IKN Jadi Percontohan Rehabilitasi Mangrove Program M4CR
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kalimantan Timur resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan rehabilitasi mangrove melalui program
IKN Jadi Percontohan Rehabilitasi Mangrove Program M4CR
Kabarteras.com – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kalimantan Timur resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan rehabilitasi mangrove melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Inisiatif strategis ini bertujuan menciptakan model pemulihan ekosistem pesisir yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Dengan pendekatan terpadu, program ini tidak hanya fokus pada penanaman mangrove, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut positif pelaksanaan program yang digagas oleh Kementerian Kehutanan. Ia menegaskan bahwa Otorita IKN sebenarnya telah menjalankan kegiatan rehabilitasi mangrove secara mandiri, namun partisipasi dalam M4CR menambah dimensi tanggung jawab yang lebih komprehensif. Berdasarkan data resmi, Basuki Hadimuljono masih menjabat sebagai Kepala Otorita IKN hingga tahun 2026, memberikan stabilitas kepemimpinan dalam pelaksanaan program jangka panjang ini.
«Kami sebenarnya sudah melakukan, tetapi dengan adanya M4CR ini tentunya menjadi tanggung jawab yang lebih besar dan harus berhasil.»
Pernyataan tersebut disampaikan Basuki saat memberikan sambutan pada acara Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (1/8/2026). Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam acara tersebut menunjukkan komitmen tinggi terhadap keberhasilan program rehabilitasi mangrove di kawasan IKN.
Jangkauan dan Target Program M4CR
Program M4CR dijalankan secara komprehensif di empat provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatra Utara. Fokus utama program ini mencakup tiga aspek vital: rehabilitasi mangrove yang rusak, penguatan tata kelola ekosistem pesisir, serta peningkatan mata pencaharian masyarakat lokal. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa manfaat program tidak hanya dirasakan secara ekologis, tetapi juga secara sosial-ekonomi.
«Jadi, kami siap untuk menjadi salah satu lokasi contoh. Nantinya, prototipe di IKN ini akan direplikasi untuk wilayah Kaltara, Kaltim, Riau, dan Sumut.»
Menurut Basuki, Otorita IKN menargetkan penanaman dan pemulihan mangrove di kawasan seluas sekitar 1.100 hektare. Dari total tersebut, sekitar 150 hektare akan ditangani secara khusus melalui Program M4CR. Target ini harus tercapai sebelum akhir tahun 2027, sehingga memerlukan akselerasi pelaksanaan yang signifikan.
«M4CR ini targetnya sampai 2027, jadi harus kita kerjakan lebih cepat. IKN menargetkan sekitar 1.100 hektare untuk penanaman secara keseluruhan, di mana untuk M4CR sendiri porsinya sekitar 150 hektare.»
Basuki, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat, optimistis bahwa target rehabilitasi mangrove di kawasan IKN dapat dicapai sesuai jadwal. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan di IKN sangat penting karena kawasan tersebut akan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan model pemulihan pesisir yang berkelanjutan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, menjelaskan bahwa IKN sengaja dipilih sebagai salah satu lokasi awal agar pelaksanaan program dapat menjadi contoh nyata. Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa M4CR berlangsung hingga 2027 dan diarahkan untuk memperkuat ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Program ini juga mendukung target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca melalui penyerapan karbon oleh ekosistem mangrove.
Masa Depan Rehabilitasi Mangrove di Indonesia
Keberhasilan IKN sebagai percontohan rehabilitasi mangrove diharapkan dapat menginspirasi implementasi serupa di wilayah lain. Model yang dikembangkan di IKN mencakup partisipasi masyarakat lokal, pemanfaatan teknologi modern dalam pemantauan, serta kolaborasi antar-lembaga pemerintah. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, program M4CR berpotensi menjadi pilar utama dalam strategi adaptasi perubahan iklim Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program M4CR dan perkembangan rehabilitasi mangrove di IKN, pembaca dapat mengunjungi [halaman resmi Otorita IKN](https://ikn.go.id) atau [portal ESG Now](https://esgnow.republika.co.id) untuk update terkini.
FAQ: Program M4CR dan Rehabilitasi Mangrove IKN
Apa itu program M4CR? M4CR adalah singkatan dari Mangroves for Coastal Resilience, sebuah program rehabilitasi mangrove yang digagas oleh Kementerian Kehutanan untuk memperkuat ketahanan pesisir terhadap perubahan iklim.
Mengapa IKN dipilih sebagai percontohan? IKN dipilih karena lokasinya yang strategis, komitmen Otorita IKN, dan potensi untuk menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain seperti Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatra Utara.
Berapa luas area rehabilitasi mangrove di IKN? Otorita IKN menargetkan total 1.100 hektare untuk penanaman mangrove, dengan 150 hektare di antaranya ditangani khusus melalui Program M4CR.
Kapan program M4CR berakhir? Program M4CR berlangsung hingga tahun 2027, sehingga pelaksanaan di IKN harus diselesaikan sesuai jadwal tersebut.
Siapa saja provinsi yang terlibat dalam program M4CR? Program M4CR dijalankan di empat provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatra Utara.
