor strategis seperti pertanian dan pertambangan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Permintaan yang meningkat di sektor jasa dan konsumsi juga turut mendukung dinamika ini,” tambah Denny dalam siaran pers, Jumat (17/7/2026).

Kapasitas produksi yang digunakan oleh dunia usaha mencapai 73,80 persen, naik dari 73,33 persen di kuartal I 2026. Faktor pendukung utama adalah peningkatan investasi di sektor pertanian, pertambangan, serta industri energi listrik. Dinamika ini menunjukkan keterlibatan aktif pengusaha dalam memenuhi kebutuhan pasar dan memperkuat daya tahan ekonomi.

Proyeksi Inflasi dan Dampaknya

Survei BI juga memperkirakan inflasi di kuartal II 2026 mencapai 3,07 persen, sejalan dengan ekspektasi yang lebih stabil dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih terkendali, meski perlu dipantau terus menerus karena adanya fluktuasi harga komoditas global dan permintaan domestik yang meningkat.

“Dengan pertumbuhan usaha yang sehat, inflasi di kuartal II 2026 diprediksi akan terkendali. Namun, sektor-sektor yang memengaruhi harga konsumsi seperti energi dan pangan perlu diperhatikan,” jelas Denny dalam laporan.

Responden survei menyatakan bahwa likuiditas perusahaan masih dalam kondisi yang memadai, meski angkanya menurun dari 17,05 persen di kuartal I 2026 menjadi 15,03 persen. Meski demikian, sebanyak 22,78 persen responden menilai likuiditas usaha “lebih baik” dibandingkan 23,08 persen di periode sebelumnya. Hal ini mencerminkan ketahanan perusahaan terhadap tekanan ekonomi makro.

Kemampuan dunia usaha mencetak laba (rentabilitas) juga tetap positif, mencapai 11,87 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dari 14,87 persen di kuartal I 2026, tetapi masih menunjukkan bahwa usaha tetap berjalan produktif. Sektoral, industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi diperkirakan akan menunjukkan peningkatan, yang berpotensi memperkuat stabilitas perekonomian nasional.

Survei BI juga mengungkapkan bahwa kegiatan di bidang pertambangan diproyeksikan naik karena adanya penurunan curah hujan yang mempercepat proses eksploitasi sumber daya. Hal ini menunjukkan hubungan antara faktor iklim dan dinamika sektor pertambangan, yang menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebijakan moneter dan fiskal yang dikeluarkan pemerintah juga diharapkan mendukung aktivitas usaha di masa depan.

Analisis Survei BI ini menjadi referensi penting bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam mengevaluasi langkah-langkah kebijakan ekonomi. Pertumbuhan di kuartal II 2026 menunjukkan bahwa sektor-sektor strategis masih mampu menggerakkan perekonomian, meski perlu terus dijaga keseimbangan antara pertumbuhan dan inflasi. Dengan data yang lebih jelas, Survei BI membantu mengidentifikasi tren yang perlu diperkuat atau dikembangkan di kuartal berikutnya.

Join the discussion