Skip to content
Ameera

Pakar Sebut Stres Bisa Jadi Pemicu Autoimun pada Perempuan

Emily Anderson - kabarteras.com 2 mins read

Pakar Sebut Stres Bisa Jadi salah satu faktor penting yang memicu munculnya penyakit autoimun, khususnya pada perempuan. Profesor Nyoman Kertia, seorang pakar

Pakar Sebut Stres Bisa Jadi Pemicu Autoimun pada Perempuan

Pakar Sebut Stres Bisa Jadi Pemicu Autoimun pada Perempuan

Kabarteras.com – Pakar Sebut Stres Bisa Jadi salah satu faktor penting yang memicu munculnya penyakit autoimun, khususnya pada perempuan. Profesor Nyoman Kertia, seorang pakar reumatologi, internis, dan herbal dari Universitas Gadjah Mada, menguraikan secara detail bagaimana mekanisme penyakit autoimun bekerja dalam tubuh manusia. Menurut penjelasan beliau, penyakit autoimun terjadi ketika sel-sel kekebalan tubuh salah mengenali komponen tubuh sendiri sebagai ancaman yang perlu dilawan. Sistem imun seharusnya bertugas menyerang zat asing seperti bakteri, virus, maupun senyawa berbahaya lainnya yang masuk ke dalam tubuh.

Namun pada kondisi autoimun, sel-sel pertahanan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri tanpa membedakan mana yang merupakan bagian dari tubuh dan mana yang merupakan ancaman. Gangguan ini dapat memengaruhi berbagai organ vital, termasuk kulit, ginjal, paru-paru, hati, serta organ-organ lain dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami berbagai gejala yang bervariasi tergantung organ mana yang terdampak.

Prevalensi Autoimun di Indonesia

“Jumlah penderita autoimun cukup besar. Kalau kita memperkirakan sekitar dua persen populasi orang dewasa mengalami autoimun, maka angkanya bisa mencapai sekitar empat juta orang di Indonesia,” kata Nyoman dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (27/7/2026).

Penyakit ini semakin sering diderita oleh perempuan, khususnya mereka yang berada dalam usia reproduksi. Data menunjukkan bahwa sekitar 80 persen penderita autoimun adalah perempuan, sementara sisanya 20 persen merupakan laki-laki. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang membuat perempuan lebih rentan terhadap penyakit autoimun dibandingkan laki-laki.

Faktor Hormonal dan Stres sebagai Pemicu Utama

Hormon estrogen menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi risiko tersebut. Ketidakseimbangan atau perubahan hormon pada wanita dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan memicu munculnya penyakit autoimun. Perubahan hormonal yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, maupun menopause dapat menjadi waktu-waktu kritis ketika penyakit autoimun mulai muncul atau kambuh.

“Pada perempuan usia muda, sistem imun masih sangat aktif sehingga kasus autoimun lebih sering ditemukan,” kata dia.

Selain faktor hormonal, stres yang tidak tertangani dengan baik juga disebut sebagai salah satu pemicu yang memperburuk risiko penyakit autoimun. Kombinasi antara aktivitas imun yang tinggi pada wanita muda dan tekanan psikologis yang tidak terkelola dapat menjadi pemicu munculnya gangguan autoimun. Stres kronis dapat mengubah respons sistem imun dan membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan autoimun.

Penting bagi perempuan untuk mengenali gejala awal autoimun dan mengelola stres dengan baik. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor pemicu, pencegahan dan penanganan penyakit autoimun dapat dilakukan lebih efektif. Pakar Sebut Stres Bisa Jadi salah satu faktor yang sering diabaikan namun memiliki peran signifikan dalam perkembangan penyakit autoimun pada perempuan.

Join the discussion