TBS Foundation Dorong Lahirnya Talenta Hijau Lewat Greenovate
Seiring dengan percepatan transisi menuju ekonomi hijau, kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu menghadirkan solusi bisnis berkelanjutan semakin meningkat
Greenovate: Membangun Ekosistem Talenta Hijau Indonesia
Kabarteras.com – Seiring dengan percepatan transisi menuju ekonomi hijau, kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu menghadirkan solusi bisnis berkelanjutan semakin meningkat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia masih tergolong terbatas. Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas tahun 2025, proporsi tenaga kerja hijau tercatat mencapai sekitar 3,45 juta orang, atau setara dengan 2,6 persen dari total tenaga kerja nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, TBS Foundation menyelenggarakan Greenovate, sebuah kompetisi yang berfokus pada pengembangan talenta hijau. Program ini mendorong mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengkonversi ide keberlanjutan menjadi solusi bisnis yang memiliki potensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menghubungkan Generasi Muda dengan Praktisi
Executive Director TBS Foundation, Anugraha Dezmercoledi, menjelaskan bahwa Greenovate dirancang khusus untuk mempertemukan potensi generasi muda dengan pengalaman para praktisi. Tujuannya adalah agar inovasi yang lahir memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi solusi yang relevan.
Kami percaya mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan keberlanjutan. Melalui Greenovate, mereka tidak hanya mendapatkan ruang untuk mengembangkan ide, tetapi juga kesempatan belajar langsung dari para praktisi, memperkuat model bisnis, serta membangun jejaring yang dibutuhkan agar inovasi tersebut dapat berkembang lebih jauh.
Anugraha menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa di tengah meningkatnya tantangan keberlanjutan, diperlukan ekosistem yang mampu menghubungkan dunia akademik dengan pelaku industri, praktisi keberlanjutan, serta investor. Hal ini penting agar inovasi yang dihasilkan mahasiswa dapat berkembang menjadi solusi yang siap diimplementasikan.
Antusiasme Tinggi dari Mahasiswa Seluruh Indonesia
Program Greenovate menghadirkan proses pendampingan melalui mentoring dan penguatan model bisnis. Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mempersiapkan solusi yang lebih matang dan berkelanjutan. Antusiasme terhadap program ini terlihat jelas dari jumlah partisipan yang mencapai lebih dari 400 mahasiswa. Mereka mengajukan lebih dari 150 ide bisnis berkelanjutan.
Setelah melalui proses seleksi ketat, delapan tim terbaik berhasil melaju ke babak grand final. Para finalis tersebut berasal dari berbagai universitas ternama, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Universitas Palangka Raya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Cenderawasih.
Beragam inovasi yang dikembangkan para finalis mencakup isu ekonomi sirkular, energi bersih, ketahanan air, pengelolaan limbah, hingga pengembangan material ramah lingkungan.
Inklusivitas dan Peran Perempuan
Program ini juga mengedepankan aspek inklusivitas. Seluruh tim finalis memiliki keterwakilan perempuan, sementara enam dari delapan mentor Greenovate merupakan perempuan yang berpengalaman di bidang keberlanjutan, bisnis, energi, dan teknologi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi sebagai inovator maupun pemimpin dalam ekosistem ekonomi hijau.
