Skip to content
Ekonomi

Minat Investasi Emas Tinggi, Ekosistem Bulion Berpotensi Terus Tumbuh

Matthew Miller - kabarteras.com 2 mins read

Data yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per Maret 2026 menunjukkan lonjakan tajam dalam jumlah pengguna jasa Lembaga Jasa Keuangan

Minat Investasi Emas Tinggi, Ekosistem Bulion Berpotensi Terus Tumbuh

Ekosistem Bulion Indonesia Melaju: Nasabah Melonjak, Nilai Emas Tercatat Rp360 Triliun

Pertumbuhan Nasabah yang Signifikan

Kabarteras.com – Data yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per Maret 2026 menunjukkan lonjakan tajam dalam jumlah pengguna jasa Lembaga Jasa Keuangan Bullion PT Pegadaian. Pada Februari 2025, angka tersebut tercatat di kisaran 3,2 juta orang. Hanya dalam rentang kurang dari setahun, tepatnya Februari 2026, jumlah itu melonjak menjadi 5,6 juta nasabah. Kenaikan ini mencerminkan semakin besarnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan emas melalui jalur formal.

Transformasi Aset Pasif Menjadi Produktif

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa keberadaan bank emas mengubah karakter emas dari sekadar barang simpanan menjadi instrumen yang menghasilkan nilai ekonomi. Pernyataan itu ia sampaikan di sela acara SUAR Forum 2026 yang digelar di BSD City, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/8/2026).

“Ini juga menjadi nilai tambah tersendiri, karena sebelumnya emas itu hanya dinilai tidak digunakan di aset perbankan.”

Skala Operasional Satu Tahun Pertama

Sejak diluncurkan pada tahun 2025, bank emas telah menjalankan operasional selama kurang lebih satu tahun. Dalam periode tersebut, total emas yang dikelola mencapai sekitar 153 ton, dengan estimasi nilai setara Rp360 triliun atau kurang lebih 20 miliar dolar AS. Angka ini menjadi tolok ukur awal seberapa besar kapasitas ekosistem bulion dalam menyerap likuiditas emas masyarakat.

Derivatif Emas dan Potensi Safe Haven

Pemerintah tidak hanya mendorong kepemilikan emas secara langsung, tetapi juga mengembangkan instrumen turunan berbasis emas melalui Exchange-Traded Fund (ETF). Melalui mekanisme pasar modal, investor kini dapat memperoleh eksposur terhadap harga emas tanpa harus menyimpan logam fisik secara pribadi.

“Ini kenaikannya luar biasa karena emas lalu menjadi safe haven investasi. Apalagi kita juga sudah mendorong yang dalam bentuk derivatif dari emas, yaitu ETF. Potensi untuk menarik investasi dan juga pengelolaan emas masih sangat tinggi.”

Airlangga menilai minat masyarakat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai masih sangat kuat. Kombinasi antara permintaan domestik yang tinggi dan ketersediaan instrumen derivatif membuat ruang pertumbuhan ekosistem bulion di Indonesia diperkirakan akan terus meluas ke depan.

Frequently Asked Questions

What is Minat Investasi Emas Tinggi Ekosistem Bulion?

Minat Investasi Emas Tinggi Ekosistem Bulion is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Minat Investasi Emas Tinggi Ekosistem Bulion matter?

Minat Investasi Emas Tinggi Ekosistem Bulion matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion