Skip to content
News

Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah Bahas Isu Global dalam AYIMUN Depok

Susan Johnson - kabarteras.com 3 mins read

Sebanyak 315 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dari 118 institusi pendidikan di seluruh Indonesia menghadiri acara Asia Youth International

Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah Bahas Isu Global dalam AYIMUN Depok

AYIMUN Depok: Forum Internasional untuk Generasi Muda Menghadapi Tantangan Digital

Kabarteras.com – Sebanyak 315 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dari 118 institusi pendidikan di seluruh Indonesia menghadiri acara Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Depok Chapter. Perhelatan ini berlangsung pada tanggal 1 hingga 2 Agustus 2026 dan menghadirkan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai wadah diskusi mengenai berbagai permasalahan global.

Tema yang diangkat dalam konferensi ini adalah “Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation”. Peserta dibagi menjadi dua dewan utama, yaitu UNICEF yang membahas pendidikan berkualitas untuk setiap anak bagi kelompok usia 11-14 tahun, serta UNODC yang fokus pada mitigasi dampak aktivitas online ilegal seperti perjudian dan kejahatan siber untuk peserta berusia 15 tahun ke atas.

Partisipasi Luas dari Berbagai Wilayah

Kegiatan yang diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Haraki Depok ini menarik partisipan dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta berasal dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek, Sukabumi, Sumatera Selatan, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, dan Bali.

Selama berlangsungnya acara, para peserta terlibat dalam simulasi sidang PBB, proses negosiasi, serta penyusunan rancangan resolusi. Seluruh kegiatan dipandu oleh para fasilitator yang berasal dari Indonesia, Prancis, dan Singapura.

Pesan dari Para Pemimpin

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang membuka acara tersebut menekankan pentingnya pengembangan keterampilan masa depan. Menurutnya, konferensi semacam ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk melatih kemampuan berpikir kritis, negosiasi, pemecahan masalah, adaptasi, dan kolaborasi.

“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hard skills, tetapi juga soft skills. Jadikan AYIMUN ini kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun cita-cita membawa nama Indonesia di kancah dunia,” ujar Abdul Mu’ti.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menambahkan bahwa simulasi sidang internasional ini memberikan ruang bagi peserta untuk belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pandangan, serta membangun kesepakatan melalui dialog. Menurutnya, melalui AYIMUN peserta tidak hanya belajar menjadi delegasi negara, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.

Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal, menyoroti perkembangan teknologi digital yang menghadirkan tantangan baru. Mulai dari penyebaran misinformasi hingga meningkatnya ancaman kejahatan siber, penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi perubahan.

“Berpikir kritis menjadi firewall terkuat yang kita miliki. Empati menjadi pertahanan terhadap kebencian di dunia maya, sedangkan komunikasi dan kerja sama menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan global,” ujarnya.

Direktur Pendidikan SIT Al Haraki, Susi P. Krisnawan, menilai bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan mitra internasional diperlukan untuk memperluas kesempatan pelajar mengikuti forum bertaraf global.

Sebagai apresiasi atas prestasi selama konferensi, para pemenang akan memperoleh beasiswa untuk mengikuti Asia World Model United Nations XV. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center pada tanggal 2 hingga 5 Oktober 2026.

Frequently Asked Questions

What is Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah Bahas?

Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah Bahas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah Bahas matter?

Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah Bahas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion