Skip to content
Ekonomi

Said: Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen Patut Disyukuri, Tapi Industri dan Pertanian Harus Diwaspadai

Patricia Williams - kabarteras.com 3 mins read

Said - Jakarta — Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29

Said: Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen Patut Disyukuri, Tapi Industri dan Pertanian Harus Diwaspadai

Said: Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, Industri dan Pertanian Perlu Diwaspadai

Kabarteras.com – Said – Jakarta — Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen secara tahunan pada triwulan kedua tahun 2026. Pencapaian ini diraih di tengah berbagai tantangan global, termasuk tekanan geopolitik dan ketidakpastian kondisi ekonomi dunia yang mempengaruhi banyak negara.

Menurut Said, capaian pertumbuhan sebesar 5,29 persen ini mengindikasikan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih kokoh dan mampu bertahan dalam situasi yang tidak menentu. Namun, ia menekankan agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak merasa puas berlebihan karena beberapa sektor vital mulai memperlihatkan sinyal perlambatan yang perlu diantisipasi.

“Ini menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga,” ujar Said saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta pada Kamis (6/8/2028).

Faktor Musiman Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Said menjelaskan secara rinci bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan II banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor musiman yang bersifat positif. Periode libur sekolah di bulan Juli, misalnya, berhasil meningkatkan aktivitas di bidang akomodasi serta makanan dan minuman hingga mencapai pertumbuhan sebesar 10,6 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsumsi masyarakat selama masa liburan.

Selain itu, momentum penerimaan siswa baru, kenaikan kelas, dan kegiatan pendidikan tinggi turut mendorong permintaan terhadap layanan telekomunikasi. Hal ini memungkinkan sektor informasi dan komunikasi untuk tumbuh sebesar 6,97 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan penggunaan layanan digital dan komunikasi di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Faktor musiman memberi kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Libur sekolah, aktivitas pendidikan, hingga mobilitas masyarakat selama periode tersebut mendorong sejumlah sektor jasa tumbuh cukup tinggi,” jelasnya.

Sektor Listrik dan Gas Tumbuh Signifikan

Said juga menyoroti kinerja sektor listrik dan gas yang mencatatkan pertumbuhan 10,81 persen. Menurut analisisnya, pencapaian ini didorong oleh tingginya kebutuhan listrik selama musim kemarau yang panas, serta kenaikan harga gas yang dipengaruhi oleh konflik geopolitik global. Sektor ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut.

Kewaspadaan Terhadap Perlambatan Industri Pengolahan

Di balik berbagai capaian positif tersebut, Said mengingatkan adanya tren perlambatan pada industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada triwulan pertama tahun 2026, sektor ini masih mampu tumbuh 5,04 persen, namun pada triwulan kedua melambat menjadi 4,52 persen. Penurunan ini perlu menjadi perhatian serius bagi para pengambil kebijakan.

“Perlambatan industri pengolahan harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Said.

Sektor industri pengolahan memiliki peran krusial karena menyumbang sekitar 18,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 13,5 persen tenaga kerja nasional. Lebih dari itu, sektor ini juga menjadi cerminan utama dalam penciptaan lapangan kerja formal di Indonesia. Perlambatan di sektor ini dapat berdampak pada stabilitas ketenagakerjaan secara keseluruhan.

Said menambahkan bahwa selain industri pengolahan, sektor pertanian juga perlu diwaspadai karena menunjukkan beberapa indikator yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah. Kewaspadaan ini penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan tidak terganggu oleh perlambatan di sektor-sektor strategis. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah preventif untuk menjaga stabilitas kedua sektor tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Apa penyebab utama pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen? Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh faktor musiman seperti libur sekolah, aktivitas pendidikan, serta tingginya kebutuhan listrik dan gas selama musim kemarau.

Mengapa industri pengolahan perlu diwaspadai? Industri pengolahan mengalami perlambatan dari 5,04 persen di triwulan pertama menjadi 4,52 persen di triwulan kedua, padahal sektor ini menyumbang 18,5 persen terhadap PDB.

Bagaimana dampak sektor pertanian terhadap ekonomi nasional? Sektor pertanian menunjukkan beberapa indikator perlambatan yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan produksi pangan nasional.

Kapan pernyataan Said Abdullah disampaikan? Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (6/8/2028) di Jakarta saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi perlambatan sektor strategis? Pemerintah perlu mengambil langkah preventif dan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas industri pengolahan dan pertanian agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Join the discussion