Greenovate 2026 Cetak Talenta Ekonomi Hijau, Inovasi Mahasiswa Siap Masuk Pasar
Transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun investasi besar. Faktor krusial lainnya adalah kemunculan inovasi yang
Greenovate 2026: Talenta Ekonomi Hijau dari Inovasi Mahasiswa
Kabarteras.com – Transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun investasi besar. Faktor krusial lainnya adalah kemunculan inovasi yang memiliki nilai komersial nyata. Dalam konteks inilah Greenovate 2026, yang diselenggarakan oleh TBS Foundation, hadir sebagai wadah strategis. Ajang tersebut berhasil mengumpulkan ratusan gagasan bisnis berkelanjutan dari kalangan mahasiswa di seluruh Indonesia. Program ini secara khusus dirancang untuk mencetak talenta ekonomi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Hasil Akhir dan Para Juara
Setelah melalui proses seleksi ketat, delapan tim terbaik berhasil keluar dari lebih dari 150 ide bisnis yang diajukan oleh lebih dari 400 mahasiswa. Yang menarik, sekitar 66,2 persen tim peserta berasal dari luar Pulau Jawa, menandakan meluasnya ekosistem inovasi hijau di nusantara. Angka ini menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia di berbagai daerah Indonesia sangat besar dan belum tergarap optimal.
Tim The Triple A dari Institut Teknologi Bandung berhasil meraih juara pertama berkat inovasi Spark Go!. Solusi ini memanfaatkan baterai kendaraan listrik bekas menjadi portable power station berbasis konsep Energy as a Service. Inovasi tersebut mengubah baterai dengan tingkat kesehatan 70 hingga 80 persen menjadi sumber energi portabel dengan kapasitas 1.500 watt, 3.500 watt, hingga 5.500 watt. Dilengkapi teknologi Internet of Things, sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi baterai secara real time.
Selain memperpanjang umur pakai baterai, pendekatan ini juga menjawab potensi peningkatan limbah baterai kendaraan listrik di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 35 ribu ton pada tahun 2030. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali material bernilai ekonomi. Program Greenovate 2026 Cetak Talenta Ekonomi telah berhasil mengidentifikasi solusi-solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Juara kedua diraih oleh tim Beanefit dari Universitas Tanjungpura dengan inovasi pengolahan ampas kopi menjadi tepung bernilai tambah sebagai bahan baku cookies. Sementara itu, juara ketiga diraih tim Powerhart dari Universitas Gadjah Mada yang mengembangkan material elektroda superkapasitor berbahan tandan kosong kelapa sawit. Ketiga inovasi ini mewakili berbagai sektor potensial dalam ekonomi hijau Indonesia.
Persiapan dan Dukungan Mentor
Sebelum memasuki babak final, seluruh peserta menjalani pembinaan intensif bersama mentor dari berbagai sektor, termasuk energi, keberlanjutan, teknologi, bisnis, hingga investasi. Mereka juga mendapat kesempatan mempelajari implementasi prinsip environmental, social, and governance dalam model bisnis TBS dan Electrum. Pendampingan ini memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga layak secara komersial.
Proses mentoring berlangsung selama beberapa bulan dengan pendekatan yang komprehensif. Para mentor tidak hanya memberikan masukan teknis, tetapi juga membantu peserta memahami aspek-aspek penting seperti analisis pasar, strategi keuangan, dan perencanaan operasional. Hal ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar siap memasuki dunia bisnis setelah lulus.
Visi Jangka Panjang
Dalam keterangan pers yang diterima pada Kamis (6/8/2026), Chairwoman TBS Foundation Juli Oktarina menjelaskan bahwa Greenovate merupakan bagian dari upaya menyiapkan talenta muda yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi hijau melalui inovasi dan kolaborasi.
“Kami melihat semakin banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan sekaligus kemampuan menghadirkan solusi yang inovatif. Greenovate memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan gagasan, memperoleh masukan dari para praktisi, serta membangun jejaring yang dapat mendukung pengembangan inovasi di tahap berikutnya,” ujar Juli dalam Grand Final Greenovate 2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurut Juli, pengembangan ekonomi hijau membutuhkan kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, investor, dan praktisi agar inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai riset, melainkan berkembang menjadi model bisnis yang dapat diimplementasikan. Kolaborasi ini juga akan menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan berkelanjutan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Greenovate 2026
Apa itu Greenovate 2026? Greenovate 2026 adalah program yang diselenggarakan oleh TBS Foundation untuk mencetak talenta ekonomi hijau melalui inovasi mahasiswa. Program ini bertujuan menghubungkan ide-ide kreatif dengan peluang pasar.
Berapa banyak mahasiswa yang berpartisipasi? Lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia mengikuti program ini dengan mengajukan lebih dari 150 ide bisnis.
Apa saja kategori inovasi yang dinilai? Inovasi yang dinilai mencakup berbagai sektor seperti energi terbarukan, pengolahan limbah, pertanian berkelanjutan, dan teknologi hijau lainnya.
Bagaimana cara tim pemenang mendapatkan pendampingan? Tim pemenang mendapatkan pendampingan intensif dari mentor berpengalaman di bidang energi, teknologi, bisnis, dan investasi selama beberapa bulan.
Apakah inovasi yang dihasilkan akan dipasarkan? Ya, TBS Foundation berkomitmen untuk membantu tim pemenang mengembangkan inovasi mereka menjadi produk atau layanan yang siap dipasarkan melalui jaringan investor dan mitra bisnis yang telah dibangun.
