Olivia Rodrigo Lebih Memilih Jujur Berkarya Dibandingkan Mengejar Tren
Penyanyi asal Amerika Serikat ini baru-baru ini mengungkapkan pandangan mendalam mengenai proses kreatifnya. Bagi Olivia Rodrigo Lebih Memilih Jujur dalam
Olivia Rodrigo Lebih Memilih Jujur Berkarya Dibandingkan Mengejar Tren
Kabarteras.com – Penyanyi asal Amerika Serikat ini baru-baru ini mengungkapkan pandangan mendalam mengenai proses kreatifnya. Bagi Olivia Rodrigo Lebih Memilih Jujur dalam mengekspresikan gagasan-gagasan unik yang sering kali terasa “aneh” di dalam pikirannya. Hal ini menjadi fondasi penting dalam setiap karya yang ia hasilkan sepanjang kariernya.
Dalam sebuah sesi diskusi dengan para penggemarnya, Rodrigo menyoroti bagaimana profesi sebagai penulis lagu mengubah perspektifnya terhadap kehidupan sehari-hari. Ia menilai bahwa kemampuan untuk melihat dunia dari kacamata berbeda merupakan salah satu aspek paling berharga dari perjalanan bermusiknya selama ini.
“Aku sangat senang bisa mengekspresikan keanehan yang ada dalam otakku dan itu pasti memengaruhi cara aku melihat dunia. Ketika kamu mulai menulis atau menciptakan sesuatu, kamu melihat berbagai hal melalui sudut pandang seorang kreator,” ujar Rodrigo seperti dikutip dari Asiaone pada Kamis, 30 Juli 2026.
“Honeybee”: Lagu yang Terbentuk Secara Alami
Salah satu trek yang paling berkesan bagi Rodrigo adalah “Honeybee”, yang terdapat dalam album terbaru berjudul You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love. Ia menceritakan bahwa proses penciptaan lagu tersebut berjalan sangat cepat dan terasa alami tanpa paksaan dari pihak manapun.
“Aku merasa menulis ‘Honeybee’ sangat menyenangkan dan semuanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Selalu menyenangkan ketika sebuah lagu begitu saja muncul,” kenangnya.
Lagu ini juga sarat makna personal karena membahas hubungan Rodrigo dengan mantan kekasihnya, sang aktor Louis Partridge. Saat mendengarkan kembali rekaman tersebut, ia merasa tersentuh karena lirik-liriknya berhasil menangkap emosi yang ia alami saat itu.
“Aku ingat mendengarkannya setelah selesai dan mataku berkaca-kaca karena lagu itu benar-benar menangkap dengan sempurna apa yang kurasakan,” kata Rodrigo.
Mencari Jati Diri sebagai Artis
Meskipun telah meraih popularitas besar sebagai bintang pop, Rodrigo mengakui bahwa ia masih dalam tahap mengeksplorasi arah artistik yang ingin dikejar. Ia menyatakan bahwa proses mengenal dirinya sendiri sebagai seorang musisi belum selesai sepenuhnya.
Dalam wawancara dengan Pitchfork, ia menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, pemahaman tentang tipe artis yang ingin ia jadikannya menjadi lebih jelas. Otak yang terus berkembang membantu ia menemukan kepastian tersebut.
“Aku harus memikirkan dengan tepat tipe artis seperti apa yang ingin aku menjadi. Seiring bertambahnya usia dan otakku semakin berkembang, semuanya menjadi sedikit lebih jelas,” jelas Rodrigo.
Walau demikian, Rodrigo tidak mengidentifikasi dirinya sebagai musisi yang selalu mengejar tren atau menciptakan karya yang dirancang khusus agar mudah diterima publik. Ia mengakui bahwa ia kadang merasa iri terhadap artis-artis yang mampu tetap berada di arus utama dan menghasilkan karya yang sangat sesuai dengan selera zaman.
“Ada saat-saat ketika aku benar-benar iri dengan kemampuan untuk begitu hadir dalam arus utama dan membuat sesuatu yang orang-orang inginkan, sesuatu yang begitu mudah dikonsumsi. Ada seni tersendiri dalam hal itu, dan aku menghargainya. Tetapi kurasa aku tidak pernah benar-benar pandai melakukannya,” akunya.
Suara untuk Palestina
Di luar dunia musik, Rodrigo juga dikenal sebagai musisi muda yang vokal membela Palestina. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times Popcast, pelantun “deja vu” tersebut menyampaikan bahwa ia tidak bisa berdiam diri dan berpura-pura tidak melihat penderitaan masyarakat Gaza.
“Saya adalah seorang seniman, dan pekerjaan saya adalah mengungkapkan apa yang saya rasakan lalu menyampaikannya kepada orang lain. Menurut saya akan terasa tidak jujur jika saya berpura-pura tidak merasa patah hati atas apa yang sedang terjadi di Gaza,” kata Rodrigo seperti dikutip dari akun PopBase pada Kamis, 11 Juni 2026.
Rodrigo merasa bersyukur karena berada di lingkungan yang mendukung dan memiliki pandangan yang sejalan dengannya. Karena itu, orang-orang terdekatnya tidak pernah melarangnya untuk bersuara mengenai situasi di Gaza.
