Skip to content
Rejabar

Viral Lapak Pedagang Rusak karena Tiupan Angin Baling-Baling Helikopter, Begini Kata Pengelola

Linda Wilson - kabarteras.com 2 mins read

Rekaman video pendaratan helikopter di lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah menyebar luas di platform

Viral Lapak Pedagang Rusak karena Tiupan Angin Baling-Baling Helikopter, Begini Kata Pengelola

Helikopter Turun di SPN Cisarua, Angin Baling-Baling Hancurkan Enam Lapak Pedagang

Kabarteras.com – Rekaman video pendaratan helikopter di lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah menyebar luas di platform media sosial. Fenomena ini terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026, ketika tiupan udara kuat dari rotor helikopter mengakibatkan kerusakan pada beberapa kios pedagang di area Pasar Barukai.

Klip yang viral memperlihatkan helikopter melintas rendah sebelum mendarat di kawasan SPN Cisarua. Putaran baling-baling menciptakan hembusan angin yang cukup kuat hingga atap-atap kios pedagang di sekitarnya terbang ke udara. Selain itu, debu dan sampah juga berhamburan bersamaan dengan barang-barang dagangan yang terseret.

Situasi mendadak tersebut memicu kepanikan di kalangan warga yang berada di sekitar lokasi. Kejadian ini telah dikonfirmasi oleh Mulyadi, selaku Kepala UPTD Pasar Wilayah 1 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat.

Betul, kejadiannya tadi sekitar pukul 12.15 WIB di kawasan Pasar Barukai Cisarua. Ada beberapa bangunan yang atapnya terbang.

Mulyadi menambahkan bahwa struktur utama Pasar Barukai tetap aman dari dampak peristiwa ini. Kerusakan lebih banyak menimpa lapak-lapak pedagang yang terletak di pinggir jalan, tepatnya tidak jauh dari lapangan SPN Cisarua.

Kalau bangunan pasar aman, yang kena lapak pedagang di pinggir jalan dekat lapang SPN.

Menurut penjelasan Mulyadi, mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap. Hal ini disebabkan karena konstruksi bangunan di area tersebut sebagian besar masih menggunakan sistem semi permanen yang lebih rentan terhadap terpaan angin kencang.

Berdasarkan informasi awal, tercatat sekitar enam buah bangunan pedagang yang mengalami kerusakan. Mulyadi menegaskan bahwa meskipun terjadi kerusakan material, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kerusakan di bagian atap, karena mayoritas bangunan semi permanen. Tadi laporannya ada sekitar enam bangunan yang rusak.

Alhamdulillah enggak ada sampai korban jiwa.

Join the discussion