Skip to content
Ekonomi Syariah

New Policy: Dirut Allianz Syariah: Asuransi Syariah Perkuat Ketahanan Finansial Keluarga

Jennifer Brown - kabarteras.com 3 mins read

etahanan Finansial Keluarga New Policy - Seiring berkembangnya risiko kehidupan yang tak terduga, new policy asuransi syariah semakin menjadi solusi penting

New Policy: Dirut Allianz Syariah: Asuransi Syariah Perkuat Ketahanan Finansial Keluarga

New Policy: Asuransi Syariah Perkuat Ketahanan Finansial Keluarga

New Policy – Seiring berkembangnya risiko kehidupan yang tak terduga, new policy asuransi syariah semakin menjadi solusi penting dalam membangun kestabilan ekonomi keluarga. Dalam era ketidakpastian, perlindungan finansial tidak hanya sebagai persiapan masa depan, tetapi juga sebagai bagian integral dari perencanaan kehidupan sejak dini. New policy ini dirancang untuk menciptakan jaminan yang lebih inklusif, fleksibel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, memberikan keamanan bagi seluruh anggota keluarga di setiap tahap kehidupan.

Kepemimpinan Berorientasi Tujuan dalam New Policy

Elmie A. Najas, direktur utama Allianz Life Syariah Indonesia, menekankan bahwa kepemimpinan di sektor asuransi syariah harus berlandaskan pada prinsip tujuan. Ia menjelaskan bahwa new policy tidak hanya mencakup peningkatan operasional, tetapi juga bertujuan menghasilkan dampak jangka panjang bagi peserta, masyarakat, serta generasi mendatang. Dengan pendekatan ini, perusahaan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan nyata masyarakat, termasuk menghadapi perubahan ekonomi yang dinamis.

New policy kita dirancang untuk menciptakan kestabilan finansial masyarakat. Dalam bentuk syariah, tujuan ini semakin bermakna karena dijalankan berdasarkan prinsip ta’awun, yaitu semangat saling mendukung antarpeserta menghadapi risiko kehidupan,” kata Elmie.

Strategi Berkelanjutan dalam New Policy

Konsep stewardship menjadi pilar utama dalam pengelolaan new policy Allianz Syariah. Prinsip ini tidak hanya menjamin stabilitas bisnis, tetapi juga mendorong perusahaan untuk berkomitmen terhadap kebutuhan peserta secara konsisten. Dengan pendekatan ini, Allianz Syariah berusaha memastikan bahwa produk dan layanan yang disediakan selaras dengan Maqasid Syariah, yaitu tujuan-tujuan yang menjadi dasar operasional sektor keuangan syariah.

New policy kita dijalankan dari sekadar kepatuhan menjadi instrumen nyata dalam memberikan manfaat. Prinsip Maqasid Syariah menjadi acuan utama dalam edukasi masyarakat, pengembangan solusi, serta peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.

Potensi dan Tantangan New Policy Asuransi Syariah

Meski pasar asuransi syariah di Indonesia masih luas, tantangan utamanya adalah mengubah persepsi masyarakat agar new policy ini dianggap relevan dan mudah dipahami. Banyak orang masih menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang datang ketika risiko sudah nyata. Padahal, new policy ini menekankan bahwa perlindungan seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari karier, keluarga, pendidikan anak, hingga masa pensiun.

Elmie menjelaskan bahwa new policy Allianz Syariah dirancang untuk memperkuat literasi keuangan dan akses yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, perusahaan berupaya memastikan bahwa produknya bisa dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat, baik dari segi harga maupun kemudahan penggunaan.

Langkah untuk Meningkatkan Akses dan Literasi New Policy

Untuk mengatasi tantangan tersebut, industri asuransi syariah perlu memperluas jangkauan melalui pengembangan tenaga pemasar dan distributor yang paham tentang new policy ini, terutama untuk produk kompleks. Di samping itu, digitalisasi harus diperkuat agar masyarakat dapat memahami, memilih, dan membeli perlindungan secara mandiri. New policy juga memperhatikan kebutuhan khusus seperti kesehatan, pendidikan, dan pensiun, sehingga menjadi alat terpadu dalam perencanaan kehidupan keluarga.

Evolusi dan Capaian New Policy Allianz Syariah

Allianz Syariah resmi beroperasi sebagai perusahaan asuransi syariah pada 1 November 2023 setelah proses spin-off selesai. Saat ini, perusahaan fokus pada peningkatan kualitas produk, pengalaman peserta, percepatan transformasi digital, serta dampak positif terhadap masyarakat. Hingga kuartal pertama 2026, new policy ini telah melindungi lebih dari 108.000 peserta dengan total klaim dan manfaat mencapai Rp231,1 miliar.

“Kami ingin mengukur pertumbuhan Allianz Syariah dari manfaat yang diberikan, bukan hanya volume bisnis. Masyarakat perlu melihat bagaimana new policy membantu mereka membangun ketahanan finansial di setiap tahap kehidupan,” ujar Elmie.

Join the discussion