Brantas Abipraya Rampungkan 238 Huntara untuk Korban Banjir di Aceh
Komisi VI DPR RI baru-baru ini melakukan kunjungan kerja reses ke Provinsi Aceh pada Selasa, 22 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung
Brantas Abipraya Rampungkan 238 Huntara untuk Korban Banjir di Aceh
Proyek Hunian Sementara Menjadi Prioritas Pemulihan Pascabencana
Kabarteras.com – Komisi VI DPR RI baru-baru ini melakukan kunjungan kerja reses ke Provinsi Aceh pada Selasa, 22 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung salah satu lokasi pembangunan hunian sementara yang sedang berlangsung. Dalam kunjungan tersebut, anggota komisi memeriksa kesiapan fasilitas, kualitas konstruksi, serta pelaksanaan proyek yang melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) karya di Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran komisi ini menunjukkan pentingnya proyek hunian sementara dalam upaya pemulihan daerah terdampak bencana.
PT Brantas Abipraya (Persero) telah resmi menyelesaikan pembangunan 238 unit Hunian Danantara atau yang dikenal sebagai huntara untuk masyarakat terdampak banjir di Aceh. Pembagian unit hunian ini mencakup 92 unit yang berlokasi di Aceh Tamiang dan 146 unit di Kabupaten Pidie. Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melibatkan berbagai pihak terkait. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan lebih nyaman dan aman.
Kolaborasi Multi-Pihak dalam Penanganan Bencana
Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi, menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap percepatan penanganan masyarakat terdampak bencana. Proyek ini tidak hanya fokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga memastikan kualitas hunian yang layak bagi para korban. Kolaborasi antara Danantara Indonesia, BP BUMN, pemerintah daerah, dan BUMN karya menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Brantas Abipraya mendukung setiap program strategis pemerintah, baik dalam percepatan pembangunan infrastruktur maupun penanganan kebencanaan. Melalui penyediaan Huntara bagi masyarakat terdampak banjir serta partisipasi dalam pembangunan infrastruktur konektivitas, ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,
— Muhammad Toha Fauzi, Kamis (23/7/2026)
Menurut Toha, proyek hunian sementara di Aceh merupakan hasil kolaborasi antara Danantara Indonesia, BP BUMN, pemerintah daerah, dan BUMN karya. Tujuannya adalah mempercepat pemulihan pascabencana dengan mengutamakan ketepatan mutu dan penyelesaian sesuai jadwal yang ditetapkan. Setiap unit hunian dibangun dengan standar kualitas yang memadai untuk memastikan kenyamanan penghuni dalam jangka panjang.
Selain menyelesaikan 92 unit di Aceh Tamiang, Brantas Abipraya juga telah merampungkan 146 unit huntara di Kabupaten Pidie. Perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, termasuk infrastruktur penanganan kebencanaan. Kehadiran hunian sementara ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang efektif hingga masyarakat dapat kembali ke rumah mereka.
Kami percaya bahwa setiap karya yang dihasilkan harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memajukan infrastruktur Indonesia demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,
— Muhammad Toha Fauzi
Toha menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keberhasilan program pembangunan di Aceh. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, proyek hunian sementara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat terdampak banjir. Kehadiran 238 unit hunian sementara ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan daerah bencana.
