Skip to content
Ekonomi

Disebut tak Bisa Bersaing dengan Minimarket dan Warung Madura, Zulhas: Kopdes Bukan Supermarket

Jennifer Brown - kabarteras.com 3 mins read

Disebut tak Bisa Bersaing dengan minimarket dan warung Madura, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas memberikan klarifikasi resmi

Disebut tak Bisa Bersaing dengan Minimarket dan Warung Madura, Zulhas: Kopdes Bukan Supermarket

Zulhas: KDKMP Bukan Supermarket, Disebut tak Bisa Bersaing

Kabarteras.com – Disebut tak Bisa Bersaing dengan minimarket dan warung Madura, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas memberikan klarifikasi resmi mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kritik yang muncul dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum, menilai koperasi ini belum mampu bersaing secara efektif dengan jaringan minimarket waralaba maupun warung-warung tradisional Madura yang sudah lebih dulu mapan.

Pernyataan Zulhas tersebut disampaikan secara langsung saat ia menghadiri Musyawarah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX. Acara yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Semarang pada Senin, 27 Juli 2026, ini menjadi momen penting bagi pemerintah untuk berdialog dengan perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

Kritik Mahasiswa Soal Daya Saing KDKMP

Selama sesi tanya jawab yang berlangsung hangat, seorang mahasiswi dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) berani menyampaikan pandangannya secara terbuka. Ia menyatakan bahwa KDKMP kemungkinan besar akan kalah bersaing dengan minimarket berwaralaba yang sudah memiliki jaringan luas dan sistem manajemen modern. Selain itu, mahasiswi tersebut juga meyakini bahwa warung Madura memiliki potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan KDKMP karena model bisnisnya yang sudah terbukti.

Merespons pernyataan tersebut, Zulhas menegaskan bahwa masih banyak pihak yang belum memahami fungsi sebenarnya dari KDKMP. Ia menekankan bahwa koperasi ini tidak dimaksudkan sebagai supermarket konvensional yang bersaing langsung dalam hal harga dan variasi produk. KDKMP memiliki peran strategis sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan dan barang bersubsidi.

“Saudara-saudara, Koperasi Desa Merah Putih itu bukan supermarket. Koperasi Desa Merah Putih itu infrastukturnya pemerintah,” ujar Zulhas dengan tegas.

Menteri Koordinator ini juga menyoroti fenomena di mana setiap kali pemerintah menjelaskan KDKMP, selalu muncul gelombang kritik di media sosial. Menurutnya, banyak masyarakat luar yang salah paham mengenai tujuan dan fungsi koperasi tersebut. Mereka cenderung membandingkan KDKMP dengan supermarket atau minimarket tanpa memahami konteks yang lebih luas.

“Apa itu Koperasi Desa Merah Putih? Yang di luar banyak sekali salah paham. Karena kalau kami menjelaskan satu, yang nyerang itu seribu. Saya ngomong satu, yang nyerang itu seribu,” katanya sambil tersenyum.

Peran Strategis KDKMP ke Depan

Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan salah satu peran penting KDKMP ke depan, yaitu menyalurkan barang-barang yang mendapat subsidi dari pemerintah. Ia mengutip data dari Dewan Ekonomi Nasional yang menunjukkan bahwa 70 persen barang bersubsidi dan bantuan pemerintah selama ini tidak tepat sasaran. Hal ini menjadi alasan utama mengapa KDKMP perlu diperkuat sebagai saluran distribusi yang lebih efektif.

Dengan demikian, kehadiran KDKMP diharapkan dapat memperbaiki distribusi barang-barang tersebut agar lebih efektif dan efisien bagi masyarakat desa dan kelurahan. Zulhas juga menambahkan bahwa meskipun KDKMP disebut tak Bisa Bersaing dengan minimarket dan warung Madura, hal tersebut bukan menjadi masalah karena tujuannya berbeda. KDKMP fokus pada pemerataan akses terhadap barang bersubsidi, bukan pada persaingan harga semata.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan sosialisasi mengenai KDKMP agar masyarakat tidak lagi salah paham. Melalui berbagai platform komunikasi, termasuk media sosial dan acara-acara publik, Zulhas dan timnya berusaha menjelaskan bahwa KDKMP adalah solusi jangka panjang untuk masalah distribusi barang bersubsidi di Indonesia.

Join the discussion