Skip to content
Esgnow

Pemerintah Siapkan Investasi 160 Juta Dolar AS untuk Pulihkan Kapasitas PLTP Sarulla

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan investasi sebesar 160 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,6 triliun guna memulihkan kapasitas produksi Pembangkit

Pemerintah Siapkan Investasi 160 Juta Dolar AS untuk Pulihkan Kapasitas PLTP Sarulla

Pemerintah Siapkan Investasi 160 Juta Dolar AS untuk PLTP Sarulla

Kabarteras.com – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan investasi sebesar 160 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,6 triliun guna memulihkan kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla. Lokasi pembangkit ini berada di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara. Langkah strategis ini merupakan tahap awal yang sangat penting sebelum pemerintah melanjutkan pengembangan potensi panas bumi Sarulla yang diperkirakan mampu mencapai 1.100 megawatt (MW).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian seluruh proses administrasi pada Oktober 2026. Penyelesaian administrasi ini menjadi prasyarat utama sebelum pelaksanaan investasi dapat dimulai. Setelah tahap administrasi selesai, peningkatan kapasitas produksi ditargetkan berlangsung secara bertahap pada periode 2027 hingga 2028.

"Yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Sudah selesai urusan administrasinya, tahun 2027-2028 ini kita kejar peningkatan kapasitas produksi," ujar Yuliot Tanjung seusai pertemuan di PLTP Sarulla, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Sabtu (1/8/2026).

Tantangan Teknis dan Solusi Investasi

Yuliot Tanjung menjelaskan secara rinci bahwa tambahan investasi sekitar 160 juta dolar AS sangat diperlukan untuk mengembalikan kapasitas produksi PLTP Sarulla menjadi 330 MW sesuai dengan kapasitas terpasangnya. Pemulihan kapasitas ini menjadi prioritas utama sebelum pemerintah melanjutkan pengembangan potensi panas bumi yang masih tersedia di kawasan tersebut. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi PLTP Sarulla berada di kisaran 220 MW atau turun sekitar sepertiga dari kapasitas terpasangnya.

Penurunan kapasitas tersebut dipengaruhi oleh perubahan tekanan uap di lapangan panas bumi yang menjadi tantangan teknis dalam pengoperasian pembangkit. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan investasi tambahan yang signifikan guna melakukan perbaikan dan pemeliharaan sistem yang komprehensif.

"Perlu ada tambahan investasi baru yang diperkirakan sekitar 160 juta dolar AS untuk mengembalikan kembali ke kapasitas 330 MW dari potensi yang ada 1.100 MW," kata Yuliot Tanjung.

Strategi Pengembangan Jangka Panjang

PLTP Sarulla merupakan salah satu aset strategis panas bumi nasional yang berlokasi di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara. Pembangkit yang dioperasikan oleh konsorsium Sarulla Operations Ltd. (SOL) ini memiliki tiga unit pembangkit berkapasitas masing-masing 110 MW. Ketiga unit tersebut adalah Unit Silangkitang (SIL), Unit Namora-I-Langit 1 (NIL-1), dan Unit Namora-I-Langit 2 (NIL-2) yang mulai beroperasi secara komersial pada periode 2017 hingga 2018.

Setelah kapasitas eksisting kembali optimal, pemerintah akan melanjutkan investasi secara bertahap untuk mengembangkan potensi panas bumi Sarulla hingga sekitar 1.100 MW. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan energi bersih sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Investasi ini juga akan berkontribusi positif terhadap ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja di wilayah Tapanuli Utara.

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan stakeholders terkait, PLTP Sarulla diproyeksikan menjadi salah satu pembangkit panas bumi terbesar di Indonesia. Pemulihan dan pengembangan ini akan memastikan bahwa energi terbarukan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap bauran energi nasional yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Join the discussion